Dinsos Kota Medan Rencanakan Bangun Rumah Panti

Medan, 28/2 (LintasMedan) – Dinas Sosial (Dinsos) Kota Medan berencana membangun Panti Asuhan di kawasan Ladang Bambu Medan Tuntungan.

Hal ini disampaikan Kepala Dinsos Kota Medan Endar Sutan Lubis dalam rapat evaluasi program triwulan pertama, di Komisi B DPRD Medan, Selasa (28/02/2017).

“Untuk pembangunan Panti, sejak lama sudah di sampaikan DED nya namun sampai saat ini belum bisa terrealisasi,” papar Endar.

Untuk lahan pembangunan panti rencananya akan dibangun di kawasan Ladang Bambu, Medan Tuntungan.

” Untuk lahan sendiri rencananya di Ladang Bambu, yang merupakan lahan milik pemko Medan. Secara lisan lokasi di Ladang Bambu yang sudah kami dengar,” katanya.

Dijelaskan Endar, rumah panti tersebut nantinya bisa digunakan untuk rehabilitasi narkoba dan penanganan anak jalanan, gelandangan dan pengemis.

“Nantinya bisa saja untuk rehabilitasi narkoba serta penampungan anjal dan gepeng,” jelasnya.

Sebelumnya, dalam rapat yang dipimpin Ketua Komisi B DPRD Medan Maruli Tua Tarigan dan Sekretaris Komisi B Muhammad Nasir, anggota Komisi B HT. Bahrumsyah SH meminta Dinas Sosial meningkatkan kinerjanya terutama dalam sinkronisasi dengan dinas lain terutama soal Anak Jalanan, gelandangan dan pengemis. Bahrum juga mengusulkan agar Pemko Medan membangun Rumah panti.

“Tidak seperti di Surabaya dan Kota lainnya, Medan seharusnya sudah memiliki rumah panti,” ujarnya.(LMC-03)




DPRD Medan Pertanyakan Penanganan Anjal dan Gepeng

Ilsdutrasi

Medan, 28/2 (LintasMedan) – Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Medan mempertanyakankonsep Dinas Sosial Kota Medan dalam mengatasi anak jalanan dan gelandangan engemis (gepeng) di kota Medan.

Anggota Komisi B DPRD Medan Irsal Fikri dalam rapat dengar pendapat (RDP)
dengan Dinas Sosial Kota Medan di ruang komisi B DPRD Medan lantai III gedung dewan Jalan
Kapten Maulana Lubis Medan Selasa mempertanyakan konsep Dinas Sosial iti.

“Apa konsep yang akan dilakukan oleh Dinas Sosial dalam mengatasi personal and​ anjal dan
gepeng, ungkap Sekretaris Fraksi partai persatuan pembangunan (PPP) DPRD Medan ini.

Menyikapi ini Kepala Dinas (Kadis) Sosial Kota Medan Endar Sutan Lubis mengatakan pihaknya
akan berkolaborasi dengan pihak Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Daerah.

Selain itu kata mantan Kadis Kebersihan Kota Medan ini menambahkan, pihaknya juga akan
berkoordinasi dengan pihak Satuan Politisi Pamong Praia (Satpol PP) dalam pelatihan penanganan
anjal dan gepeng tersebut.

Kenapa harus berkolaborasi dengan lembaga perlindungan anak, karena setelah ditangkap lalu
dipanggil orangtuanya masing masing kemudian buat surat pernyataan, namun baik lagi ke dunia
anjal, makanya perlu kerja sama dengan pihak​ KPAI kata Ender.

Sebab dalam penanganan anjal dan gepeng di kota Medan ini harus ada solusinya ungkap Ender
seraya menambahkan Dinas Sosial terjadi Kota Medan sudah membentuk Tim Unit Reaksi Cepat (URC),
namun dari jumlahnya masih kurang hanya bersikisar 10 orang.

