Home / Sumut / Petani Keluhkan Irigasi Menuju Swasembada Beras

Petani Keluhkan Irigasi Menuju Swasembada Beras

Anggota DPRD Sumut dari Fraksi Gerindra Eveready Sitorus saat berdialog dengan masyarakat petani di Desa Karang Anyar Kabupaten Deli Serdang dalam rangka reses, Senin (7/3).(Foto:Lintasmedan/ist)

Anggota DPRD Sumut dari Fraksi Gerindra Eveready Sitorus saat berdialog dengan masyarakat petani di Desa Karang Anyar Kabupaten Deli Serdang dalam rangka reses, Senin (7/3).(Foto:Lintasmedan/ist)

Deliserdang, 7/3 (LintasMedan)- Masyarakat petani di Desa Karang Anyar Kecamatan Beringin, Ramunia dan Pantai Labu Kabupaten Deliserdang mengaku siap mendukung program pemerintah menanam padi setahun tiga kali menuju swasembada beras serta meningkatkan kualitas produk petani dalam persaingan di pasar bebas Asia

Namun untuk bisa mewujudkannya petani masih memiliki berbagai kendala, salah satunya saluran irigasi yang belum maksimal mengairi sawah-sawah penduduk.

“Kami siap mendukung program pemerintah¬† mewujudkan swasembada beras, namun sampai saat ini saluran irigasi yang dibangun pihak Pengelola Sumber Daya Alam (PSDA) dan Balai Wilayah Sungai (BWS) belum maksimal mengaliri sawah kami,” ungkap, Slamet salah seorang petani.

Dia dan petani lainnya, di antaranya Susianti, dan Ramlan menyampaikan hal itu kepada anggota DPRD Sumut Eveready Sitorus saat melakukan reses di Desa Karang Anyar , Senin.

Kegiatan reses politikus Partai Gerindra daerah pemilihan (Dapil) III Kabupaten Deliserdang ini juga dihadiri Camat Beringin yang diwakili Wakil Camat Arvo Wibono, Kepala Desa Karang Anyar Sugeng , Danramil dan Poldes serta ratusan petani.

Kalangan petani berharap persoalan irigasimenjadi perhatian pemerintah Kabupaten Deliserdang dan Provinsi Sumatera Utata.

Masyarakat mengungkapkan di daerah mereka saat ini ada sekitar 18.500 ha lahan pertanian yang harus dialiri air.

Sementara rotasi pembagian air antara Kabupaten Deliserdang dan Kabupaten Serdang Bedagai harus maksimal karena disatu sisi lahan pertanian di Kabupaten Serdang Bedagai lebih luas.

Praktek yang mereka lakukan selama ini untuk bisa mengaliri sawah sawah penduduk terpaksa harus berjaga di bendungan irigasi yang ada mulai dari bendungan Pulau Takur selama 1 x 24 jam baru air bisa mengailir.

“Bagaimana mungkin swasembada pangan bisa tercapai kalau pembagian air tidak merata,” kata Slamet.

Sunardi Ketua Kelompok Karya Tani yang memiliki anggota sebanyak 50 orang juga menyampaikan bahwa program swasembada pangan dengan percepatan tanam masih membingungkan masyarakat.

Persoalan lainnya yang muncul di tengah-tengah masyarakat adalah alat kelengkapan pertanian seperti traktor untuk mengolah tanah tidak dimiliki masyarakat.

Dengan kurangnya alat-alat ini maka masyrakat juga merasa miris mengikuti program pemerintah dalam rangka percepatan pembangunan swasembada beras menuju MEA.

Menanggapi keluhan masyrakat Desa Karang Anyar Kecamatan Beringin Kabupaten Deliserdang yang pernah menjadi juara I tingkat Nasional di Lingkungan Hidup, Eveready mengatakan akan menyampaikannya kepada Bupati dan Gubernur.

Selain itu juga terkait saluran irigasi secara pribadinya akan disampaikannya kepada pihak Dinas PSDA dan BWS agar melakukan perbaikan khususnya di Desa Karang Anyar.(LMC-02)

About Lintas Medan

Comments are closed.

Scroll To Top