Home / Sumut / Petani Pasar Melintang Keluhkan Harga Gabah Anjlok Saat Panen

Petani Pasar Melintang Keluhkan Harga Gabah Anjlok Saat Panen

Anggota DPRD Sumut Eveready Sitorus saat menggelar reses di Desa Pasar Melintang Deli Serdang, Sabtu (16/7).(Foto:lintasMedan/irma)

, Galang- 17/7 (LintasMedan) – Sejumlah warga petani di Dusun 1-3 Desa Pasar Melintang Kabupaten Deli Serdang menyampaikan keluhan mereka kepada anggota DPRD Sumut, Eveready Sitorus pada kegiatan reses di wilayah itu, Sabtu.

Salah satu keluhan petani adalah anjloknya harga gabah pada titik terendah Rp4.700/kg justru di saat musim panen.

Hal itu diungkap Alpinus Parhusip, salah seorang warga dalam pertemuan yang dihadiri 250 kepala keluarga (KK) itu.

Penderitaan petani di wilayah itu semakin diperparah dengan masih berlangsungnya proyek pembangunan jalan tol yang telah berlangsung kurang lebih dua tahun.

“Akibat pembangunan ini kondisi sejumlah ruas jalan penghubung Jalan Dusun 1-3 ke Jalan Mangga Besar rusak parah. Hasil panen juga tak bisa diangkut ke pasar karena ruas jalannya rusak parah penuh debu jika musim kemarau berlangsung dan menjadi kubangan kerbau jika hujan turun,” kata warga lainnya J Gultom.

Apalagi saat ini untuk menuju akses jalan utama tak bisa dilewati karena pembangunan jalan tol.

Jalan aset desa sekarang ini, kata dia menjadi Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) sehingga warga yang melintas harus melalui jalan desa ke desa hingga jarak tempuhnya sangat jauh.

Warga berharap pihak PT Waskita yang melakukan pekerjaan proyek jalan tol itu segera membangun terowongan untuk lalulintas warga sekitar.

Menyikapi persoalan anjloknya harga gabah petani, Eveready menegaskan segera membahas persoalan itu dengan Dinas Pertanian guna mencari solusinya.

“Ini ulah tengkulak dan harus segera diamankan, saya segera bahas ini dengan Dinas Pertanian,” kata Politisi Partai Gerindra itu.

Reses tersebut turut membahas sejumlah persoalan lainnya di wilayah itu di antaranya terungkap bahwa Pasar Melintang tak memiliki kantor desa.

Hilangnya kantor desa hasil swadana masyarakat itu akibat pelebaran proyek jalan tol Medan Binjai Tebing Tinggi dan Kualanamu.

“Sudah dua tahun ini kami warga Desa Pasar Melintang tak memiliki Kantor Desa. Padahal kantor yang dihancurkan itu merupakan swadana dari masyarakat. Sekarang kantor desa ngontrak di rumah penduduk sekitar,” kata Sinaga.

Padahal informasinya, kata Sinaga pihak PT Waskita sudah membayar uang ganti rugi kantor desa ke Pemkab Deliserdang.

“Namun sampai sekarang kantor desa tak kunjung dibangun, apalagi Agustus 2016 ini kontrak kantor desa sementaradi Pasar Melintang itu akan berakhir,” paparnya.(LMC/rel)

About Lintas Medan

Comments are closed.

Scroll To Top