Home / Headline / Pelaku Bom Bunuh Diri di Medan Anak Pengacara

Pelaku Bom Bunuh Diri di Medan Anak Pengacara

Rumah pelaku bom bunuh diri di Gereja Santo Yosep saat digeledah polisi,Minggu (18/8).(Foto:lintasMedan/Okezone)

Medan, 28/8 (LintasMedan) – Pelaku pembawa bom ke Gereja Katolik Stasi Santo Yosep, Ivan Armadi Hasugian, 17,  merupakan anak seorang pengacara di Medan Makmur Hasugian, sedangkan ibunya Arista Boru Purba bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Puskesmas.

Bungsu dari tiga bersaudara ini merupakan pribadi tertutup dan pendiam serta jarang bergaul di lingkungan tempat tinggalnya di Jalan Setia Budi Gang Sehati.

“Anaknya tertutup dan tidak bergaul dengan tetangga. Bertegur sapapun jarang,” kata J boru Sagala, tetangga pelaku, Minggu.

Menurut warga keluarga itu memang terkesan tertutup. “Paling hanya ibunya si boru Purba saja yang mau ngomong sama warga sini. Ayahnya juga jarang terlihat kami bicara sama warga,” ujarnya.

Siagian, tetangga sebelah rumah Ivan juga memaparkan bahwa pelaku baru tamat dari SMA Negeri 4 Medan.

Namun, Siagian mengaku tidak begitu mengenal pelaku. Karena remaja itu tertutup dan kurang bergaul.

“Saya tahu ayahnya pengacara dan ibunya PNS di Puskesmas dan dia memiliki seorang kakak laki-laki dan seoprang perempuan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Lingkungan 11 Tanjung Sari, Medan Selayang, Yulike, membenarkan keluarga Irvan merupakan warga yang telah lama tinggal di lingkungan itu.

“Mereka orang lama. Sudah sekitar 20 tahun tinggal di sini. Tapi tidak bergaul,” ucapnya.

Sedangkan menurut Yulike kedua orang tua korban sudah dibawa ke kantor polisi.

“Tadi sudah dibawa mereka sama Polisi. Tapi kita tidak tahu dibawa kemana.‎ Entah ke Polda atau ke Polres,” ujar Yulike.

Seperti diketahui, pelaku berupaya meledakkan bom di rumah ibadah Santo Yosep, Minggu pagi dan menyerang pemuka agama Albert S. Pandingan dengan sebilah pisau saat akan berkhotbah di depan mimbar. (LMC/int)

About Lintas Medan

Comments are closed.

Scroll To Top