Home / Kesehatan / DPRD : Kasus Gizi Buruk di Sumut Masih Tinggi

DPRD : Kasus Gizi Buruk di Sumut Masih Tinggi

HM Nezar Djoeli (Foto:LintasMedan/irma)

Medan, 2/2 (LintasMedan) – Komisi E DPRD Sumatera Utara Nezar Djoeli mengatakan perhatian pemerintah setempat terhadap kasus gizi buruk masih sangat minim.

Hal itu dibuktikan masih tingginya kasus tersebut di Provinsi ini, bahkan Kota Medan menjadi kota nomor dua di Sumut yang masyarakatnya menderita gizi buruk yakni 113 kasus.

Sedangkan wilayah terbesar penderita gizi buruk adalah Kabupaten Asahan 117 kasus.

Pemprov Sumut kata Nezar hanya mengalokasikan 3,9% dari total belanja di luar gaji untuk anggaran kesehatan d itahun 2017.

“Jadi kita minta Pemprov Sumut punya niat untuk mengalokasikan anggaran kesehatan sebesar 10% dari total belanja daerah diluar gaji yakni Rp 11,5 triliun pada APBD tahun 2017,” kata Politisi NAsdem ini kepada pers, Kamis.

“Kalau negara mau maju, kasus gizi buruknya harus nol. Ini untuk Sumut kasus masih tinggi,” ucapnya.

Seperti diketahui dari hasil survei Fakultas Kesehatan Masyarakat USU tahun 2015-2016 selain Asahan dan Kota Medan, beberapa kota lainnya di Sumut yang warganya masih dilanda gizi buruk yakni, Gunung Sitoli 76 kasus, Langkat 72 kasus, Nias Barat 71 kasus, Mandailing Natal 62 kasus, Dairi 55 kasus, Sergei 52 kasus, Batubara 49 kasus dan Tapanuli Tengah 43 kasus.

Dengan banyaknya kasus gizi buruk tersebut di Sumut Nezar meminta pemerintah setempat konsisten dalam mengalokasikan anggaran kesehatan sesuai yang ditetapkan oleh Undang-Undang.

Apalagi lanjut dia dari hasil evaluasi Kementerian Dalam Negeri (Mendagri) tentang penjabaran APBD tahun 2017, dinyatakan jumlah alokasi anggaran sebesar Rp 448,9 miliar atau 3,9% dari total belanja di APBD tahun 2017 masih sedikit dan tidak sesuai dengan amanah UU nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan.

Padahal dalam UU itu diatur alokasi anggaran kesehatan harus 10% dari total belanja diluar gaji.(LMC-02)

About Lintas Medan

Kelvin Benjamin Jersey