Home / Medan / PDAM Tirtanadi Tingkatkan Pengelolaan Limbah Kawasan Danau Toba

PDAM Tirtanadi Tingkatkan Pengelolaan Limbah Kawasan Danau Toba

Rapat Konsultasi dan Edukasi Air sekaligus peninjauan kawasan Danau Toba oleh Anggota Pakar UNESCO  bersama para Direktur PDAM Tirtanadi, membahas tentang pengeloaan limbah domestik dan rumahtangga, baru-baru ini.(Foto:LintasMedan/ist)

Parapat, 31/5 (LintasMedan) – Persoalan limbah domestik dan rumah tangga yang dikhawatirkan semakin mencemari kawasan Danau Toba menemukan solusi.

Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtanadi selaku operator pengelola limbah akan terus melakukan gebrakan untuk meningkatkan pengelolaan limbah di kawasan yang bakal ‘disulap’ menjadi
kawasan wisata internasional itu.

“Dalam rangka mewujudkan Danau Toba menjadi Monaco of Asia tidak terlepas dari kajian lingkungan dan tata kelola limbah domestik di kawasan itu,” kata Direktur Air Limbah PDAM Tirtanadi Heri Batangari Nasution pada Rapat Konsultasi dan Edukasi Air oleh Anggota Pakar UNESCO di Parapat, baru-baru ini.

Dia mengatakan pengelolaan limbah domestik dan rumah tangga PDAM Tirtanadi yang beroperasi di kawasan Danau Toba Parapat sampai saat ini masih sejumlah 306 sambungan rumah.

“Jumlah pelanggan air limbah ini tidak kunjung bertambah selama bertahun-tahun,” ucapnya.

Hal tersebut, kata dia akibat berbagai faktor yang salah satunya sikap apatis terhadap pencemaran Danau Toba.

Sebagaimana data yang diperoleh, tutur Heri limbah domestik dari rumah tangga, peternakan bahkan hotel-hotel sampai saat ini masih banyak yang dibuang secara langsung ke Danau Toba.

“Instalasi Pengolahan Air Limbah PDAM Tirtanadi disini memiliki kapasitas pengelolaan untuk 2000 sambungan, jadi masih mampu untuk mengelola limbah 1700 sambungan lagi,” sebutnya.

PDAM Tirtanadi lanjut Heri kembali melakukan pendekatan ke semua pihak agar limbah domestik di kawasan tersebut bisa di kelola sehingga outputnya bisa tersalur ke Danau Toba sesuai dengan baku mutu yang ditentukan oleh Kementrian Lingkungan Hidup.

“Para pakar-pakar dari Unesco sudah dibawa ke tempat pengolahan limbah domestik kita untuk melihat secara langsung prosesnya,” kata Heri.

Rapat konsultasi itu dihadiri para ahli air dari berbagai negara dan berlangsung selama dua hari yakni di Medan dan Parapat.

Kegiatan juga dihadiri Direktur Adm dan Keuangan Arif Haryadian, Direktur UNESCO Asia Pasifik Profesor Shahbaz Khan, Profesor Sontak Lee yang saat ini menjabat Gubernur Konsul Air Dunia, DR. Olivia Castello dari United Nation Secretary General Advisory Body Filipina, Profesor Basant Maheshwari dari Australia.

Kemudian Profesor Demin Zhou dari China, DR. Thariq Rana dari Australia, DR. Anthony Sales dari Filipina, DR. Mohammad Roseli dari Malaysia, Profesor Ramadhan Hamdani Harahap dari USU dan berbagai akademisi lainnya.(LMC/rel)

About Lintas Medan

Comments are closed.

Scroll To Top