Home / Sumut / Tempat Narkoba itu Disulap Jadi Bangunan Bernuansa Syariah

Tempat Narkoba itu Disulap Jadi Bangunan Bernuansa Syariah

Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi bersama Bupati Madina Dahlan Hasan Nasution di Lokasi Tapian Siri-Siri Syariyah usai membuka Pospeda Sumut, pekan kemarin.(Foto:lintasMedan/ist)

Panyabungan, 1/6 (LintasMedan) – Tapian Siri-Siri merupakan salah satu obyek wisata bernuansa syariah terletak di Kota Panyabungan Kabupaten Mandailing Natal.

Lokasi yang dikelilingi perbukitan hijau serta dialiri hamparan sungai dengan air yang bening itu, menjadi tempat pembukaan Pekan Olahraga dan Seni antar Pondok Pesantren Daerah (Pospeda) Sumatera Utara yang mulai digelar, pekan kemarin.

Siapa sangka jika sebelumnya lokasi itu menjadi sarang peredaran narkoba, gelap dan terbilang cukup rawan.

“Yah sebelumnya lokasi itu semak belukar dan sering digunakan untuk tempat mengonsumsi narkoba,” kata Bupati Kabupaten Madina Dahlan Hasan Nasution, kepada wartawan, usai menghadiri pembukaan Pospeda tersebut.

Terkait kondisi tersebut membuat pihaknya semakin gencar membangun lokasi indah itu dengan konsep syariah dan religius.

“Tempat ini nantinya akan dijadikan sebagai lokasi pengembangan keagaan dan tempat-tempat resmi seperti upacara, kita juga akan membangun mesjid dan tempat belajar Alquran di sini,” katanya.

Dahlan bertekad untuk mengembalikan Madina menjadi daerah religius serta dikenal dengan kota sejuta santri.

“Kita prihatin karena belakangan ini memang cukup marak peredaran narkoba di Kabupaten Madina ini,” sebutnya.

Sementara Pospeda Sumut 2016 dibuka secara resmi Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi serta dihadiri sejumlah pejabat Sumut lainnya.

Gubenur mengatakan olahraga merupakan salah satu cara tepat dan strategis dalam membangun disiplin dan karakter generasi muda.

“Dengan olahraga akan mewujudkan generasi muda yang sportif, berwatak jujur, bermoral dan bermental juara,” katanya.

Kegiatan Pospeda ini, kata gubernur memiliki makna yang sangat besar, disamping sarana seleksi santri untuk Pospenas Bulan November 2016, juga menjadi media menjalin persahabatan antara santri Ponpes di Sumut.

Ia mengajak seluruh santri untuk menghindari narkoba karena narkoba musuh yang harus diatasi bersama.Salah satu cara mengatasinya adalah dengan beraktifitas olahraga.

Pospeda Sumut ke-6 tahun 2016 menurut Ketua Pelaksana Baharuddin Siagian diikuti
908 atlet, pelatih dan ofisial. Mereka berasal dari 23 kabupaten/kota se Sumatera Utara.

Acara Pospedasu diawali dengan pembacaan ayat suci Al Quran oleh hafiz cilik berusia 2,5 tahun, Rizki Ramadhani. Meski masih muda, Rizki sudah hafal 3 juz Al Quran.

Pospedasu mempertandingkan 7 cabor dan 11 seni. 7 cabor yakni atletik, senam santri beregu putri, bola voli, bola basket, futsal, pencaksilat dan tenis meja.

Cabang seni yakni, pidato 3 bahasa, kaligrafi, seni musik islami, seni kriya, cipta puisi, fotografi islami, seni hadrah, video dokumenter, stand up comedy dan fashion islami.(LMC-02)

About Lintas Medan

Comments are closed.

Scroll To Top