Home / Peristiwa / 2 Jurnalis Cedera Dipukuli Puluhan Anggota TNI

2 Jurnalis Cedera Dipukuli Puluhan Anggota TNI

Puluhan anggota TNI usai terjadi bentrok fisik dengan warga Sari Rejo Medan Polonia akibat sengketa lahan, Senin (15/8).(Foto:LintasMedan/IMC)

Medan, 15/8 (LintasMedan) – Dua jurnalis terpaksa dilarikan ke rumah sakit dalam kondisi luka-luka akibat dianiaya puluhan oknum TNI, saat meliput rusuh di Jalan Avros, Kelurahan Sari Rejo, Kecamatan Medan Polonia, Senin.

Dalam peristiwa itu juga terjadi kontak fisik aparat dengan ratusan warga sipil akibat sengketa lahan.

Kedua jurnalis yang terluka yakni Array Agus, wartawan tribun-medan.com dan Andi Safrin, wartawan MNC TV.

Kondisi Safrin yang lebih parah terluka di pelipis mata sebelah kanan dan rusuk lebam.

Kamera, ID Card dan dompet korban juga dirampas.

Kedua wartawan ini dianiaya ketika berada di kawasan Karang Sari, Jalan SMAN Dua, Kecamatan Medan Polonia, disaat aparat melakukan sweeping rumah-rumah warga.

Selain menganiaya dua jurnalis tiga warga sipil juga menjadi korban keberingasan aparat.

Ketiganya Hendro Gunawan, Tri Wisesa dan Iqbal.

Ketua Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (ITJI), Yadi Hendriana, yang juga Pemimpin Redaksi (pemred) MNC Grup mengaku dirinya sudah dikontak pihak TNI AU atas aksi bentrok dan penganiayaan wartawan.

“Semua alat-alat jurnalistik wartawan yang dianiaya sudah dikembalikan. Pihak TNI AU katanya akan mengadakan pertemuan dengan korban. Mereka ingin meminta maaf atas peristiwa penganiayaan tersebut,” kata Yadi.

Sementara itu, Forum Jurnalis Perempuan Indonesia (FJPI) mendesak agar tindakan kekerasan TNI AU dan Paskhas Lanud Suwondo Medan kepada dua wartawan diproses secara hukum.

“FJPI mendesak pelaku diproses secara hukum karena ini bukan kali pertama TNI AU bertindak arogan kepada wartawan,” kata Ketua FJPI, Ramdeswati Pohan.

Tak hanya itu, FJPI mengajak seluruh jurnalis di Indonesia, khususnya di Medan untuk melakukan aksi solidaritas untuk mendukung kedua wartawan yang saat ini sedang mendapatkan perawatan di RS Mitra Sejati Medan.

Aksi kekerasan kepada Safrin dan Array terjadi saat meliput aksi massa dari warga Sari Rejo karena ingin mempertahankan tanah mereka yang ingin dijadikan Rumah Susun Sewa (Rusunawa).(LMC-04/imc)

About Lintas Medan

Comments are closed.

Scroll To Top