Home / Sports / Pemko dan DPRD Beda Pendapat Nilai Prestasi Atlet Medan

Pemko dan DPRD Beda Pendapat Nilai Prestasi Atlet Medan

Wali Kota Medan Dzulmi Eldin dan pengurus KONI Meedan pada seremonial pembukaan Porkot Medan, Sabtu (29/10)(Foto:LintasMedan/ist)

Medan, 29/10 (LintasMedan) – Pemerintah Kota Medan dan DPRD setempat tampaknya beda pendapat dalam menilai prestasi atlet di bawah binaan KONI Medan.

Jika Walikota Medan Dzulmi Eldin mengaku puas dengan prestasi atlet, pihak Legislatif justru mengeluarkan kritik pedas bahkan meminta agar kalangan pengurus KONI Medan berikut Miliar anggaran yang telah digunakan organisasi induk cabang olahraga itu supaya dievaluasi.

Menurut Eldin, prestasi atlet Medan di PON XIX/2016 Jawa Barat, cukup memuaskan dengan mempersembahkan 9 emas, 11 perak dan 18 perunggu untuk kontingen Sumatera Utara.

“Kita bangga dari jumlah medali yang diraih Sumut sebagian besar merupakan kontribusi atlet Medan,” kata Eldin usai membuka secara resmi Pekan Olahraga Kota (Porkot) Medan VII/2016 di Stadion Teladan, Medan, Sabtu.

Dia berharap agar kedepan, atlet Medan yang memperkuat kontingen Sumut bisa semakin berkualitas.

Porkot kata dia akan memberikan kontribusi besar terhadap prestasi olahraga Kota Medan.

“Jadi ini bukan hanya sekedar mengejar Medan kota atlet semata saja, tetapi juga meningkatkan mental atlet agar bisa bersaing di tingkat nasional dan internasional,” katanya.

Sebelumnya kritik tajam dilontarkan Wakil Ketua DPRD Medan, Burhanuddin Sitepu yang justru menilai banyak anggaran yang dikucurkan untuk KONI Medan terkesan mubazir.

Elit partai Demokrat ini menyampaikan pada APBD tahun 2016, KONI Medan pimpinan  Eddy Sibarani mendapat porsi anggaran Rp 9 Miliar dan diinformasikan kembali mendapat tambahan Rp3 Miliar pada P-APBD yang masih dibahas di DPRD.

DPRD Medan, kata Burhanuddin mengaku kecewa dengan prestasi para atlet binaan KONI Medan paska gelaran PON di Bandung Jawa Barat.

Pengurus KONI Medan, sebutnya belum pantas terlalu berbangga dengan prestasi yang diraih pada PON tersebut.

Meskipun dari 16 medali emas yang diraih kontingen Sumut, 9 di antaranya diperoleh atlet Kota Medan, menurut Burhanuddin masih merupakan prestasi yang biasa-biasa saja.

“Apalagi 9 emas yang diraih atlet Medan itu didominasi dari cabor wushu. Wushu itu memang luar biasa pembinanya juga luar biasa,” cetusnya baru-baru ini.

Dia juga menilai ajang Porkot yang rutin digelar setiap tahun oleh KONI Medan hanya bagian dari ajang proyek dan pemborosan anggaran.

“Terkesan gebyar seremonialnya saja yang cukup heboh, tapi even yang menghabiskan dana miliaran ini kurang mampu membawa perubahan secara signifikan bagi pembinaan dan prestasi atlet Kota Medan,” katanya.

Padahal olahraga Kota Medan, kata dia merupakan baromoter prestasi bagi Provinsi Sumut.

“Sudah delapan tahun Porkot digelar menghabiskan dana miliaran setiap tahunnya. Tapi tak ada prestasi yang terbilang menonjol. Jangan ajang Porkot cuma untuk lepas rodi penggunaan anggaran saja” ucapnya.

Burhanuddin juga mengaku kecewa ketika mendapat informasi begitu sulitnya Pengcab-Pengcab untuk mendapatkan anggaran pembinaan, menyebabkan pembinaan atlet menjadi tersendat.

“Jangan justru atlet yang sebenarnya lebih banyak dibiayai pengurus cabor, namun saat berhasil dan berprestasi ngakunya sebagai binaan KONI Medan, seperti Wushu,” cetusnya.

Ketua Panitia Porkot Medan VIII/2016, T Daniel Mozard, dalam laporannya mengatakan, Porkot kali ini diikuti 2.864 atlet, mewakili 21 kecamatan se-Kota Medan, bertanding di 33 cabang olahraga, digelar hingga 5 November mendatang.

Pembukaan dimeriahkan tarian massal yang melibatkan 1.000 pelajar SMP sederajat se-Kota Medan, penampilan drum band Kota Medan yang tampil di PON XIX/2016 Jawa Barat, defile seluruh kontingen. Pembukaan ditandai dengan penyalaan api Porkot yang dinyalakan atlet Medan peraih medali di PON XIX/2016 Jabar. (LMC-02)

About Lintas Medan

Comments are closed.

Scroll To Top