Home / Medan / DPRD Medan Dukung Pemutusan Kontrak Aston Dengan Entrance

DPRD Medan Dukung Pemutusan Kontrak Aston Dengan Entrance

Ilustrasi – Aston

Medan, 9/8 (LintasMedan) – Kerap menimbulkan persoalan di antaranya perkelahian, pihak DPRD Kota Medan mendukung penuh manajemen Hotel Grand Aston Medan untuk memutus kontrak kerjasama dengan klub malam Entrance.

“Kita mendukung Aston tak perpanjang Entrance, dan kedepan jika memang akan memasukkan klub malam lainnya, agar pengawasannya bisa lebih diperketat,” kata anggota Komisi C DPRD Kota Medan, Hendra DS, pada rapat dengar pendapat dengan Dinas Pariwisata dan manajemen Hotel Grand Aston, Selasa.

Sebagaimana pengakuan Dinas Pariwisata kata Hendra Entrance adalah penyewa namun sebaiknya pihak Aston lebih maksimalkan pengawasan, karena Kota Medan saat ini tergolong darurat narkoba.

“Kita kecewa Entrance statusnya menyewa, tapi bertindak layaknya fasilitas hotel, ini berdasarkan temuan kita di bulan puasa kemarin klub malam itu tetap buka serta belum lagi berbagai persoalan yang timbul mulai dari perkelahian dan lainnya, maka-nya kami mau minta keterangan tentang persoalan ini,”tegasnya.

Ketua Komisi C Anton Panggabean, juga membenarkan bahwa Medan darurat narkoba.

”Kalau memang Aston tak perpanjang Entrance, saran kita jangan cuma ganti cassing, artinya kegiatan serupa tetap berjalan,” ujarnya.

Ditempat yang sama, Silvey Tangkilisan, GM Grand Aston Hotel Medan menegaskan di awal tahun 2017 kontrak kerja sama (sewa gedung) terhadap klub malam Entrance segera diputus.

“Kami sudah lakukan teguran terkait berbagai masalah di Entrance, tak sampai situ, kami sudah putuskan tak memperpanjang kontraknya tahun depan,”katanya.

Menurut Silvey, berkenaan dengan status manajemen Aston dengan Entrance itu berbeda karena Entrance sebagai penyewa.

“Tapi kalau dikatakan sebagai fasilitas hotel Grand Aston memang sulit dipungkiri, karena posisinya berada di dalam hotel dan tamu-tamu memanfaatkannya,”ucapnya.

Mengenai desakan dewan agar manajemen Grand Aston mengoptimalkan pengawasan langsung terhadap Entrance, pihaknya mengaku sulit melakukannya.

“Tidak mungkin itu, paling cuma koordinasi sajalah,” katanya.

Tapi,diakui Silvey, pihaknya pernah menegur pihak Entrance, terkait masalah narkoba, demikian pula kerap terjadi kasus perkelahian di lokasi itu.(LMC-02)

About Lintas Medan

Comments are closed.

Scroll To Top