Home / Hukum / Praktisi : Usut Sutradara di Balik Teror Bom Medan

Praktisi : Usut Sutradara di Balik Teror Bom Medan

Praktisi Hukum JS Simatupang (Foto:Lintasmedan/ist)

Praktisi Hukum JS Simatupang (Foto:Lintasmedan/ist)

Jakarta, 28/8 (LintasMedan) – Kalangan praktisi hukum mengutuk keras teror bom yang terjadi di Gereja Katolik Stasi Santo Yosep, Minggu pagi.

“Sebagai putra Sumut saya sangat menyesalkan peristiwa itu,” kata Advokat JS Simatupang, melalui siaran pers yang diterima LintasMedan.Com dari Jakarta, Minggu malam.

Pengacara kondang yang juga anggota hukum VOX (Organisasi Katolik) ini meminta Kepala Kepolisian Republik Indonesia dan Badan Intelijen Nasional (BIN) segera mengusut tuntas siapa dalang di balik peristiwa tersebut.

“Jangan hanya sebatas seorang pelaku saja yang ditangkap. Saya yakin ada Sutradara di balik teror ini,” cetusnya.

JS Simatupang juga mengaku prihatin dengan terkesan lemahnya tingkat keamanan publik di negeri Indonesia saat ini.

Menurut dia musuh dan kekhawatiran masyarakat saat ini bukan karena adanya perbedaan, agama, ras atau golongan.

Namun warga justru mengkhawatirkan lemahnya pengawasan dari pemangku jabatan termasuk BIN sehingga mengakibatkan terjadinya suasana yang kurang kondusif dan mengganggu ketenteraman masyarakat.

“Semestinya BIN bisa mendeteksi sejak dini, bahkan semestinya jarum jam jatuh di bumi Indonesia ini pun harus sampai ke telinga BIN,” katanya.

Dia menegaskan akan mempelajari kasus ini dan jika aparat hukum tidak mampu menuntaskannya, sebagai pengurus di organisasi Katolik, JS merasa ikut bertanggungjawab untuk melakukan advokasi terhadap peristiwa teror tersebut.

Sementara Praktisi Peduli Pendidikan Nasional Yyng juga ketua Satgas Indonesia Pintar ( SIP ) Yanti Sriyulianti juga mengaku prihatin dengan adanya gangguan keamanan berupa teror bom di saat jemaah sedang melakukan ibadah.

“Harus segera diusut tuntas siapa dalangnya dan jangan sampai ada lagi teror yang mencabut hak hidup masyarakat di republik tercinta ini,” tuturnya.

Seperti diketahui pelaku pembawa bom ke Gereja Katolik Stasi Santo Yosep, Ivan Armadi Hasugian, 17, saat ini telah diamankan oleh petugas kepolisian guna penyelidikan.

Selain berupaya meledakkan bom rakitan yang berada dalam tas ranselnya, pelaku juga menyerang pemuka agama Albert S. Pandingan dengan sebilah pisau saat akan berkhotbah di depan mimbar.(LMC-02)

About Lintas Medan

Comments are closed.

Scroll To Top