Dalam rapat yang dipimpin Ketua Komisi Komisi B Sahat Maruli Tua Tarigan, didampingi
Sekretaris Muhammad Nasir, dan sejumlah anggota seperti Bahrumsyah, Irsal Fikri dan Asmui Lubis
itu Ender mengatakan Dinas Sosial Kota Medan banyak menjalankan program program nasional
seperti penyaluran bantuan Program Keluarga Haraha (PKH).

Terkait program pusat Anggota Komisi B Bahrumsyah minta data seberapa besar kouta yang
diberi dari program pusat tersebut. Seperti Program PKH, kemudian program BPJS PBI, lalu
program beras miskin yang kesemuanya itu bersumber dari APBN.

“Raskin di Medan tetap bermasalah, sebab Kepala Lingkungan (Kepling) yang memegang
kartunya, sehingga perlu ada data penerima raskin ini,” ungkap Ketua Fraksi Partai Amanat
Nasional (FPAN) DPRD Kota Medan yang satu ini. (LMC-03)




Dinilai Arogan, Dirut PD Pasar Menuai Kecaman

Medan, 28/2 (LintasMedan) – Berbagai kalangan menilai sejumlah kebijakan Direktur Perusahaan Daerah (PD) Pasar, Rudi Sinuraya yang baru saja dilantik oleh Walikota Medan, terkesan arogan.

“PD Pasar itu bukan perusahaan pribadi Rudi Sinuraya, jadi tidak bisa memperlakukan pegawai di lingkungan tersebut secara semena-mena. Memutasi pegawai tanpa alasan yang jelas itu sangat tidak adil bagi pegawai,” sesal ketua DPC Gerindra Kota Medan, Bobby Octavianus Zulkarnain SE didampingi mantan kepala SDM Bank Danamon Regional se-Sumbagut, John Sari Haloho, saat menerima keluhan pegawai PD Pasar Medan baru-baru ini.

Dirut PD Pasar, kata Bobby tidak bisa seenaknya melakukan mutasi hingga tiga kali dalam waktu 1 bulan dirinya menjabat.

Apalagi proses pemutasian pegawai tersebut diduga tanpa berkoordinasi dan melibatkan direksi dimasing-masing bidang.

Menurutnya, Rudi telah menunjukkan kekuasaan yang terkesan telah mempermalulan Walikota Medan, Tengku Dzulmi Eldin yang selama ini dinilai cukup berhati- hati dalam membuat setiap kebijakan.

“Ironis karena justru bawahannya bersikap seperti itu,” ujarnya.

Sementara Komisi C DPRD Kota Medan juga mengecam tindakan terkesan semena – mena Dirut PD Pasar dalam hal melakukan mutasi di lingkungan pegawai perusahaan milik pemerintah kota Medan itu.

“Kami mendukung langkah para karyawan PD Pasar Kota Medan yang berencana melaporkan persoalan itu ke Walikota Medan,” kata Wakil Ketua Komisi C Anton Panggabean.

Apalagi, kata Anton dewan mendapat informasi Rusdi telah mempekerjakan oknum polisi sebagai Dirut ‘bayangan’.

Menurut Anton yang juga Politisi Partai Demokrat, sejak awal pihaknya keberatan dengan pengangkatan Rusdi Sinuraya sebagai Dirut PD Pasar Kota Medan. “Komisi C tidak pernah dilibatkan dalam proses pemilihan direksi PD Pasar Kota Medan itu,” ujarnya.

Sekretaris Komisi C DPRD Kota Medan, Zulkifli Lubis menegaskan komisinya akanmemanggil Dirut PD Pasar Kota Medan untuk meminta penjelasan dari persoalan tersebut.

“Saya juga dengar tadi orang PD Pasar akan melaporkan masalah ini ke polisi. Silahkan saja, untuk membongkar masalah ini,” ungkapnya.

