Home / Sumut / Tim Kunker XII DPRD Sumut Prihatin Jalan Binjai-Bahorok

Tim Kunker XII DPRD Sumut Prihatin Jalan Binjai-Bahorok

Anggota DPRD Sumut dari Daerah Pemilihan (Dapil) XII saat melihat kondisi jalan Binjai-Bahorok yang kupak-kapik, Rabu (24/6).(Foto:LintasMedan/ist)

Anggota DPRD Sumut dari Daerah Pemilihan (Dapil) XII saat melihat kondisi jalan Binjai-Bahorok yang kupak-kapik, Rabu (24/6).(Foto:LintasMedan/ist)

Langkat, 24/6 (LintasMedan) – Tim XII kunjungan kerja (kunker) DPRD Sumut daerah pemilihan Binjai-Langkat mengaku prihatin dengan kondisi infrastruktur jalan Binjai-Bahorok yang di beberapa titik kupak-kapik sehingga pengendara harus berhati-hati melalui jalan tersebut.

“Kita berharap Pemprov Sumut memberi perhatian serius dengan mengalokasikan dana untuk merehab jalan tersebut pada APBD 2016,” kata Ketua Tim XII kunker DPRD Sumut Anhar Monel di sela-sela peninjauan pelaksanaan proyek yang menggunakan APBD 2014 Sumut di Binjai dan Langkat, Rabu.

Anhar Monel mengatakan, perehaban secara permanen di beberapa titik ruas jalan Binjai-Bahorok itu perlu segera dilakukan untuk memperlancar arus lalu lintas agar masyarakat tidak terkendala dalam melaksanakan kegiatan.

“Terutama untuk memperlancar arus barang dari sentra produksi yang ada di daerah itu,” katanya didampingi wakil ketua dan sekretaris tim Sampang Malem dan Muchri Fauzi Hafiz serta anggota Roby Anangga, Kharil Anwar, Herman Sembiring, Khairul Anwar dan Melani Putri Daulay.

Sebelumnya Tim XII juga melakukan peninjauan pelaksanaan realisasi bantuan keuangan provinsi (BKP) yang dikucurkan untuk memperlancar kegiatan belajar-mengajar di Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) Binjai yang dikelola Pemprovsu di Jalan Dewi Sartika Binjai.

Di SLB yang memiliki 39 lokal dan 167 siswa itu, tim kunker melihat realisasi penggunaan dana BKP untuk penambahan mobiler berupa 50 set kursi belajar siswa serta satu set furnitur dan beberapa penunjang kegiatan belajar lainnya bagi siswa SLB tersebut.

Kemudian kunker dilanjutkan dengan meninjau pelaksanaan bantuan dari Biro Keuangan Pemprovsu untuk pemerintahan desa di Kantor Camat Salapian dan kantor Desa Limbat Kecamatan Salapian.

Dari kepala desa, tim kunker mendapat penjelasan bahwa dana bantuan senilai Rp50 juta per desa itu bisa dimanfaatkan untuk perbaikan balai desa dan lainnya sesuai kebutuhan asalkan ada pertanggungjawabannya.

“Dana bantuan tersebut kami pakai untuk membuat pagar berdasarkan usulan sebelumnya,” kata Kepala Desa Sei Limbat Salapian Syamsul Bahri.

Selanjutnya Tim XII kunker DPRD Sumut melakukan peninjauan lapangan atas pelaksanaan bantuan Dinas Peternakan Pemprovsu untuk kelompok tani di kawasan Payaroba Kecamatan Binjai Barat berupa bantuan 15 ekor sapi indukan serta obat-obatan senilai Rp226 juta.

Di areal berupa hamparan rumput hijau yang ditembok tinggi itu tim kunker meninjau langsung keberadaan 15 sapi indukan bantuan Dinas Peternakan Pemprovsu yang dibeli dari Provinsi Aceh dan bertemu dengan beberapa anggota kelompok tani.

Namun dari pantauan, keberadaan 15 sapi indukan itu patut dipertanyakan karena beberapa warga sekitar mengatakan lokasi yang ditinjau anggota DPRD Sumut itu disebut-sebut milik seorang pedagang sapi.(LMC-02)

About Lintas Medan

Kelvin Benjamin Jersey