Home / Sports / KONI Sumut Akui PON Jabar Banyak Masalah

KONI Sumut Akui PON Jabar Banyak Masalah

Jhon Ismadi Lubis (Foto:lintasMedan/irma)

Bandung, 25/9 (LintasMedan) – Ketua Harian KONI Sumatera Utara Jhon Ismadi Lubis mengakui cukup banyak masalah khususnya di bidang penjurian pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX/2016 di Jawa Barat.

“Cukup banyak faktor X yang terjadi hampir di semua cabor, sangat merugikan sejumlah kontingen provinsi dan tidak hanya Sumut,” katanya ketika berkunjung ke ruang VIP media center umum (MCU) PON di Hotel Trans Studio Bandung, kemarin.

Menurutnya kualitas penjurian di beberapa pertandingan sangat buruk dan terkesan banyak menguntungkan tuan rumah. “Kualitas penjurian pada PON inilah yang paling banyak masalah, dibanding sebelum-sebelumnya. Bahkan di PON Riau jauh lebih baik,” ujarnya.

Hal itu dibuktikan dengan banyaknya kericuhan di berbagai venue pertandingan, seperti di polo air, karate dan sepakbola.

Bahkan di cabor wushu wasit sampai memberikan emas bersama paska protes mengarah ‘provokasi’ terhadap penonton yang dilakukan tuan rumah Jawa Barat terhadap atlet Sumut.

Meski demikian Jhon yang juga Ketua Kontingen Sumut mengaku puas dengan prestasi yang ditorehkan para atlet Sumut hingga lebih sepekan gelaran PON.

Posisi Sumut hingga kini masih bertahan di urutan ke lima dan terbaik untuk Sumatera.

Rangking yang di peroleh Sumut tersebut menurutnya sangat memuaskan, meski dari perolehan medali provinsi ini belum mampu mencapai target dengan 14 emas.

Sedangkan pada PON empat tahun lalu di Riau, Sumut bertengger di posisi 8 dan berhasil memperoleh 20 medali emas.

Menurut Jhon ukuran prestasi di PON tidak hanya ditinjau dari jumlah raihan medali.

“Medali banyak pun kalau rangking turun juga tidak bisa dikatakan sebagai suatu gambaran keberhasilan dari pembinaan,” katanya.

Apalagi, sebut dia penurunan target dari jumlah medali juga dialami hampir seluruh kontingen lain di luar tuan rumah Jabar.

“Ya itu tadi akibat kualitas wasit/juri yang cukup banyak menuai masalah,” ujarnya.

Meski demikian, sebut Jhon gelaran PON belum berakhir dan Sumut masih berpeluang menambah pundi-pundi medali.

“Masih ada beberapa cabor yang sedang bertanding, seperti anggar, gulat, taekwondo bahkan biliar yang masih punya potensi medali,” katanya. (LMC-02)

About Lintas Medan

Comments are closed.

Scroll To Top