Mewakili karyawan PD Pasar Kota Medan, Kepala Bagian Usaha PD Pasar Medan, Aidil Sofyan mengungkapkan sejak Rusdi Sinuraya memimpin PD Pasar Kota Medan, Rusdi mempekerjakan oknum polisi Bripka Jhon Paul Simanjuntak sebagai Dirut ‘bayangan’.

“Si Jhon Paul Simanjuntak itulah yang sering memerintahkan kami untuk pulang kerja sampai jam enam pagi. Padahal, cuma sekedar bincang-bincang sajanya,” ungkapnya.

Selain itu, para karyawan PD Pasar Kota Medan juga dimintai upeti agar bisa bertahan dan tidak dipecat dari PD Pasar Kota Medan. “Kami inilah yang jadi korban dan kami mau dipecat. Makanya, kami minta bantuan ke dewan,” paparnya.(LMC-02)




Isu Gempa Besar Gubernur Minta Warga Sumut Tidak Panik

Ilustrasi

Medan, 28/2 (LintasMedan) – Gubernur Sumatera Utara H T Erry Nuradi meminta masyarakat tidak perlu panik atas berita-berita yang menyebutkan akan terjadi gempa besar di Kota Medan dan sekitarnya.

“Gempa yg terjadi selama ini adalah gempa susulan yang dapat berlangsung 3-6 bulan ke depan dengan kekuatan skala lebih kecil dari 5 SR dan menurut para ahli tidak ada prediksi akan terjadi gempa besar,” kata Gubernur melalui Plt Kepala Biro Humas dan Keprotokolan Setdaprovsu, Selasa.

Bahkan saat ini sebagaimana data PGR 1 (Pusat Gempa Regional 1) tercatat gempa susulan yang berpusat di seputaran Kabupaten Deliserdang dan Karo aktivitasnya mulai menurun.

Menyikapi peristiwa gempa belakangan ini, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara melalui Badan Penanggulangan Bencan Daerah telah menggelar pertemuan dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), SAR, Badan Penanggulangan Bencan Daerah kabupaten/kota.

Dari pertemuan itu diketahui bahwa sejauh ini belum ada info yang menyatakan tentang patahan baru di Pantai Timur Sumatera. Yang ada ada saat ini hanya patahan pulau Sumatera utamanya di sepanjang pulau Sumatera yaitu pantai barat dan dataran tinggi bukit barisan. Sumber gempa yang terjadi berada di pantai barat dan patahan minor yangg lebih kecil dari patahan sesar Sumatera.

“Yang terjadi gempa belakangan ini merupakan gempa lokal yang disebabkan oleh sesar lokal aktif yg tidur selama ini dari berbagai segmen yg tertutup atau reaktivasi batuan dasar yang ditimbun oleh batuan muda dan secara morfologi tdk terlihat,” paparnya.

Gubernur minta masyarakat tetap tenang dan jangan terpancing dgn berita-berita hoax. Begitupun Gubernur mengatakan kewaspadaan dini terhadap bencana tetap harus ditumbuhkembangkan. Gubsu mengatakan pihaknya sudah mengirim Surart Edaran kepada Bupati/walikota untuk kesiagaan bencana.

Gubernur mengimbau agar BPBD Kab/Kota dapat terus melakukan edukasi berupa simulasi mitigasi bencana gempa bumi dan sebagainuya. Kegiatan tersebut saat ini telah dan akan dilaksanakan oleh kabkota simulasi di sekolah, rumah sakit dan gedung bertingkat.

