Home / Sports / Kisah Pelatih Turun Pangkat Dibahas Dalam Diskusi Olahraga

Kisah Pelatih Turun Pangkat Dibahas Dalam Diskusi Olahraga

Pelatihan manajemen dan kapasitas pengelolaan organisasi olahraga yang diselenggarakan di Medan, Senin (23/5) kerjasama Menpora RI dengan Dispora Sumut.(Foto:lintasMedan/ist)

Medan, 23/5 (LintasMedan) – Kisah Nurhayati, pelatih balap sepeda di Yogyakarta yang menerima sanksi dari instansi tempatnya bekerja jadi perhatian kalangan insan olahraga.

Kisah Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang turun pangkat dari golongan 2 A menjadi I D, gara-gara menjadi pelatih olahraga ini dibahas dalam kegiatan Diskusi Pelatihan Manajemen Olahraga dan Kapasitas Pengelolaan Organisasi Olahraga Fungsional, Profesional dan Prestasi Tahun 2016, di Medan, Senin.

Asisten Deputi Peningkatan Tenaga Organisasi Keolahragaan Kementerian Pemuda dan Olahraga melalui Kabid Peningkatan Pelatih dan Instrumen Suryadi Pawiro selaku salah seorang pembicara berharap peristiwa itu tidak lagi terjadi kepada seorang pelatih olahraga.

“Profesi Nurhayati sebagai pelatih dan juga PNS membuatnya dinyatakan tidak disiplin dan dianggap melakukan pelanggaran aparatur sipil,” kata Suryadi.

Akibatnya pelatih balap sepeda kontingen SEA Games 2015 Indonesia  ini diberi surat peringatan dan pangkatnya diturunkan.

Suryadi mengakui jika rumah Nurhayati dengan lokasi tempatnya melatih serta instansi tempat dia bekerja cukup jauh. “Nurhayati dinyatakan melakukan pelanggaran disiplin dengan absensi 200 hari dalam satu tahun,” paparnya.

Padahal kondisi ini, kata dia tidak harus terjadi, karena jabatan fungsionalnya memang seorang pelatih yang seharusnya memang melatih. “Tempat Nurhayati itu memang seharusnya di lapangan,” ujarnya.

Persoalan-persoalan tersebut, kata Suryadi pantas menjadi bahasan sehingga tidak ada lagi pelatih yang tidak diperhatikan jenjang karirnya.

Pelatihan manajemen olahraga tersebut juga membahas tentang perlunya standard kompetensi seorang pelatih yang dilakukan oleh Badan Standard dan Akreditasi Nasional Keolahragaan (BSANK).

“Uji kompetensi pelatih tidak hanya untuk pelatih yang sarjana. Kompetensi juga bisa diperoleh karena pengalaman,” ucapnya.

Pelatihan manajemen olahraga berlangsung selama tiga hari, 23 sampai 25 Mei di Garuda Plaza Hotel dan dibuka Deputi IV Kemenpora Gatot S Dewa Broto.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Sumatera Utara, Baharuddin Siagian dalam sambutannya mengatakan sangat mengapresiasi kegiatan yang turut menghadirkan sejumlah perwakilan pengurus organisasi olahraga Sumut sebagai peserta.

“Atas nama pemerintah Provinsi Sumut, kami menyambut baik kegiatan ini, serta mengucapkan terima kasih dan penghargaan atas kesempatan yang diberikan Kemenpora untuk pembinaan dan pengembangan olahraga yang lebih baik,” katanya.(LMC-02)

About Lintas Medan

Comments are closed.

Scroll To Top