Home / Hukum / PMII : Rektorat Terkesan Lakukan Pembiaran Insiden Berdarah UIN

PMII : Rektorat Terkesan Lakukan Pembiaran Insiden Berdarah UIN

Ilustrasi

Medan, 25/11 (LintasMedan) – Pengurus Cabang (PC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Medan menyesalkan pernyataan Wakil Rektor II Universitas Islam Negeri (UIN) yang melontarkan kalimat kurang mendidik saat terjadi bentrok mahasiswa di lingkungan kampus tersebut baru-baru ini.

“Wakil Rektor II Pak Ramadhan kita nilai bukan mencegah, namun malah terkesan melakukan pembiaran dengan kata-katanya yang terekam dalam vidio ini,” kata Ketua PC PMII Kota Medan, Muhammad Ali Hanafiah Ba’amar saat memberi keterangan pers didampingi Sekretaris Dian Suhandary dan pengurus IKA PMII Fadly Yasir, di Masjid Ulul Albab Kampus UIN-SU Sutomo Medan, Jum’at.

Ali Hanafiah mengungkapkan dalam rekaman terdengar intruksi Rektor yang menyebut kalimat ‘Kalau kalian mau bunuh-bunuhan di luar sana…!.

Menurut Ali Nafiah ucapan itu tak pantas diucapkan seorang pendidik, dan terkesan melakukan pembiaran hingga ‘insiden berdarah’ terjadi saat berlangsung demo mahasiswa di lingkungan kampus UIN.

Untuk itu dia meminta Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin segera mengevaluasi jabatan Rektorat UIN Sumut.

“Kita harapkan Kementerian Agama dipimpin ayahanda Lukman Hakim Saifuddin, agar mengevaluasi bahkan bila perlu mencopot jabatan pimpinan rektorat UIN Sumut,” katanya.

Dia juga meminta agar pihak Kementerian segera mengeluarkan kebijakan dan larangan berdiri dan beroperasinya organisasi mahasiswa mengarah kepada premanisme.

PMII menilai keberadaan organisasi mahasiswa yang bernuansa premanisme sangat bertentangan dengan kultur dan budaya kampus yang lebih mengedepankan intelektualitas mahasiswa.

Sebelumnya terjadi unjukrasa mahasiswa guna meminta pertanggungjawaban pegawai Rektorat berinisial “H” yang telah bertindak arogan memukuli salah seorang mahasiswa saat berlangsung turnamen futsal.

Namun aksi mahasiswa mengatasnamakan Aliansi Lembaga Mahasiswa Cinta Damai Kampus dan Kesatuan Mahasiswa Anti Kekerasan UIN SU itu justru dihadang mahasiswa UIN lainnya dari Satuan Mahasiswa Pemuda Pancasila (Satma-PP).

Aksi damaipun berubah menjadi huru hara disertai jeritan kesakitan, sebab sebagian mahasiswa Satma PP membawa sejumlah senjata tajam. Puluhan korban mahasiswa berjatuhan dan mengalami luka berat dan ringan hingga harus menjalani perawatan di rumah sakit.

Dalam keterangannya, Lukman Hakim Saifuddin juga menyesalkan pernyataan pengurus Satma PP di media massa seolah-olah menuding PMII sebagai dalang terjadinya kekerasan tersebut di kampus.

“Justru kader PMII yang banyak terluka dan hingga kini masih dirawat. Jadi kami minta kepolisian mengusut tuntas kasus preemanisme di kampus ini,” tegasnya. (LMC-2)

About Lintas Medan

Comments are closed.

Scroll To Top