Selain itu, Pemkab/Pemko di Sumut, kata Gubernur dapat mengaktifkan sistem peringatan dini berbasis masyarakat dan kearifan lokal. “Pemkab/Pemko harus meningkatkan koordinasi dengan instansi vertikal seperti BMKG, PVMBG dan SAR. Juga mengecek daerah rawan atau resiko bencana dan aktif memantau ancaman potensi gempa, banjir dan longsor melalui BMKG, PVMBG dan PUPR,” katanya.(LMC-02)




Dispora Dukung Turnamen Biliar Piala PWI

Ilustrasi – Turnamen Biliar (Foto:lintasmedan/ist)

Medan, 28/2 (LintasMedan) – Dinas Pemuda dan Olahraga Sumatera Utara mendukung pelaksanaan turnamen biliar dan joker karo yang di gelar oleh Seksi Wartawan Olahraga (SIWO) Persatuan Wartawan Indonesia Sumatera Utara.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Sumatera Utara Baharuddin Siagian melalui Sekretaris Dispora Sakiruddin di Medan, Selasa, mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi digelarnya kedua kegiatan tersebut yang digelar sebagai salah satu meramaikan peringatan hari pers yang jatuh pada 9 Februari lalu.

“Kami sangat mendukung kejuaraan biliar dan joker karo tersebut. Apalagi biliar itu bukan hanya untuk kalangan wartawan namun juga untuk umum,” katanya saat menerima audiensi Pengurus Siwo PWI Sumut.

Didampingi Kabid Pembudayaan Olahraga Rudi Rinaldi dan Kabid Peningkatan Prestasi Josua Sinurat, Sakiruddin mengatakan kejuaraan biliar untuk wartawan dan pemula tersebut sangat positif, karena juga sebagai media sosialisasi untuk menghapus “image” negatif tentang olahraga bola sodok tersebut.

Dengan adanya even tersebut, masyarakat akan semakin mengetahui bahwa biliar juga salah satu olahraga prestasi, sehingga nantinya kedepan akan semakin banyak muncul bibit-bibit berbakat yang siap mengahrumkan nama daerah dikancah nasional.

Demikian juga dengan joker karo, juga sebagai salah satu upaya untuk melestarikan kearifan lokal karena permainan kartu itu merupakan olahraga permainan masyarakat asli dari Sumatera Utara.

“Joker Karo biasa dimainkan untuk menghulangkan kepenatan, hiburan dan kesenangan. Itu mengapa kami sangat mendukung dan mengapresiasi apa yang menjadi gawean Siwo PWi ini,” katanya.

Sementara ketua SIWO PWI Sumut SR Hamonangan Panggabean mengatakan pihaknya sengaja menggelar turnamen biliar tersebut, karena pihaknya melihat Sumatera Utara memiliki potensial yang sangat besar untuk melahirkan pebiliar handal kelas nasional.

Apalagi pada PON lalu di Jawa Barat, cabang biliar berhasil menyumbang satu emas untuk kontingen Sumut atas nama Marlando, demikian juga pada Porwanas lalu juga berhasil meraih medali perunggu.

Artinya, prestasi tersebut harus dapat di pertahankan dan ditingkatkan pada PON mendatang di Papua dan potensi tersebut sangat besar mengingat dewasa ini perkembangan olahraga biliar di Sumut dibawah tangan dingin Salomo Pardede selaku Ketua POBSI sangat pesat.

“Atas dasar itulah kami menggelar kejuaraan biliar ini. Kami ingin tradisi medali dari biliar di PON terus sukses. kami ingin menjadi bagian dari kesuksesan itu dengan turut menggelorakan biliar,” katanya.

Sementara ketua panitia, Puji, mengatakan turnamen biliar tersebut akan digelar mulai 8-11 Maret di Puslit Biliar Jalan Pattimura dengan mempertandingan dua kategori yakni untuk pemula dan untuk wartawan anggota PWI, sementara Joker Karo digelar 18 Maret.

“Bagi yang ingin mendaftar turnamen biliar dan joker karo bisa mendaftar di Puslit dan Kantor PWI. Turnamen biliar untuk wartawan, khusus hanya bagi pemegang kartu biru,” katanya.(LMC/rel)




Gubernur Sumut Pungut Sampah Berserakan di Tepi Jalan

Tebing Tinggi, 27/2 (LintasMedan) – Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) H Tengku Erry Nuradi memungut sampah yang berserakan dipinggir jalan persis disekitar Taman Kota, Kota Tebing Tinggi. Meski diguyur hujan, niat Gubsu Erry memungut sampah-sampah plastik yang berserakan tersebut tetap dilakukan. Sampah lalu dikumpulkan di kantong-kantong yang telah disediakan.

