Home / Medan / PT Shanghai Bantu Nelayan Marelan

PT Shanghai Bantu Nelayan Marelan

Perwakilan PT Shanghai bersama Kadiskanla Sumut Zonni Waldi saat memberikan pengarahan kepada para nelayan sebelum memberikan bantuan berupa alat tangkap ikan, Kamis (9/6).(Foto:LintasMedan/irma)

Medan, 10/6 (LintasMedan) – PT Shanghai Elektrik Power Contruktion memberi bantuan berupa peralatan penangkap ikan kepada 75 nelayan Terjun Marelan.

Bantuan tersebut sebagai kompensasi akibat dampak pembangunan proyek PLTU yang dilakukan perusahaan Penanam Modal Asing (PMA) itu.

“Kami sengaja memberikan bantuan berupa barang agar langsung bisa digunakan oleh para nelayan,” kata Humas PT Shanghai, Mr Yang Ruile melalui penterjemahnya Haruna, saat melakukan verifikasi data nelayan di Kantor Lurah Paya Pasir Kecamatan Medan Marelan, Kamis.

Nelayan yang mendapat bantuan di lokasi itu sebanyak 75 orang, setelah sebelumnya bantuan kepada nelayan di beberapa wilayah yang terkena dampak juga diberikan oleh perusahaan itu.

Proses verifikasi juga disaksikan oleh Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan, Zonni Waldi, Camat Marelan yang diwakili Sekcam Suhariadi serta Lurah setempat.

Para nelayan yang akan menerima bantuan wajib menunjukkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK).

Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Zonni Waldi mengatakan, pihaknya selaku fasilisator antara nelayan dan perusahaan berkoordinasi dan mengusulkan agar perusahaan memberikan bantuan berupa barang atau alat tangkap ikan, dengan nilai sejumlah Rp6 juta/nelayan.

“Kalau berupa barang bisa langsung bermanfaat, dalam verifikasi itu nanti akan dipertanyakan sesuai kebutuhan mereka. Kalau sampannya yang rusak akan diberikan langsung sampan, atau misalnya mesin yang rusak,” katanya.

Pada kesempatan itu Zonni Waldi meminta nelayan agar tetap bersemangat serta bertekad mengubah hidup menuju sejahtera.

“Mengubah hidup sejahtera itu harus datang dari diri kita sendiri. Nelayan harus bersatu dan kompak. Jangan ketika bantuan belum datang kompak, tapi justru setelah datang bantuan malah terpecah,” katanya.

Dia juga meminta para nelayan untuk menunjukkan kartu yang menjadi wadah para nelayan.

Namun dari jumlah tersebut ternyata masih beberapa orang saja yang memiliki.

Dalam hal ini Zonni meminta para nelayan segera mengurus kartu tersebut agar bisa mendapatkan fasilitas dan bantuan dari pemerintah.

“Karena sekarang bantuan pemerintah tidak bisa lagi langsung ke individu, namun harus punya kelompok yang mendapat surat keterangan resmi dari walikota,” katanya.

Apabila nelayan memiliki kartu tersebut, sangat banyak manfaat yang diperoleh di antaranya bisa mendapat bantuan bahan bakar bersubsidi dan sebagainya.(LMC-02)

About Lintas Medan

Comments are closed.

Scroll To Top