Home / Peristiwa / Ayah Rela Mati Demi Puterinya Saat Hotel Ambruk

Ayah Rela Mati Demi Puterinya Saat Hotel Ambruk

Ilustrasi - Bangunan hotel yang ambruk akibat longsor.(Foto:Lintasmedan/ist)

Ilustrasi – Bangunan hotel yang ambruk akibat longsor.(Foto:Lintasmedan/ist)

Cianjur, 9/3 (LintasMedan) – Ada kisah pilu saat bencana longsor Hotel Club Bali di Desa Batu Lawang Cianjur Jawa Barat. Seorang ayah akhirnya dipastikan meninggal dunia dan sebelum maut menjemput dia berupaya menyelamatkan putrinya dari tekanan beton agar sang puteri tidak tertimpa.

Kepala Operasi Basarnas Propinsi Jawa Barat Harsono mengaku tercengang. Bertahun-tahun dia melakukan operasi penyelamatan di lapangan baru kali ini ia melihat aksi heroik seorang ayah yang mengorbankan nyawanya demi menyelamatkan sang anak.

“Posisi tubuh ayahnya itu menahan tekanan dinding kamar hotel dari depan, sementara bahu dan kedua tangannya menahan balok beton dari atas. Sang anak memeluk dibawah perut sang ayah,” cerita Harsono, Rabu.

Pemandangan itu terlihat melalui celah lubang yang menganga di lantai atas kamar 144.

Pria itu adalah Bun Susanto,35, sementara  putrinya Natasya,6, akhirnya selamat meski mengalami luka di kaki akibat terhimpit reruntuhan bangunan.

Harsono menduga ketika getaran longsor mulai bergerak, korban  Bun Susanto refleks berdiri dan memeluk putrinya dari atas kasur.

“Mereka tidur di kamar yang sama, begitu ada getaran kemungkinan korban langsung berdiri dan refleks menahan desakan longsor,” imbuhnya.

Menurut Mistar,35, salah seorang korban selamat, dia merupakan supir Bun Susanto yang berlibur bersama istrinya Lani,34, dan anak-anaknya. Mereka merupakan satu keluarga asal Kalimantan.

“Saya nggak nyangka, masih sempat ketawa-ketawa begitu sampai di hotel sekitar jam 22.00 WIB, Selasa (8/3) pesan kamar nomor 124 selain dua lantai kamar itu menghadap langsung ke taman kolam, dan ruangannya juga luas,” ujar Mistar.

Menurut Mistar, Lani memilih kamar belakang bersama suaminya Bun Susanto dan seorang anaknya Natsya.

Sedangkan dua anak Bun dan Lani yang lain yaitu Angel, Aster juga kakaknya Alfiana berada di kamar berbeda.

“Pembantunya I belakang, ada ruangan. Saya sendiri di sofa, sekitar dua jam kemudian saya dengar ada bunyi kayak dentuman ‘braaak’ dua kali lampu padam. Saya langsung lari ke pintu depan tiba-tiba kayak ada yang mendorong dari arah balik pintu kuat banget sampai saya tergencet pintu. Saat itu saya belum sadar bangunan atas ambles ke bawah,” tuturnya.

Setelah dirinya bisa keluar dari reruntuhan dia tersadar, Bun Santoso, Natasya dan Dewi masih berada di dalam. Saat itu kedengaran Dewi teriak-teriak minta tolong, kami berenam nggak bisa ngapa-ngapain karena situasi sekitar benar-benar gelap hanya ada cahaya senter. Akhirnya kita nunggu beberapa satpam hotel katanya mau lapor ke polisi,” tuturnya.

Mistar mengalami luka lecet di bagian leher dan kedua tangannya akibat material bangunan yang menggores saat dirinya merayap keluar dari dalam lubang.(LMC/Dtc)

 

About Lintas Medan

Comments are closed.

Scroll To Top