“Sampah ini terus menjadi perhatian. Bukan hanya oleh pemerintah tetapi komunitas yang peduli dengan sampah. Sampah juga harus menjadi perhatian kita bersama,’’ tutur Erry usai memperingati Hari Peduli Sampah Nasional 27 Februari yang digelar di Taman Kota, Kota Tebing Tinggi, Senin

Erry menyebutkan, tahun 2020 pemerintah telah menargetkan Indonesia harus terbebas dari sampah dengan pengelolaan sampah menjadi lebih baik lagi. ‘’Bukan berarti sampah tidak ada lagi. Sebab, sampah tentunya akan terus bertambah seiring dengan pertambahan penduduk dan perubahan pola konsumsi masyarakat sehingga menimbulkan banyak jenis sampah. Penanganan sampah agar terus dilakukan,’’ papar Erry.

Gubernur juga menyambut baik peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) yang digelar Pemko Tebing Tinggi ini. ‘’Mudah-mudahan kegiatan positif ini juga diikuti oleh Kabupaten/Kota lainnya di Sumut,’’ tutur Erry.

Erry lalu menyebutkan, walaupun levelnya cuma tingkat kabupaten kota, kenapa saya hadir disini karena dari 33 kabupaten kota yang ada di Sumut hanya Tebing Tinggi yang melaksanakan H-Pesan (Hari Peduli Sampah Nasional. Saya berharap bisa dilaksanakan oleh seluruh Kabupaten Kota yang ada,”harap Erry.

Erry juga menyampaikan bahwa hasil penilitian Jena R Jambeck dimuat Saint Magazine pada 12 Februari 2015 bahwa potensi sampah plastik yang ada di lautan Indonesia jumlahnya mencapai 187 juta ton per-tahun. Banyangkan itu kita buang sampah ke laut. Hal ini menjadikan Indonesia sebagai negara kedua terbesar di dunia yang menyumbang sampah ke laut setelah China,” terang Gubsu.

Selain itu, berdasakan data yang dirilis Sekretariat Adipura dari kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan pada 2016 bahwa sampah plastik dan sampah sulit terurai lainnya mencapai 1,2 juta metrik ton di tahun 2015. Ini memberi dampak yang kurang baik di bidang pembangunan khususnya di kota-kota seperti Tebing Tinggi. Oleh karena itu, lanjut Gubsu kegiatan yang dilaksanakan Pemko Tebing Tinggi mengingatkan kita pentingnya kebersihan sebagai salah satu modal penting untuk pembangunan.

“Buanglah sampah pada tempatnya dan lakukan kegiatan ini secara rutin. Apalagi kalau kita bisa mengelola sampah ini dengan baik menjadi seperti menjadi energy pembangkit listrik maupun pupuk. Kami atas nama Pemprovsu memberikan apresiasi kepada Pemko Tebing Tinggi dan masyarakat yang pada hari ini telah mengadakan Hari Peduli Sampah Nasional,” kata Gubernur lagi.(LMC-04)




Walikota Tabalkan Nama Jalan H Ibrahim Sinik

Medan, 27/2 (LintasMedan) – Walikota Medan, Dzulmi Eldin kembali meresmikan penabalan nama jalan, Senin.

Kali ini nama jalan yang ditabalkan itu Jalan Dr Drs H Ibrahim Sinik yang berlokasi di sepanjang persimpangan Jalan Thamrin sampai persimpangan Jalan AR Hakim. Sebelumnya, jalan tersebut merupakan bagian dari Jalan Sutrisno yang termasuk kawasan Kecamatan Medan Area.

