Home / Sumut / TNI Ajak Warga Bertani Bawang Merah

TNI Ajak Warga Bertani Bawang Merah

Dandim 0204/DS Letkol Hanryan Indra Wira (Kiri) saat memanen bawang merah yang ditanam di lahan Kodim 0204/DS, di Kabupaten Serdang Bedagai, baru-baru ini.(Foto:LintasMedan/Ist)

Sergai, 27/5 (LintasMedan) – Harga bawang merah yang belakangan semakin melonjak di pasar, menjadi angin segar bagi masyarakat di Kabupaten Serdang Bedagai untuk bertani bawang merah.

Tanaman holtikultura itu kini banyak tumbuh subur di areal pertanian Sergai.

“Awalnya warga tidak menyangka lahan di sini bisa ditanam bawang merah, karena struktur tanahnya yang kering dan berpasir, ” kata Nurdin, 45, petani bawang merah di Sergai, saat panen baru-baru ini.

Pria asal Cirebon Jawa Barat itu mengaku sudah dua tahun belakangan hijrah ke Sumatera Utara bersama rekannya Nasori,50 dan empat orang lainnya.

Keduanya dibawa oleh Dandim 0204/Deli Serdang, Letkol Hanryan Indra Wira, untuk mengusahai lahan milik Kodim dengan bertani bawang merah.

Bibit bawang menurut Nurdin langsung dibawa dari Cirebon. Di wilayah itu, kata dia dikenal dengan nama bawang Bima Warso.

“Namun di sini namanya jadi populer dengan sebutan bawang Dandim. Di pasar tradisional orang-orang juga menyebutnya begitu,” katanya tertawa.

Lahan seluas 2 Ha milik TNI itu sebagian besar ditanami bawang merah. Sementara sebagian lainnya, mereka juga menanam padi dan cabai merah. Menurutnya untuk satu hektar lahan bisa menghasilkan sekitar 10 ton bawang merah dalam kondisi basah, dengan masa panen lima kali dalam setahun.

Dandim 0204/DS, Letkol Hanryan Indra Wira yang hadir pada saat panen tersebut mengatakan, sangat menyenangi kegiatan pertanian bertanam bawang tersebut,

“Bertani bawang juga bagian dari Program Ketahanan Pangan, sekaligus sebagai program nasional,” kata Hanryan.

Sebagaimana diketahui, kata dia bahwa kebutuhan bawang masyarakat hingga saat ini belum tercukupi yang dibuktikan banyaknya impor bawang ilegal.

“Padahal kita kan punya potensi lahan, Sumber Daya Manusia, dan tehonologi serta punya potensi pasar,” katanya.

Sehingga Dandim berharap lahan yang diusahai TNI dengan bertani bawang ini bisa menjadi percontohan bagi masyarakat khususnya di Sergai.

“Saat ini masyarakat juga sudah banyak yang tertarik dan mencoba untuk menanam bawang, karena dianggap cukup menghasilkan,” ujarnya.

Apalagi, kata dia tanaman ini bisa disimpan hingga dua bulan jika harga rendah, atau bahkan hingga delapan bulan untuk dijadikan bibit.(LMC-02)

About Lintas Medan

Kelvin Benjamin Jersey