Home / Headline / Jalinsum Simpang Penara “Horor” Bagi Warga Tanjung Morawa

Jalinsum Simpang Penara “Horor” Bagi Warga Tanjung Morawa

Anggota DORD Sumut Eveready Sitorus didampingi istri bergembira bersama ratusan anak-anak di sela acara reses menampung aspirasi warga Desa Perdamaian Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang, Jumat (15/7) (Foto:LintasMedan/ist)

Anggota DORD Sumut Eveready Sitorus didampingi istri bergembira bersama ratusan anak-anak di sela acara reses menampung aspirasi warga Desa Perdamaian Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang, Jumat (15/7) (Foto:LintasMedan/ist)

Tanjung Morawa, 15/7 (LintasMedan) – Sejumlah warga Desa Perdamaian Kecamatan Tanjung Morawa Kabupaten Deliserdang berharap pemerintah segera memberi solusi, membangun trotoar dan pulo jalan di Jalan Lintas Sumatera khususnya di Simpang Penara desa setempat.

“Jalinsum ini terlalu besar dan dilewati sejumlah kenderaan yang melaju kencang, untuk menyeberang jalan terlalu sulit dan sudah banyak korban yang tewas tertabrak,” kata Kristin Butar-Butar, warga Desa Perdamaian, kepada anggota DPRD Sumut Eveready Sitorus yang melakukan reses di Lapangan Perkebunan PTPN II Penara Kebun, Jumat.
Apalagi, warga lainnya, Basuki juga turut mengeluhkan tidak adanya rumah ibadah seperti mesjid dan musholla di sekitar Desa Perdamaian, sehingga warga yang ingin ke mesjid terpaksa harus menyeberang Jalinsum tersebut.

“Seperti saat sholat berjamaah pada hari raya Idul Fitri baru-baru ini, masyarakat di sini khususnya kaum ibu meski khawatir terpaksa harus menyeberang jalan menuju mesjid,” katanya.

Basuki berharap, selain pembangunan pulo jalan guna mempermudah warga menyeberang, pemerintah juga bisa membebaskan lahan eks HGU PTPN II di kawasan desa tersebut untuk pembangunan mesjid.

“Kami sangat membutuhkan pembebasan lahan, kalau fisik bangunan mungkin bisa atas swadaya masyarakat,” katanya.

Menanggapi keluhan warga tersebut Eveready mengaku sangat prihatin.

Apalagi dia juga mengatakan mendengarr baru-baru ini ada satu keluarga warga setempat yang mengalami kecelakaan saat mau menyeberang jalan.

“Saya dengar keluarga Pak Siahaan mengalami kecelakaan, dia dan istrinya meninggal, sedangkan anak-anaknya sampai sekarang masih di rawat di rumah sakit. Mereka mau menyeberang dan berhenti di tengah karena jalan terlalu lebar,” kata politisi Partai Gerindra ini.

Wakil rakyat daerah pemilihan (Dapil) Sumut III Kabupaten Deli Serdang berjanji akan membawa aspirasi itu ke Pemprov Sumut dan mendesak Balai Jalan segera menyikapinya.

Dari reses yang bertujuan menampung keluhan masyarakat itu, Eveready juga menerima sejumlah aspirasi lainnya, di antaranya persoalan banjir, infrastruktur buruk, pengangguran, minimnya sarana olahraga serta lahan pertanian kering akibat pembangunan jalan tol di wilayah itu.

“Kami sangat menderita karena setelah kehadiran jalan tol warga jadi kesulitan air untuk mengairi lahan pertanian,” keluh Morlan Sirait.(LMC-02)

About Lintas Medan

Comments are closed.

Scroll To Top