Home / Bisnis / Pemerintah Turunkan Harga Gas bagi Industri Sumut

Pemerintah Turunkan Harga Gas bagi Industri Sumut

Ilustrasi: Kapal kargo Liquefied Natural Gas (LNG) atau gas alam cair. (Foto: LintasMedan/ist)

Deli Serdang, 23/2 (LintasMedan) – Pemerintah pusat akhirnya menurunkan harga gas untuk industri di Sumatera Utara (Sumut) menjadi 9,95 dolar AS per MMBTU (Million Metric British Thermal Unit) terhitung mulai 1 Maret 2017.

“Pemerintah pusat melalui Menteri ESDM sudah berjanji menurunkan harga gas untuk industri di Sumut dari 12,2 dolar AS per MMBTU menjadi 9,95 dolar AS per MMBTU,” kata Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi saat menghadiri peresmian pabrik sarung tangan milik PT Medisafe Technology di Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang, Kamis.

Informasi seputar bakal turunnya harga gas untuk industri di Sumut juga diungkapkan Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto saat menghadiri acara tersebut.

Menurut Erry, harga gas yang relatif tinggi dewasa ini menjadi salah satu kendala untuk meningkatkan kinerja pertumbuhan investasi dan industri Sumut sehingga produk yang dihasilkan sulit bersaing.

Karena itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut selama beberapa tahun terakhir gencar mendesak pemerintah pusat agar merevisi harga gas untuk industri di Sumut.

“Desakan kami akhirnya dijawab langsung oleh Menteri ESDM Ignatius Jonan dengan memberi kabar gembira, per 1 Maret harga gas akan turun menjasi 9,95 dolar AS per MMBTU,’ ujarnya.

Meski demikian, pihaknya masih berharap harga gas untuk industri tersebut turun lagi karena dinilai masih lebih mahal dari harga di beberapa negara tetangga.

Di Malaysia, misalnya, harga gas untuk industri saat ini hanya berkisar antara 5 hingga 6 dolar AS per MMBTU.

Sementara itu, Menperin mengatakan bahwa penurunan harga gas adalah salah satu yang menunjukkan komitmen pemerintah untuk memberi banyak kemudahan kepada pengusaha yang sudah beroperasi dan termasuk calon investor baru.

“Pemerintah menyadari bahwa perlu investasi besar dan banyak untuk mendorong perekonomian dan menekan angka pengangguran,” ujarnya.

Sebagaimana diketahui, tingginya harga gas di Sumut selama ini disebabkan tinggnya biaya angkut.

Gas untuk industri di Sumut dikapalkan dari Sulawesi dan Papua untuk selanjutnya diolah di Pangkalan Brandan, Sumut atau diolah di Arun, Aceh dan setelah itu diangkut lagi ke Medan untuk memenuhi kebutuhan sejumlah perusahaan industri. (LMC-05)

About Lintas Medan

Kelvin Benjamin Jersey