Penabalan nama tokoh pers Sumut itu menindaklanjuti usulan PWI Sumatera Utara, surat rekomendasi dari DPRD Medan, termasuk usulan dari keluarga almarhum Ibrahim Sinik. Setelah melalui berbagai pertimbangan akhirnya Wali Kota Medan menerbitkan Surat Keputusan No 620/009/2018 tentang Perubahan dan Penabalan Nama Jalan di Kota Medan tanggal 11 Januari 2017.

Penabalan Jalan Dr Drs H Ibrahim Sinik ini turut dihadiri Gubsu Ir H T Erry Nuradi MSi, Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Sandi Nugroho Sik MHUm, Dandim 0201/BS, Kolonel Infantri Bambang Herqutanto, Wakil ketua DPRD Medan, Burhanuddin Sitepu serta sejumlah anggota DPRD Medan lainnya, tokoh masyarakat Drs H Abdillah Ak MBA dan segenap tokoh pers di Medan

Wali Kota mengungkapkan, penetapan nama Jalan Dr Drs Ibrahim Sinik ini merupakan apresiasi Pemko Medan atas perjuangan dan pengabdian Ibrahim Sinik untuk memajukan Medan melalui fungsi jurnalistiknya.

Di samping itu mantan Wakil Wali kota dan Sekda Kota Medan itu menilai,
Semasa hidupnya, Ibrahim Sinik adalah sosok yang memilik jiwa kebangsaan dan pejuang pers yang tidak pernah lelah menyuarakan kebenaran. Ibrahim Sinik juga terkenal dengan tulisan-tulisannya yang keras dalam melawan paham komunisme.

“Semasa hidupnya, beliau juga terus mengikuti perkembangan pembangunan Indonesia, Medan khususnya, melalui tulisan-tulisannya di media massa. Selain itu, dia juga aktif di berbagai organisasi dan mendirikan surat kabar Medan Pos yang kita ketahui sebagai media massa yang cukup bergengsi,” kata Eldin.

Sementara itu Gubernur Tengku Erry Nuradi MSi menyambut baik penabalan nama Jalan Dr Drs H Ibrahim Sinik ini. Ini merupakan bentuk penghargaan pemerintah terhadap jasa-jasa almarhum dalam dunia jurnalistik. Kemudian Gubsu juga mengingatkan bahwa almarhum juga merupakan tokoh perfilman di Sumatera Utara yang telah menunjukkan kiprahnya, bahkan pernah menjadi produser film “Batas Impian”.(LMC-03)




Tren Lipstik Cokelat Selebriti di Oscar 2017

Olivia Culpo (Foto:LintasMedan/ist)

Jakarta, 27/2 (LintasMedan) – Deretan selebriti yang tampil di penghargaan Oscar tampil mempesona dengan makeup bibir warna cokelat. Mulai dari lipstik cokelat muda hingga warna coral menjadi identitas sejumlah selebriti di pesta Academy Awards ke-89 yang digelar di Dolby Theatre, Los Angeles, Amerika, Minggu malam waktu setempat. Sedikitnya tujuh selebriti yang cantik dengan pulasan lipstik cokelat di Oscar 2017

Mereka yakni Chrissy Teigen, mengenakan riasan bernuansa bronze membuat wanita berkulit coklat ini sangat sempurna. Chrissy Teigen pun menampilkan bibir yang telah dipulas dengan lipstik warna coklat muda dengan sentuhan warna abu-abu. Efek metalik pada lipstiknya semakin memberikan kesan lebih glowy.

Kemudian, Jessica Biel memilih makeup yang simple. Artis ini menyadari busana dan perhiasannya yang sudah memberikan ‘statement’ dengan warna emas berkilauan,
Eyeliner cat eye dipadankan dengan lipstik warna coklat coral ke arah peach yang cantik. Makeupnya tersebut mampu menyeimbangkan kalung emas dengan elemen rumbai yang cukup glamour.

