Home / Profil / Boru Simbolon: Perempuan Petinju Bukan Harus Seperti Laki-Laki

Boru Simbolon: Perempuan Petinju Bukan Harus Seperti Laki-Laki

Sadarmawati "Icen" Simbolon (Foto:LintasMedan/irma)

Sadarmawati “Icen” Simbolon (Foto:LintasMedan/irma)

Medan, 3/5 (LintasMedan) – Perempuan jadi petinju? Tentu yang terbayang adalah sosok yang keras dan berkepribadian seperti laki-laki.

Akibatnya mengundang anggapan bahwa tinju adalah olahraga yang tak cocok bagi kaum hawa.

Namun petinju wanita yang pernah menjadi handalan Sumatera Utara, Sadarmawati “Icen” boru Simbolon menepis anggapan itu. Menurutnya perempuan adalah perempuan, tetap bisa tampil feminim dalam keseharian.

“Semboyan Satria di dalam dan luar ring yang sering digaungkan dalam istilah tinju, bukan berarti membuat seorang petinju wanita harus berprilaku seperti laki-laki,” katanya baru-baru ini.

Tampil dengan balutan busana warna merah membuat Icen panggilan akrabnya tampak anggun, apalagi ditambah asesoris anting dan kalung yang menghias di tubuhnya. Layaknya seperti perempuan kebanyakan petinju nasional peraih medali emas PON 2008 di Kalimantan Timur ini pun mengaku senang berhias.

“Petinju memang harus tetap berprilaku satria baik di dalam maupun di luar ring. Tapi soal penampilan harus beda, apalagi kita perempuan,” ujar Icen yang kini menjadi pelatih tinju di Sasana Unimed.

Berhadapan dengan lawan di atas ring tinju Icen memang selalu tampil bringas, hingga menghantarkannya mampu meraih sejumlah prestasi dari cabang olahraga laga itu.

Dari deretan prestasi nasional yang pernah diraihnya itu pula membuat atlet binaan Sumut ini dipercaya menjadi salah satu wakil Indonesia di Kejuaraan Tinju Asia di India Agustus 2008.

Dari prestasi di ring tinju pula menghantarkannya menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS). Namun Icen lebih memilih untuk menjadi seorang guru di SMK Negeri 1, agar waktunya bisa digunakan untuk melatih.

“Saya ingin mengembangkan olahraga tinju di kalangan perempuan. Dengan menggeluti olahraga ini bukan berarti kita harus berprilaku seperti laki-laki,” ujar kelahiran 11 Oktober 1982 ini.

Dia mencontohkan, adik perempuannya Maduma Simbolon juga seorang petinju, namun memiliki hobbi memasak. Maduma merupakan atlet binaan Kota Medan peraih medali emas Sarung Tinju Emas (STE) tahun 2013 dan 2014, serta peraih medali perak PON tahun 2012 di Riau. “Saya sendiri juga hobbi merangkai bunga,” ujarnya tertawa.(LMC-02)

About Lintas Medan

Comments are closed.

Scroll To Top