Home / Sumut / Anggota DPRD Sumut Terima Keluhan Petani Gambir

Anggota DPRD Sumut Terima Keluhan Petani Gambir

Anggota DPRD Sumut Jenny Berutu saat melakukan reses ke Daerah Pemilihan (Dapil) XI, baru-baru ini.(Foto:LintasMedan/ist)

Anggota DPRD Sumut Jenny Berutu saat melakukan reses ke Daerah Pemilihan (Dapil) XI, baru-baru ini.(Foto:LintasMedan/ist)

Medan, 13/3 (LintasMedan) – Anggota DPRD Sumatera Utara Jenny Riany Lucia Berutu banyak menerima keluhan warga saat melakukan reses ke daerah pemilihan XI di tiga Kabupaten yakni Pakpak Bharat, Dairi dan Tanahkaro, baru-baru ini.

Saat berkunjung di Desa Perjaga, Kecamatan Sitellu Tali Urang Jehe (STU Jehe) Pakpak Bharat, politisi Partai Demokrat itu bertemu langsung dengan para petani gambir dan mendengar keluhan mereka.

“Kami sangat kewalahan soal pengolahan gambir agar hasilnya bisa maksimal,” kata Jaddin Berutu perwakilan petani gambir.

Mereka berharap pemerintah memberikan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) kepada warga [petani setempat.

Selain itu, kata Jaddin pengolahan hasil pertanian yang digunakan selama ini masih berupa alat tradisional sehingga hasilnya kurang memuaskan.

“Kami juga sangat membutuhkan alat peras ekstrak gambir ,” katanya.

Sementara ketika berkunjung di Desa Kaban Tengah, Kecamatan Sitellu Tali Urang Jehe, Jenny menerima keluhan terkait ladang petani yang kerap diganggu monyet.

“Kami minta pemerintah tidak melepaskan monyet kehutan karena sudah mengganggu lahan pertanian masyarakat,” kata Manahan Tumannger dari Desa Bandar Baru.

Sedangkan di Kabupaten Dairi tepatnya di Desa Kendet Liang anggota Komisi B menerima keluhan dari
Kepala Desa setempat, Randus Bancin agar Pemerintah Kabupaten Dairi dan Pemprov Sumut memperhatikan jalan ke lahan pertanian mereka.

“Masyarakat Kendet Liang juga meminta kepada pemerintah agar bisa melepaskan lahan masyarakat agar bersertifikat,” pintanya.

Di kabupaten Tanahkaro tempatnya perkupulan PB3I Kabanjahe-Berastagi Jenny mendapat masukan soal banyaknya peredaran narkoba yang sudah merambah hingga ke anak-anak sekolah.

“Karena itu saya mengharapkan pemerintah Kabupaten Tanahkaro dan BNN untuk mencegah peredaran barang haram itu,” kata Jenny.

Di sisi lain Jenny juga meminta pemerintah kabupaten kota dan Pemprov Sumut untuk memperhatikan daerah terpencil.(LMC-02)

About Lintas Medan

Comments are closed.

Scroll To Top