Home / Medan / Disdik Medan Tidak Transparan Soal Anggaran

Disdik Medan Tidak Transparan Soal Anggaran

Medan, 14/9 (LintasMedan) – Anggota DPRD Medan menuding Kepala Dinas Pendidikan Kota Medan, Marasutan Siregar tidak transparan dalam menjawab penggunaan anggaran di instansi tersebut.

Marasutan juga terkesan berbelit-belit saat memaparkan pertanyaan legislator pada Rapat Panitia Khusus (Pansus) Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) APBD 2015 Kota Medan, Rabu.

Anggota Pansus DPRD Medan Irsal Fikri mempertanyakan ke Disdik Medan kenapa pengadaan mobiler sekolah banyak yang tidak sesuai dengan spesifikasi.

Kemudian dana sertifikasi guru yang tidak disalurkan langsung ke rekening guru dan kenapa ada pemotongan dana sertifikasi, namun tidak bisa dijawab dengan baik oleh Marasutan Siregar.

” Disdik Kota Medan tidak transparan dalam menjawab berbagai pertanyaan terkait penggunaan anggaran,” katanya.

Padahal, kata dia pertanyaan-pertanyaan itu menjadi dasar para anggota Pansus untuk melakukan kunjungan ke lapangan melihat secara langsung kondisi ril pemnyaluran dana APBD tersebut.

Irsal menambahkan selain masalah mobiler, ternyata Disdik Kota Medan juga melakukan pemotongan dana sertifikasi guru.

“Kan sudah terbongkar sekarang, ternyata dana sertifikasi itu nyangkut dulu ke rekening bendahara dan dananya dipotong,” paparnya.

Anggota Pansus LPJ lainnya, Parlaungan Simangunsong mengkritisi pengadaan mobiler sekolah 2015 untuk tingkat SD-SMP sebesar Rp 7 milyar dan untuk tingkat SMA-SMK senilai Rp 5 milyar yang tidak jelas keberadaannya.

“Bagaimana kita bisa membedakan bahwa barang ini mobiler dari 2014 dan yang ini dari pengadaan mobiler 2015. Ini kan tidak jelas. Makanya, ini akan jadi bahan kita juga nanti saat turun ke lapangan,” tegasnya.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Medan, Marasutan Siregar mengungkapkan pengadaan mobiler dilakukan setiap tahun untuk memenuhi permintaan sekolah. Marasutan Siregar mengklaim bahwa pengadaan mobiler di sekolah-sekolah penyalurannya cukup baik.

Terkait masalah transfer dana sertifikasi yang tidak langsung disetorkan ke rekening guru, Marasutan Siregar membantah dana sertifikasi tersebut tidak langsung disetorkan ke rekening guru.

“Yang jelas itu masuk ke rekening guru, bukan ke rekening bendahara Disdik,” ujarnya.(LMC-03)

About Lintas Medan

Comments are closed.

Scroll To Top