Dakota Johnson, riasan serba cokelat ditunjukkannya saat hadir di karpet merah Oscar. Dakota ingin menampilkan makeup sederhana ala makeup no makeup.

Olivia Culpo yang menggunakan lipstik warna nude. Agar tidak pucat, Olivia membingkai garis bibirnya dengan pensil bibir warna coklat yang lebih tua dari lipstiknya. Padanan eyeshadow ungu yang dibuat seperti efek smokey menyempurnakan makeup-nya.

Michelle Williams tetap mempertahankan karakternya yang tidak ingin terlihat mencolok dengan makeup. Dia tampil hanya menggunakan bulu mata palsu dan lipstik coklat muda. Untungnya, ia melapisi lipstiknya dengan lip gloss sehingga tetap memberikan efek segar pada wajahnya.

Halle Berry dengan Gaun glamour dan rambut kribo, membuatnya perlu menurunkan level warna riasannya. Ia memilih menggunakan riasan aman dengan dominasi warna coklat, termasuk pada lipstiknya.

Alicia Vikander juga membuktikan bahwa tak harus selalu tampil dengan lipstik warna merah atau vampy agar terlihat ‘on’ di karpet merah. Dengan pulasan lipstik coklat dan riasan simple, Alicia tetap bisa mencuri perhatian di karpet merah Oscar.(LMC/Dtc)




Prestasi Atlet Pordibya Sumut di Malaysia Menggembirakan

Kontingen Pordibya Sumatera Utara.(Foto:LintasMedan/ist)

Medan, 27/2 (LintasMedan) – Empat karateka Perguruan Pordibya Sumatera Utara meraih prestasi yang cukup menggembirakan saat tampil di Kejuaraan 8 th Silent Knight Karate Cup 2017 di Kuala Lumpur 25 hingga 26 Februari 2017.

Pada uji coba perdana paska dilantiknya organisasi Pengurus Daerah (Pengprov) Pordibya Sumut di bawah kepemimpinan H Nezar Djoeli baru-baru ini, perguruan itu terus berbenah dan mengirim atlet untuk bertanding di luar negeri.

Atlet Pordibya Sumut yang melakukan ujicoba di Malaysia yakni Julrio Purba kelas -84, Dicky Prasetyo kelas-55kg, Beti Manurung kelas senior female -55kg dan Citra Tampubolon.

Pada pertandingan itu Sumut berhasil meraih dua medali perak melalui karatekanya Beti Manurung dan Julrio Purba serta satu perunggu diraih Dicky Prasetyo.

Julrio Purba yang diproyeksikan mampu meraih emas terkena diskualifikasi wasit karena mencederai hidung karateka asal Arab Saudi di partai final, meski sebelumnya sudah unggul dengan skor 4-2.

Akhirnya Julrio harus puas dengan hanya meraih medali perak.

Ketua Pengprov Pordibya Sumut H Nezar Djoeli mengaku pihaknya sangat merasa terhormat
dengan sambutan President Hayasyi-ha Asia Pasifik karate Federation yakni Han Si Dr T Ponniyah JMW.KMNzPJK di kejuaraan itu.

“Pordibya Sumut bahkan dikasih kesempatan menyerahkan tropi untuk kelas-55,-50,dan kelas -84,” ujar pemilik DAN IV karate ini kepada pers setibanya di Medan, kemarin.

Team Pordibya Sumut yang hadir di turnamen tersebut selain Nezar yakni Sekjen Facroel Rozi(DAN-3), Ketua Dewan Guru Jaya Kirana Lubis (DAN VI) dan Manager Saleh Alhabsy (DAN V) yang juga mantan atlit nasional serta utusan dari PB Pordibya.

Nezar yang juga anggota DPRD Sumut ini memaparkan, bahwa Sensei Arivalagan MBA (National karate coach Malaysia) juga sangat mendukung kebangkitan perguruan Pordibya khususnya di Sumut.

