Home / Bisnis / OJK Dorong Aparatur Pemko Medan Berinvestasi Saham

OJK Dorong Aparatur Pemko Medan Berinvestasi Saham

Walikota Medan H.T Dzulmi Eldin (kiri) menyimak penjelasan Kepala OJK Regional 5 Sumbagut Lukdir Gultom (kanan) saat audiensi di Balai Kota Medan, Kamis (2/2 (Foto: LintasMedan/Humas)

Medan, 2/2 (LintasMedan) – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 5 Sumbagut mendorong aparatur Pemerintah Kota (Pemko) Medan untuk berinvestasi saham yang ditransaksikan melalui Bursa Efek Indonesia.

“Kami ingin memberikan edukasi dengan mensosialisasikan pentingnya berinvestasi saham kepada aparatur Pemko Medan. Saham yang ditawarkan ini nantinya dijamin aman oleh pemerintah,” kata Kepala OJK Regional 5 Sumbagut Lukdir Gultom saat beraudiensi dengan Walikota Medan Dzulmi Eldin, di Balai Kota Medan, Kamis.

Ia memaparkan, saham yang ditawarkan tidak memiliki risiko dan para pemegang saham justru akan mendapatkan keuntungan dari saham yang dibeli.

“Nantinya aparatur Pemko Medan dapat membeli saham minimal Rp250 ribu per lembar, setelah itu tinggal menunggu keuntungan dari saham yang telah dibeli, dan keuntungannya terus berkembang,” ucap dia.

Ia menambahkan, meningkatkan investasi di saham juga akan membuka peluang bagi emiten atau perusahaan publik untuk mencari sumber-sumber pembiayaan melalui penawaran saham di bursa.

Pada kesempatan itu, Lukdir juga menyampaikan rencana OJK Regional 5 Sumbagut untuk melakukan sosialisasi tentang berinvestasi saham di pasar modal kepada jajaran aparatur Pemko Medan.

Dalam kegiatan sosialisasi itu, pihaknya memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang alternatif-alternatif berinvestasi di lembaga keuangan yang formal dan rendah risiko, termasuk investasi saham di Bursa Efek Indonesia.

Menanggapi rencana pihak OJK tersebut, Walikota Medan Dzulmi Eldin menyambut baik program OJK melakukan sosialisasi dan edukasi dalam upaya mendorong masyarakat mau berinvestasi di pasar modal.

“Dengan adanya sosialisasi ini, aparatur kita semakin mengetahui bahwa menabung ataupun berivestasi tidak selamanya harus di bank tetapi ada lembaga-lembaga keuangan lainnya yang dijamin negara sebagai tempat menabung atau berinvestasi,” katanya.

Diakuinya, edukasi dan sosialisasi tentang penghimpunan dana di pasar modal penting dilakukan guna memberi pemahaman dan pendidikan yang benar mengenai keamanan dan legalitas lembaga keuangan.

Melalui program yang ditawarkan OJK tersebut, ia berharap muncul perubahan pola pemikiran (mindset) secara luas dari para aparatur untuk lebih cerdas, produktif dan mandiri dalam mengelola keuangan. (LMC-02)

About Lintas Medan

Kelvin Benjamin Jersey