Home / Medan / PDAM Tirtanadi Persentasekan ‘Water Security in Medan’ di Asia-Pacific

PDAM Tirtanadi Persentasekan ‘Water Security in Medan’ di Asia-Pacific

Direktur Air Minum PDAM Tirtanadi Sumut Ir. Delviyandri, M.Psi mempersentasekan sebuah proyek penelitian bekerjasama dengan UNESCO di hadapan peserta Asia-Pacific Regional Science Meeting, di Bali 21 – 24 Juli 2016.(Foto:lintasMedan/ist)

Medan, 25/7 (LintasMedan) – Direktur Air Minum PDAM Tirtanadi Sumut Ir. Delviyandri, M.Psi mempersentasekan sebuah proyek penelitian bekerjasama dengan UNESCO di hadapan peserta Asia-Pacific Regional Science Meeting, di Bali 21 – 24 Juli 2016.

“Proyek yang bernama Water Security in Medan City until 2030 ini merupakan salah satu hasil MoU kerjasama antara UNESCO dan PDAM Tirtanadi,” katanya dalam siaran pers, Senin.

Menurut Delviyandri, proyek itu menargetkan pemenuhan kebutuhan sumber air baku bagi PDAM Tirtanadi di Sei Bingei dan Sei Ular. Target itu untuk memenuhi 100 % pelayanan air minum masyarakat di Kota Medan.

“Hasil penelitian ini diharapkan agar UNESCO dapat mengeluarkan rekomendasi kepada Pemerintah agar bekerja sama menjaga kelestarian hutan di areal Sibolangit sebagai sumber resapan air dari mata air Sibolangit yang dimanfaatkan PDAM Tirtanadi untuk melayani masyarakat Kota Medan,” paparnya.

Diketahui, Asia-Pacific Regional Science Meeting itu mengangkat tajuk “Fostering Collaboration Between UNESCO in the Field and Networks Towards the Agenda 2030 in Conjunction with the 3rd Asia Pacific Biosphere Reserves Network (APBRN) Strategic Meeting”.

Acara koordinasi strategis UNESCO itu dimaksudkan untuk mendiskusikan dan menyusun strategi untuk mendorong dialog, kerjasama, jaringan dan berbagi pengetahuan serta sumber daya di antara UNESCO dan jaringannya untuk mendukung Agenda 2030 dan SDGs melalui mandat UNESCO tentang Ilmu Pengetahuan Alam.

Hadir dalam pertemuan itu antara lain, UNESCO Natural Sciences Manajer Senior, Spesialis Program Ilmu Pengetahuan Alam UNESCO, Komite Nasional MAB dan perwakilan dari jaringan BR, Komite Nasional International Hidrologi program (IHP) dan pemangku kepentingan di bidang air Air, dan sejumlah instansi lainnya, yakni APCE, Puslitbang Geologi, HIST, HTCKL, ICHARM, IKCEST, ISTIC, dan RCUWM-Teheran.(rel)

About Lintas Medan

Comments are closed.

Scroll To Top