Home / Luar Negeri / Jet Tempur Rusia Jatuh ke Laut Tengah

Jet Tempur Rusia Jatuh ke Laut Tengah

Foto: Jet tempur Rusia MiG-29. (Foto: LintasMedan/dok)

Foto: Jet tempur Rusia MiG-29. (Foto: LintasMedan/dok)

Moskow, 15/11 (LintasMedan) – Sebuah jet tempur MiG-29 Rusia dari armada kapal induk Admiral Kusnetsov jatuh ke laut Mediterania tak lama setelah menjalani pelatihan di lepas pantai Suriah, hari Senin. Pilot jet tempur berhasil menyelamatkan diri.

Insiden kecelakaan jet tempur MiG-29 ini telah dikonfirmasi Kementerian Pertahanan Rusia.

“Sebagai imbas dari kerusakan teknis selama pelatihan penerbangan, insiden terjadi untuk MiG-29 yang berbasis di kapal induk,” kata kementerian itu dalam sebuah pernyataan resmi, seperti dikutip Russia Today, Selasa (15/11).

“Pilot terlempar, telah disampaikan ke operator udara Admiral Kuznetsov oleh kru penyelamat. Pilot tidak terluka, dan siap untuk misi masa depan,” lanjut pernyataan Kementerian Pertahanan Rusia.

Kementerian itu belum mengungkap penyebab jatuhnya pesawat jet tempur MiG-29. Terkait ada tidaknya penyelidikan atas insiden ini juga tidak dijelaskan Kementerian Pertahanan Rusia.

Pesawat itu dirancang khusus untuk menangani kesulitan beroperasi dari sebuah kapal induk di laut, dan diyakini merupakan versi pemutakhiran dari MiG-29, yang sudah beroperasi sejak tahun 1980-an.

Kapal induk Admiral Kusnetsov yang memimpin armada tempur Rusia di Mediterania timur telah tiba di lepas pantai Suriah sejak pertengahan Oktober.

Armada tempur ini menjalankan misi pengintaian terhadap wilayah Suriah dan siap melakukan operasi tempur terhadap kelompok militan pinggiran Aleppo.

Perjalanan kapal induk Admiral Kuznetsov dan rombongannya dari pantai utara Rusia, melalui Selat Inggris, dan melewati Selat Gibraltar telah memicu kehebohan di negara-negara Barat.

Kapal induk ini dilaporkan ditolak ketika berhenti di Spanyol dan Malta untuk mengisi bahan bakar.

Dalam rombongan itu terdapat juga sebuah kapal perang bertenaga nuklir, dua kapal perang anti-kapal selam dan empat kapal pendukung, yang kemungkinan dikawal oleh kapal selam.

Kapal-kapal ini ini bergabung dengan sekitar 10 kapal Rusia lainnya sudah berada di lepas pantai Suriah.

Rusia mendukung pasukan pemerintah Suriah dalam perang saudara di negara itu. Keterlibatan terbaru mereka adalah dalam serangan yang menyasar pemberontak di Aleppo timur.

Para pemimpin Barat menganggap serangan udara Rusia dan Suriah di Aleppo bisa digolongkan kejahatan perang, namun Rusia menolak tuduhan itu. (LMC/BBC)

About Lintas Medan

Comments are closed.

Scroll To Top