Home / Luar Negeri / Gempa di Nepal, 5 WNI Dinyatakan Selamat

Gempa di Nepal, 5 WNI Dinyatakan Selamat

Illustrasi- Gempa di Nepal, seorang warga yang luka-luka mendapat perawatan di Rumah Sakit Medicare, Kathmandu,  Sabtu (25/4) setelah gempa 7,9 SR mengguncang kawasan tersebut.(Foto:LintasMedan/KPS)

Illustrasi- Gempa di Nepal, seorang warga yang luka-luka mendapat perawatan di Rumah Sakit Medicare, Kathmandu, Sabtu (25/4) setelah gempa 7,9 SR mengguncang kawasan tersebut.(Foto:LintasMedan/Kps)

Jakarta, 25/4 (LintasMedan) – Meski sempat hilang kontak, namun lima Warga Negara Indonesia (WNI) yang diketahui sedang berada di Kathmandu, Nepal saat gempa mengguncang negara itu, dinyatakan selamat.

Kelima WNI kini sudah bisa dihubungi, mereka yang tengah berada di Kathmandu adalah, Ahmad Taufan Damanik merupakan wakil Indonesia untuk The ASEAN Commission on the Promotion and the Protection of the Rights of Women and Children (ACWC).

Kemudian empat lainnya berasal dari World Vision Indonesia (WVI), yakni Emmy Lucy Smith, Veronica Diana, Laura Hukom dan Esther Indriani. Mereka berada di Nepal untuk mengikuti kegiatan yang dilaksanakan WV di Kathmandu.

Satu orang di antaranya, yakni Esther Indriani sempat tak bisa dikontak, hingga sekitar pukul 19.00 WIB, dia memberi kabar kepada Campaign Director WVI Asteria Aritonang bahwa dirinya dalam keadaan selamat.

“Halo-halo semua, Thank you. Iya tadi aku berhasil keluar dari kamar hotel selamat nggak ada luka. Amit-amit seremnya gempa 7.9 SR,” kata Esther melalui pesan singkatnya kepada Asteria, Sabtu.

“Sekarang aku aman. Sekarang lagi ngungsi di depan hotel. Mudah-mudahan besok penerbangan sudah berfungsi,” tegas Esther memastikan keadaanya.
Sementara itu Ahmad Taufan Damanik yang berada di Nepal karena diundang sebagai pembicara ahli dalam salah satu seminar disana mengabarkan, usai kegiatan di Kathmandu, dia berangkat ke Pokhara, kota yang berjarak sekitar 150 kilometer dari Kathmandu Ibu Kota Nepal, Sabtu siang.

“Tiba-tiba gempa keras sekali. Orang-orang berhamburan. Kami langsung balik ke hotel di dekat Danau Fewa,” kata Taufan yang dihubungi Sabtu sore.

Disebutkan Taufan, setelah guncangan gempa yang besar itu, gempa lanjutan masih terus terjadi. Orang-orang masih dilanda ketakutan.

Taufan memaklumi efek gempa terparah terjadi di Kathmandu. Rencananya besok dia akan bertolak ke kota tersebut, dan jika memungkinkan segera pulang ke Indonesia. “Kalau memungkinkan, segera berangkat ke Indonesia, tetapi bandara masih tutup kabarnya,” kata Taufan.

Gempa menyebabkan beberapa bangunan roboh di Kathmandu. Sejauh ini, setidaknya sudah 449 orang tewas dan jumlah korban jiwa diperkirakan terus bertambah. (LMC/dtc)

About Lintas Medan

Comments are closed.

Scroll To Top