“Mereka kembali mengundang Pordibya Sumut pada tournamen Milo Cup yang akan diadakan di Malaysia Mei 2017 nanti,” ucapnya.

Politisi Nasdem ini meminta Pemerintah Provinsi Sumut dan seluruh perusahaan yang memiliki dana CSR untuk terus mendukung kebangkitan olahraga khususnya karate di daerah ini.

“Karena melalui olahragalah  salah satu yang dapat menyatukan bangsa-bangsa serta mempromosikan negara kita di manca negara. Olahraga juga mampu menciptakan manusia manusia yang sportif,” tuturnya.

Pordibya Sumut, kata Nezar juga segera mempersiapkan atlitnya untuk bertanding di Kejuaraan Piala Mendagri yang akan digelar di Lampung.

“Kita punya target Best of the Best di turnamen yang paling bergengsi tersebut,” katanya.(LMC-02)




Perda APBD Disahkan, SKPD Diminta Segera Bekerja

Susana sidang paripurna di DPRD SUMUT (Foto: LintasMedan/ist)

Medan, 26/2 (LintasMedan) – Peraturan Daerah (Perda) tentang APBD Sumut tahun anggaran 2017 sudah disahkan, bahkan Pergub Penjabaran APBD 2017 juga sudah ditandatangani oleh Gubernur Sumut HT Erry Nuradi.

Menyikapi hal itu, kalangan anggota DPRD Sumut meminta kepada para pimpinan SKPD di lingkungan Pemprovsu segera bekerja sesuai dengan tupoksi-nya masing-masing.”Sebab masyarakat butuh pembangunan segera agar dapat merasakan infrastruktur yang diperlukan dan segera mendapatkan pelayanan terbaik dari Pemerintah Daerah,”tegas Anggota DPRD Sumatera Utara dari Fraksi PKB, Zeira Salim Ritonga kepada.., kemarin.

Untuk itu, Zeira Salim menekankan kepada para pimpinan SKPD hingga Aparatur Sipil Negara (ASN), jangan ada lagi mindset atau pemikiran para pejabat dan staf di jajaran pemerintah daerah di Sumut memperlambat penyerapan anggaran, sehingga berimbasnya lambatnya pembangunan infrastruktur. “Saat ini APBD Provinsi Sumut mencapai Rp13 triliun lebih, artinya dalam satu bulan pemerintah daerah harus mampu menyerap anggarannya sebesar Rp 1 triliun lebih ,”bebernya.

Maka dari itu, jelas Zeir Salim, diperlukan kerja maksimal guna mempercepat penyerapan anggran agar jangan ada lagi SilPA yang terlalu besar seperti tahun sebelumnya. ” SilPA yang besar salah satu indikasi mencerminkan pemerintah daerah atau pejabatnya tidak mampu dalam mengelola keuangan daerah. Sehingga akan memperlambat pembangunan dan Juga akan menekan pertumbuhan ekonomi suatu daerah,”kata wakil rakyat asal pemilihan Kabupaten Labuhanbatu, Labura dan Labusel ini.

Lebihlanjut Zeira Salim juga mengingatkan Gubernur Sumut untuk segera mendorong para pejabat SKPD segera melaksakan pekerjaanya. Hal ini bertujuan agar serapan anggaran dapat maksimal dilakukan.

Dikatakannya juga bahwa program kerja oleh Pemerintah Pusat merupakan cerminan selama ini lambatnya aparatur pemerintah di daerah dalam menyerap anggarannya. Sehingga akan menularkan pertumbuhan ekonomi yang tidak baik terhadap kemajuan suatu daerah.

“Kami di DPRD Sumut sangat konsen dalam mengawasi program pemerintah daerah Sumut, agar dapat berjalan dengan baik dan terarah, sehingga kebijakan yang diambil dapat mensejahterakan rakyat Sumut,”katanya. (LMC-02)