Home / Sumut / Reward Untuk PLN Jika Tak Ada Pemadaman Selama Ramadhan

Reward Untuk PLN Jika Tak Ada Pemadaman Selama Ramadhan

Tengku Erry Nuradi (Foto:LintasMedan/ist)

Medan, 22/5 (LintasMedan) – Gubernur Sumatera Utara Tengku Erry Nuradi mengingatkan manajemen PT PLN untuk tidak melakukan pemadaman listrik selama bulan Ramadhan.

Selain itu, kata Erry Pemerintah Provinsi Sumut juga akan memberikan reward (penghargaan) kepada perusahaan BUMN itu jika tidak melakukan pemadaman di bulan suci tersebut

Erry juga mengakui selama sepuluh tahun belakangan ini kondisi kelistrikan di Sumut cukup memprihatinkan.

“Saya sudah sampaikan kepada manajemen PLN, jika tidak ada pemadaman listrik di bulan Ramadan, maka kita akan memberikan reward. Ini diharapkan memang tidak ada lagi pemadaman, karena dari sisi kemampuan daya sudah cukup,” kata Erry menjawab wartawan usai pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng) serta Walikota dan Wakil Walikota Tebingtinggi, Senin di Aula Martabe.

Datangnya kapal MVPP di Belawan dengan kapasitas 240 MW, kata Erry diharapkan dapat membantu kebutuhan listrik Sumatera dan Aceh yang mencapai 1850 MW.

“Memang ada defisit sedikit. Mudah-mudahan dengan masuknya kapal tersebut, defisit kita teratasi. Bahkan kita dengan adanya kapal ini kita berharap bisa surplus dan bisa memberikan ke provinsi lain,” ucapnya.

Lebih lanjut Erry juga menjelaskan, pembangunan tol listrik Sumatera juga diharapkan mampu memberikan daya dan mengaliri listrik dari Sumatera bagian Selatan hingga ke Utara. Saat ini pembangunan tol listrik tersebut juga hampir rampung.

Lain lagi dengan pembangkit-pembangkit lain yang ditargetkan juga selesai pada tahun ini. Pembangkit lain itu seperti pembangkit listrik panas bumi Sarula. Rencananya pembangkit ini bisa masuk ke sistem tiga kali 110 MW. Belum lagi pembangkit listrik di Pangkalan Susu dan pembangkit lainnya yang sedang on progress.

“Kita harapkan pembangunan pembangkit kelistrikan ink bisa menjadikan Sumut lebih paten. Tidak ada lagi pemadaman di Sumut, kecuali karena alasan teknis,” katanya.

Pemadaman yang terjadi awal tahun kemarin kata Erry karena masalah teknis. Hal ini karena tenaga uap tidak masuk ke sistem. Akibatnya terjadi shutdown. “Kalau sudah seperti itu tidak bisa langsung dihidupkan. Kita harus tunggu dua atau tiga hari lagi baru bisa start lagi,” ucapnya.

Untuk MVPP sendiri Erry menyebutkan akan berada di Belawan selama lima tahun. “Ini sesuai kontraknya. Untungnya datang kapalnya juga lebih cepat di luar perkiraan kita,” ucapnya. (LMC-04)

About Lintas Medan

Kelvin Benjamin Jersey