Home / Medan / DPRD Sumut Kecam Arogansi PLN

DPRD Sumut Kecam Arogansi PLN

Nezar Djoeli (Foto:LintasMedan/ist)

Medan, 27/3 (LintasMedan) – Anggota DPRD Sumatera Utara Nezar Djoeli mengecam tindakan manajemen PT PLN yang terkesan arogan mengancam pemutusan listrik kepada pelanggan yang telat membayar rekening hanya dalam waktu satu hari.

“Kami banyak menerima keluhan masyarakat tentang pelayanan buruk dan arogansi manajemen PT PLN,” kata anggota Fraksi Nasdem DPRD Sumut, Nezar Djoeli, Minggu.

Menurut anggota Komisi E ini ancaman pemutusan listrik yang dilakukan PLN kepada pelanggan melalui surat karena telat membayar satu hari dinilai telah melukai dan mengecewakan hati masyarakat.

Apalagi saat ini masyarakat telah terbebani dengan pencabutan subsidi listrik oleh pemerintah. Seharusnya sebelum melayangkan surat ancaman pemutusan, PLN terlebih dahulu memberikan surat peringatan baik berupa denda atau solusi lain yang tidak membuat masyarakat resah.

“Jangan kewenangan yang telah dimiliki PLN membuat perusahaan BUMN itu arogan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.Padahal pelayanan yang diberikan sampai saat ini belum ditingkatkan,” sesalnya.

Hal ini seolah-olah membuat PLN ingin menunjukkan diri sebagai pemenang dalam pelayanan kepada masyarakat yang membutuhan listrik tanpa sedikitpun berempati dan berpihak kepada rakyat.

Karena itu Nezar meminta agar hal ini harus menjadi perhatian Kementerian BUMN terkait dengan sikap arogansi PLN.

“Jangan rakyat yang selalu dikorbankan. Kita harus merestorasi apa yang menjadi kewenangan dan kebijakan PLN saat ini. PLN harus pro rakyat.,” ujarnya.
Nezar meminta agar jangan ada lagi ancaman pemutusan yang kerap dilakukan didalam menagih rekening kepada pelanggan yang telat satu atau dua hari saja membayar.

Nezar juga meminta kepada Pemerintahan Joko Widodo agar segera memberikan kesempatan kepada investor swasta untuk menjadi mitra masyarakat dalam mensuplai listrik ke masyarakat. Hal ini perlu dilakuklan agar PLN bisa berbenah dan tidak arogan dalam menjalankan kewenangannya.

“Jadi kalau sudah ada pihak swasta yang menyuplai listrik ke masyarakat, maka mau tidak mau, PLN harus berbenah, karena sudah ada kompetitor,” katanya. (LMC-02)

About Lintas Medan

Kelvin Benjamin Jersey