Home / Medan / Mobiler Tanpa Label Diduga Upaya Penyamaran Sumber Dana

Mobiler Tanpa Label Diduga Upaya Penyamaran Sumber Dana

Ilustrasi - gedung DPRD Medan

Ilustrasi – gedung DPRD Medan

Medan, 27/9 (LintasMedan) – Panitia Khusus DPRD Medan Pembahasan Laporan Pertanggungjawaban Walikota Medan atas Pelaksanaan APBD 2015 (Pansus) 2015 meninjau sejumlah sekolah yang menerima bantuan mobiler (kursi/meja) belajar.

Peninjauan untuk memastikan pengadaan mobiler oleh Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Medan sesuai dengan laporan keuangan Pemko Medan tahun 2015.

Kunjungan Pansus LPj DPRD Medan yang dipimpin M Nasir meninjau SMA Negeri 1 yang menerima 240 set (kursi/meja), SMK N 7 yang menerima 240 set dan SMA N 2 Medan sebanyak 200 set. Mobiler tanpa label yang menunjukkan data aset menimbulkan pertanyaan bagi anggota Pansus.

“Seyogyanya logo Pemko ditampilkan, ini kan duit rakyat. Masa harus disembunyikan. Muncul kecurigaan, apakah ini menggunakan dana APBD atau komite. Ini masih kita cari tau,” kata Anggota Pansus LPj DPRD Medan Irsal Fikri, Selasa.

Dari hasil peninjuan, ada logo Pemko Medan yang terkesan disamarkan. Ada juga yang tanpa ada label apapun, baik cat atau stiker pada mobiler yang ditunjukkan oleh Disdik Medan sebagai bukti fisik pelaksanaan anggaran sudah dilaksanakan.

“Kalau sampai tadi tidak ada, kita duga sama seperti 21 sekolah (penerima) lainya. INi kitra minta tim untuk telusuri,” katanya.

Anggota Pansus LPj DPRD Medan Godfried Effendi Lubis mengatakan, seharusnya ada data register aset Pemko Medan pada mobiler. Sehingga

M Nasir mengatakan Disdik Medan harus memberikan label identitas mobiler yang disebar ke sekolah-sekolah di Medan. “Jika tidak ada, akan muncul kecurigaan-kecurigaan. Darimana sumber anggaranya,” kata Nasir.

Selain itu, dia juga meminta agar Pemko Medan tidak hanya memperhatikan sekolah negeri. Bantuan mobiler juga layak diberikan kepada sekolah-sekolah swasta untuk mendukung kegiatan belajar dan mengajar.

Kepala Sekolah SMA N 1 Medan Safriani memastikan tidak ada upaya menyamarkan sumber anggaran mobiler. “Tidak ada mau disamarkan. Memang tidak ada kami buat labelnya. Jujur saja, saya kan tak tau bapak ibu mau datang,” katanya.

Sebelumnya, dalam rapat kerja pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) LPj KOta Medan tahun 2015, Pansus LPj DPRD Medan meminta data rincian pelaksanaan yang akan dikoreksi ke sekolah-sekolah di Medan. Pertanyaan itu terkait realisasi belanja Rp 1,14 trilun di Disdik Medan. Program yang dipertanyakan diantaranya, pengadaan mobiler sebesar Rp 7,839 miliar, pengadaan peralatan laboratorium komputer untuk SMP Rp 1,978 miliar, pengadaan mobiler SMA/SMK Rp 5,475 miliar. (LMC-03)

About Lintas Medan

Comments are closed.

Scroll To Top