Home / Medan / 10 Kabupaten/Kota Tertarik Penerapan e-Planning Pemko Medan

10 Kabupaten/Kota Tertarik Penerapan e-Planning Pemko Medan

Sekda Kota Medani Syaiful Bahri (keenam kiri) didampingi Kepala Satgas Koordinasi Pencegahan KPK Adlinsyah Nasution (kelima kiri), foto bersama 10 pejabat yang mewakili pemerintah kabupaten/kota, usai acara penandatanganan fakta kerja sama Pengembangan Penyerahan Source Code Trainer Of Trainer dari Aplikasi e-planning Kota Medan, di Balai Kota Medan, Senin (15/5).  (Foto: LintasMedan/ist)

Medan, 15/5 (LintasMedan) – 10 kabupaten dan kota tertarik untuk menerapkan sistem “e-planning” yang telah dilaksanakan Pemerintah Kota (Pemko) Medan, guna mempermudah pengawasan oleh pihak-pihak terkait.

Hal itu terungkap dalam acara penandatanganan fakta kerja sama Pengembangan Penyerahan Source Code Trainer Of Trainer dari Aplikasi E-Perencanaan atau e-planning Kota Medan, di Balai Kota Medan, Senin.

Adapun pemerintah kabupaten/kota yang menandatangani fakta kerja sama itu terdiri dari sembilan kabupaten/kota di Sumut, yakni Kota Sibolga, Kota Tanjung Balai, Kota Pematang Siantar, Kabupaten Tapanuli Utara, Kabupaten Serdang Bedagai, Kabupaten Asahan, Kabupaten Karo, Kabupaten Labuhan Batu dan Kabupaten Toba Samosir. Selain itu, Kota Palu, Provinsi Sulawesi Tengah.

Sebagaimana diinformasikan, kerja sama Pengembangan Penyerahan Source Code Trainer Of Trainer dari Aplikasi e-planning merupakan salah satu bagian rencana aksi pencegahan korupsi terintegrasi yang digagas Tim Koordinasi Supervisi dan Pencegahan Korupsi Komisi Korupsi (KPK).

Pada kesempatan itu, Walikota Medan H.T Dzulmi Eldin, mengatakan bahwa aplikasi e-planning Pemko Medan sudah terbangun dan dipergunakan dalam tahap-tahapan perencanaan mulai rembuk warga di tingkat lingkungan, musrenbang kelurahan, musrenbang kecamatan, pokok pikiran hasil reses DPRD Medan sampai dengan penyusunan rancangan rencana kerja SKPD yang akhirnya bermuara menjadi rencana kerja Pemko Medan tahun 2018.

Eldin dalam sambutan tertulis yang dibacakan Sekda Kota Medan Syaiful Bahri, mengatakan salah satu kelemahan selama ini dalam proses perencanaan dan penganggaran adalah tidak terselenggaranya proses perencanaan yang partisipatif, transparan dan akuntabel.

Realitas tersebut menyebabkan lahirnya sifat antipati, pesimis serta menurunnya citra pemerintah daerah di mata masyarakat.

“Itu sebabnya e-planning ini kami bangun untuk mengakomodir proses perencanaan mulai dari tingkat paling bawah (lingkungan) sampai dengan tingkat SKPD (perencanaan program dan kegiatan serta anggaran SKPD), sesuai dnegan arahan konstitusi yang tertuang pada Permendagri No.54/2010,” kata Walikota.

Selain itu, lanjutnya, Pemko Medan juga telah siap melaksanakan integrasi data perencanaan dan penganggaran dengan SIMDA Keuangan berbasis web untuk semakin mengoptimalkan akuntabilitas dan transparansi penatausahaan keuangan daerah.

Selanjutnya, melengkapi aplikasi e-planning dengan standar-standar pokok seperti standar harga, standar analisis belanja, standar penomoran kode aset dan standar lainnya.

“Penerapan e-planning ini juga sampai dengan memastikan konsistensi perencanaan pembangunan daerah sesuai dengan yang sudah tertuang pada berbagai dokumen perencanaan, baik jangka panjang, menengah maupun tahunan,” ujarnya.

Karena itu, pihaknya berharap aplikasi e-planning yang dibangun ini dapat terus dipergunakan, dikembangkan dan disempurnakan guna membantu semua dalam mewujudkan penyelenggaraan pemerintah daerah yang semakin baik, transparan, akuntabel dan terukur sehinggamemberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat dan pembangunan di kabupaten/kota masing-masing.

Sementara itu, Kepala Satgas Koordinasi Pencegahan KPK Adlinsyah Nasution mengapresiasi Pemko Medan karena telah berhasil membangun e-planning.

“Keberhasilan ini tidak terlepas dari tindak lanjut bagian rencana aksi pencegahan korupsi terintegrasi,” ujar dia.

Hal ini, menurut dia, membuktikan bahwa Kota Medan sudah membangun sistem yang lebih baik dari Pemerintah Kota Surabaya dalam upaya mewujudkan penyelenggaraan pemerintah daerah yang semakin baik, transparan, akuntabel dan terukur.

Adlinsyah menambahkan, dirinya telah menyampaikan kepada pimpinan KPK untuk memberikan penghargaan atau “reward” bagi daerah yang sudah berhasil membangun sistem e-planning.

“Kita mengucapkan terima kasih kepada Kota Medan yang mau berbagi dengan daerah lain dalam membangun sistem aplikasi e-planning ini. Sepulangnya dari Medan, kita berharap 10 kabupaten/kota yang melakukan penandatanganan fakta kerjasama ini bisa menerapkan e-planning ini di daerahnya masing-masing,” ucap dia. (LMC-03)

About Lintas Medan

Kelvin Benjamin Jersey