Home / Headline / BNPT : Teroris Bukan Islam

BNPT : Teroris Bukan Islam

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Komjen Pol. Drs. Suhardi Alius saat berkunjung ke Rumah Aspirasi Romo Centre di Medan, Rabu (7/9).(Foto:LintasMedan/irma)

Medan, 7/9 (LintasMedan) Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Komjen Pol. Drs. Suhardi Alius membantah keras persepsi yang kerap mengidentikkan teroris adalah Islam.

“Itu pemikiran yang salah, tindakan terorisme tidak bisa diidentikkan dengan ajaran agama manapun apalagi Islam,” katanya menjawab wartawan, di Rumah Aspirasi Romo Centre di Medan, Rabu.

Menurutnya ummat Islam justru ikut berperan untuk menyadarkan para mantan pelaku terorisme kembali ke jalan yang benar.

Hasilnya salah seorang mantan narapidana kasus terorisme Khairul Ghazali terbukti telah mendirikan Pesantren Darusy Syifa untuk membimbing anak-anak para narapidana kasus teroris agar menuntut ilmu agama sesuai ajaran Islam.

“Pesantren Darusy Syifa itu sangat bagus, didirikan langsung oleh mantan pelaku yang sudah sadar,” kata Alius.

Kedatangan mantan Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Jawa Barat ini ke Medan juga dalam rangka mengunjungi pesantren tersebut.

Sementara anggota DPR RI H.Raden Muhammad Syafi’i (Romo) di kediamannya itu mengatakan pansus terorisme segera terbentuk salah satunya untuk menetapkan defenisi dari teroris

Menurut Romo yang juga ketua pansus tersebut, pemerintah harus segera merinci defenisi dari terorisme melihat begitu gencarnya ‘fitnah’ terhadap ummat Islam terkait tindakan yang meresahkan negara itu.

“Ketika pemerintah menyerukan perang terhadap korupsi, rakyat mendukung, begitu juga perang terhadap narkoba mendapat dukungan penuh dari rakyat,” papar Politisi Partai Gerindra ini.

Namun, ketika pemerintah dan aparat gencar menyerukan untuk memerangi teroris, kata Romo terkesan justru tidak mendapat dukungan dari rakyat malah mengundang kebencian masyarakat.

“Ya itu akibat tidak adanya defenisi tentang teroris. Jadi terorisme itu sifatnya tersendiri dan jangan disatukan dengan stigma-stigma agama. Ini yang akan dibahas dalam pansus terorisme,” papar Legislator yang sempat menghebohkan media sosial akibat lantunan doanya di sidang paripurna DPR itu. (LMC-02)

About Lintas Medan

Comments are closed.

Scroll To Top