Home / Sumut / Orangtua Keluhkan Indikasi Korupsi di Dunia Pendidikan

Orangtua Keluhkan Indikasi Korupsi di Dunia Pendidikan

Anggota DPRD Sumut Muhri Fauzi Hafiz saat melakukan reses ke daerah pemilihannya di Kota Binjai baru-baru ini.(Foto:lintasMedan/ist)

Medan, 19/7 (LintasMedan) – Kalangan orangtua murid banyak mengeluhkan mahalnya biaya masuk sekolah untuk tahun ajaran baru saat ini.

Keluhan tersebut disampaikan para orangtua kepada anggota DPRD Sumatera Utara Muhri Fauzi Hafiz yang langsung bertemu masyarakat saat melakukan reses di Kelurahan Sukaramai kecamatan Binjai Barat, kota Binjai.

“Masyarakat banyak mengeluhkan untuk masuk sekolah di tahun ajaran baru cukup mahal, sampai harus mengeluarkan biaya hingga jutaan rupiah,” sesal Politisi Demokrat ini, Selasa.

Padahal para siswa yang ditest secara tertulis dalam proses ujian nasional (UN) mendapatkan nilai baik, namun tetap kekhawatiran tidak lulus jika tidak memberikan sejumlah uang kepada oknum tertentu.

“Bahkan ada calon siswa yang nilai UN nya cukup tinggi namun saat test tertulis dinyatakan tidak lulus diduga akibat tidak menyetor sejumalah uang,” kata anggota Komisi C DPRD Sumut ini.

Kelemahan yang terjadi dalam sistem penerimaan siswa baru baik di sekolah setingkat SMP/SMA/SMK, saat ini, kata dia harus segera diperbaiki.

“Aspirasi itu pasti akan saya masukkan dalam laporan reses ini, agar diketahui Gubernur, bahwa perilaku korup masih terjadi di dunia pendidikan kita,” katanya.

Lebih jauh Muhri menyampaikan akan mengusulkan agar ada satu mekanisme yang lebih baik mampu menjamin bahwa untuk masuk sekolah pada tahun ajaran baru, tidak perlu lagi upaya sogok-menyogok.

“Biarlah putra/i kita, adik dan kemanakan kita bersaing secara baik dengan kemampuan yang dimilikinya, jika ada test tertulis, kita buka saja secara transparan hasil test tertulis yang sudah diikuti,” tuturnya.

Dia meminta Gubernur/Bupati/Walikota, sepatutnya memperhatikan keresahan yang terjadi saat ini.

“Apalagi dunia pendidikan adalah untuk masa depan dan cita-cita anak/cucu kita, janganlah semangat itu, dikubur dalam-dalam dengan perilaku korup yang dilakukan oleh oknum-oknum yang hanya berbuat untuk kepentingan pribadinya,” katanya.

Dalam reses tersebut sejumah persoalan lainnya di tengah-tengah masyarakat juga terungkap, di antaranya masalah pengangguran dan sejumlah urusan lainnya yang berkaitan dengan kepemerintahan masih kental nuansa sogok-menyogok dengan istilah “uang administrasi”.

Selain dialog menyampaikan aspirasi, acara reses diisi dengan kegiatan penyuluhan tentang pengembangan ekonomi rumah tangga yang disampaikan oleh ketua pengawas koperasi serba usaha (KSU) syariah Oditor Nyaman Binjai, Habibullah, juga menerima saran dari masyarakat agar daerah-daerah pinggiran kota diperhatikan pembangunan ekonominya. (LMC/rel)

About Lintas Medan

Comments are closed.

Scroll To Top