Home / Sumut / Pemprov Sumut Target 19.000 Nelayan Terlindungi Asuransi

Pemprov Sumut Target 19.000 Nelayan Terlindungi Asuransi

Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi (ketiga kanan) menyalami sejumlah pengurus Persatuan Nelayan Tradisional Indonesia (PNTI) Sumut dan PNTI Kabupaten/Kota se Sumut yang baru dilantik, di Bina Graha Jalan Dipenegoro Medan, Sabtu (15/4). (Foto: LintasMedan/ist)

Medan, 15/4 (LintasMedan) – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut pada 2017 menargetkan sebanyak 19.000 nelayan lokal mendapat program perlindungan asuransi dalam rangka memberikan proteksi terhadap keberadaan nelayan lokal.

Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi, di Medan, Sabtu, mengatakan pemerintah menjamin asuransi nelayan di wilayah itu sebagai bentuk kepedulian terhadap mereka jika terkena musibah saat bekerja, terutama di laut.

“Dengan pemberian asuransi nelayan diharapkan pekerjaan mencari ikan di laut dapat terlindungi dengan baik,” ujarnya pada acara pelantikan Dewan Pimpinan Wilayah Persatuan Nelayan Tradisional Indonesia (PNTI) Sumut dan PNTI Kabupaten/Kota se Sumut di Bina Graha Jalan Dipenegoro Medan.

Sebagaimana diketahui, pemberian asuransi nelayan merupakan amanat dari Undang Undang Nomor 7 Tahun 2016 tentang Perlindungan Nelayan. Negara wajib menganggarkan dana untuk asuransi jiwa nelayan.

Disebutkannya, jumlah nelayan keseluruhan di Sumut saat ini mencapai 252 ribu orang khusus mata pencahariannya menangkap ikan di laut dengan mengunakan fasilitas berbagai jenis armada tangkap.

“Jumlah nelayan di Sumut mencapai 252 ribu jiwa dan tingkat kesejahteraan mereka umumnya masih relatif rendah. Oleh arena itu, saya menaruh harapan kepada pengurus DPW PNTI Sumut dan DPD PNTI Kabupaten/Kota untuk segera menyusun program kerja yang baik dan terukur serta dapat bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi Sumut,” kata Gubernur.

Dia juga berharap PNTI dapat membantu untuk mensosialisasikan peraturan dan program pemerintah, seperti pemberantasan pencurian ikan oleh nelayam asing (illegal Fishing), penggunaan alat tangkap yang ramah lingkungan dan sosialisasi kartu nelayan Paten.

Berdasarkan geografis, kata Err, Sumut memiliki potensi perikanan tangkap hingga mencapai 1,7 juta ton per tahun.

“Kondisi ini menjadikan Sumut kaya sumber daya ikan yang harus dikelola dengan cara yang bijaksana, yaitu menggunakan alat tangkap yang ramah agar dapat diwariskan kepada generasi mendatang,” ucapnya.

Sementara Ketua DPW PTNI Sumut menyambut baik dengan adanya program Paten untuk nelayan tradisional yang digagas oleh Gubernur Erry Nuradi.

Pada kesempatan itu, pihaknya berharap kepada instansi pemerintah terkait agar mengakomodir aspirasi nelayan mengenai masih banyaknya peraturan yang belum berjalan sebagaimana mestinya. (LMC-02)

About Lintas Medan

Kelvin Benjamin Jersey