Home / Medan / Warga Keluhkan PKL, Pedagang Resah Harus Bayar Rp50 Juta

Warga Keluhkan PKL, Pedagang Resah Harus Bayar Rp50 Juta

Anggota DPRD Sumut menyalami sejumlah kaum ibu saat reses di Jalan SM Raja Kecamatan Medan Kota baru-baru ini.(Foto:lintasMedan/ist)

Anggota DPRD Sumut Darwin Lubis menyalami sejumlah kaum ibu saat reses di Jalan SM Raja Kecamatan Medan Kota baru-baru ini.(Foto:lintasMedan/ist)

Medan, 15/7 (LintasMedan) – Reses anggota DPRD Sumut Darwin Lubis di kawasan Jalan SM Raja Kecamatan Medan Kota banyak menampung aspirasi dan keluhan baik dari pedagang Pasar Simpang Limun maupun dari sejumlah warga yang bertempat tinggal di sekitar lokasi pasar tradisional itu.

“Pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Pasar Simpang Limun makin menjamur hingga memakan badan Jalan Kemiri yang berada tepat di belakang pasar. Akibatnya warga di sini sangat terganggu,” keluh Martha Raja Nasution kepada politisi Hanura itu.

Warga, kata Martha sangat kesulitan berlalulintas akibat padatnya pedagang.

“Apalagi saat ada warga yang meninggal dunia. Kami sangat susah melintas apalagi membawa keranda mayat,” tuturnya.

Dia berharap wakil rakyat Dapil Sumut I Kota Medan itu segera menyampaikan permasalahan tersebut kepada Walikota Medan Dzulmi Eldin agar fungsi Jalan Kemiri mampu dikembalikan.

Reses Darwin yang digelar di Jalan SM. Raja, Gang Merdu Lingkungan II, Kelurahan Sudirejo, Kecamatan Medan Kota ini selain dihadiri warga setempat juga mendatangkan puluhan pedagang yang sehari-hari berjualan di Pasar Simpang Limun.

Farida pedagang di Pasar Simpang Limun mengeluhkan karena adanya informasi mereka dikenakan biaya Rp50 juta untuk mendapat lapak jualan yang akan dibangun oleh Pemko Medan melalui PD Pasar.

“Kami mohon bapak untuk mempertanyakan kepada Pemko Medan, apakah kabar itu benar atau tidak. Karena jika harus membayar nominal yang begitu besar, pedagang merasa keberatan dan tidak sanggup,” katanya.

Selain dua persoalan itu, sejumlah keluhan lainnya dari warga juga terungkap seperti masalah drainase yang tumpat menyebabkan banjir kerap terjadi jika hujan turun.

Menjawab keluhan dan aspirasi masyarakat, Darwin mengatakan segera menyampaikannya ke pemerintah baik provinsi maupun kota.

“Persoalan jalan yang sudah beralih fungsi menjadi tempat berjualan memang banyak terlihat di Kota Medan pemerintah sudah seharusnya melakukan penataan,” katanya. (LMC/rel)

About Lintas Medan

Comments are closed.

Scroll To Top