Home / Bisnis / Bisnis Cake Kian Dilirik

Bisnis Cake Kian Dilirik

Ilustrasi - Aneka kue. (Foto: LintasMedan/ist)

Ilustrasi – Aneka kue. (Foto: LintasMedan/ist)

Jakarta, 26/11 (LintasMedan) – Salah satu bisnis yang memiliki pertumbuhan stabil dan cenderung bertahan di tengah pelemahan ekonomi global adalah bisnis kuliner. Bisnis di sektor ini bisa bertahan karena dianggap sebagai kebutuhan masyarakat.

Dari sekian banyak kelompok bisnis di sektor kuliner, bisnis cake dan pastry terlihat paling menonjol dua tahun belakangan. Menjamurnya beragam kafe dan tempat nongkrong lainnya yang menyajikan aneka olahan kue, adalah salah satu bukti nyata.

Marketing dan Insights Manager Fonterra Foodservices Anindita Sari menyebutkan, selama 10 tahun terakhir perkembangan industri food service berkembang pesat di Indonesia.

“Pertumbuhan itu tidak lepas dari gaya hidup masyarakat kita yang kian banyak jumlah middle class-nya yang menjadikan kafe atau restoran sebagai tempat berkumpul bersama teman atau saudara,” kata Anindita.

Bagi mereka yang ingin memulai membuka bisnis kue, Fonterra memberikan beberapa tips sukses yang dikumpulkannya dari pengalaman ratusan pelanggannya dari seluruh Asia.

“Bersaing dari sisi disain dan konsep tata ruang saja tidak cukup. Berani berinovasi dengan bahan baku yang berkualitas dan menciptakan cita rasa yang disukai pelanggan akan menjadi penentu kelangsungan usaha food service itu sendiri. Yang dibutuhkan pelaku bisnis food service adalah kreativitas,” katanya.

Dalam membuka usaha, perlu diperhatikan target pasar dari kafe atau restoran yang akan dibuka.

“Ada tiga generasi besar yang perlu dilihat, apakah menarget Generasi X (30-40 tahun) yang menyukai petualangan dalam makanannya, atau generasi Y (20-30 tahun) yang lebih terbuka dan suka nongkrong atau Milennials (10-20 tahun) yang masih mengembangkan pilihan makannya,” kata Anindita.

Generasi manapun yang ditarget, ada lima hal penting yang harus diperhatikan pelaku usaha untuk kesuksesan bisnis makanannya, pertama, makanan harus disajikan dengan cepat namun tetap menjaga kualitas dengan bahan-bahan makanan yang bagus.

“Sajikan makanan dalam porsi-porsi kecil tapi bervariasi. Biarkan konsumen memilih. Ketiga, pakai bahan-bahan yang eksotis. Saat ini trend di Asia adalah serba fusion, orang sedang suka dengan pencampuran,” katanya.

Keempat, buatlah sebuah cerita dari menu-menu yang ada. “Misalnya, kue ini dibuat dari produk-produk susu dari Selandia Baru yang memilki peternakan organik dan sebagainya. Pelanggan Asia menyukai itu.” Terakhir, “photo before fork”, sajikan menu dalam sebuah sajian yang menarik sehingga orang-orang akan mau memotretnya sebelum makan.

“Itu akan jadi kampanye penjualan gratis untuk kita, ketika semakin banyak orang yang membaginya di sosial media, maka akan semakin banyak yang tahu tentang kita,” katanya. (LMC-04/dari berbagai sumber)

About Lintas Medan

Comments are closed.

Scroll To Top