Dua Anggota Brimob Ditusuk OTK

Aparat kepolisian melakukan penjagaan pascaperistiwa penusukan dua anggota Brimob di Masjid Falatehan Jakarta Selatan, Jumat (30/6) malam. (Foto: LintasMedan/ist)

Jakarta, 30/6 (LintasMedan) – Dua anggota Brimob usai shalat Isya di Masjid Falatehan kawasan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Jumat, ditusuk orang tidak dikenal (OTK).

“Tiba tiba pelaku yang juga melaksanakan salat meneriakkan ‘thogut’ lalu langsung seketika menikam anggota Brimob yang posisinya persis di sebelahnya dengan menggunakan pisau sangkur merk cobra,” jelas Kepala Biro Penerangan Divisi Humas Polri Brigjen Rikwanto,” kata Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Polri Kombes Martinus Sitompul

Ia menjelaskan, dua anggota Brimob yang menjadi korban bernama AKP Dede Suhatmi dan Briptu Syaiful B.

Keduanya mengalami luka akibat diserang dengan pisau sangkur. Pelaku diperkirakan sengaja mengincar leher korban, namun pisau sangkur mengenai wajah korban yang melakukan perlawanan.

Usai menikam dua personel Brimob itu, lanjut Martinus, pelaku sempat mengancam jemaah masjid dengan mengacungkan pisau sangkurnya sambil meneriakkan thagut.

Pelaku kemudian melarikan diri keluar masjid dan beberapa saat kemudian anggota Brimob yang berjaga memberikan tembakan peringatan sebanyak dua kali, namun tak diindahkan pelaku.

Akhirnya anggota Brimob menembak pelaku. Pelaku akhirnya tewas di tempat.

Pascakejadian, kartu tanda penduduk (KTP) dengan inisial M ditemukan di lokasi ditembaknya pelaku.

Kapolda Metro Jaya Irjen M Iriawan menyebut KTP seseorang dengan inisial M yang ditemukan pada pelaku penusukan dua anggota Brimob kemungkinan palsu.

“Hasil keterangan tim KTP yang dipakai sementara kemungkinan palsu. Tapi kita akan dalami, kita akan kroscek dengan pendalaman di lapangan,” ujar Iriawan. (LMC-03/dtc)




Warga Jerman yang Hilang Ditemukan Meninggal Dunia

Anggota Tim SAR Gabungan mengevakuasi jenazah Wolter Klaus (49), warga negara Jerman yang hilang saat mendaki  Gunung Sibayak, Kabupaten Karo, Jumat (30/6). (Foto: LintasMedan/ist)

Karo, 30/6 (LintasMedan) – Wolter Klaus (49), warga negara Jerman yang hilang saat mendaki seorang diri ke Gunung Sibayak di Kabupaten Karo, Sumatera Utara ditemukan meninggal dunia tewas setelah hilang selama sembilan hari, Kamis (29/6).

Tim SAR Gabungan menemukan jasad Klaus dalam kondisi tanpa busana, terhimpit batu dan terendam air di sekitar Air Terjun Dua Warna, Desa Nari Gunung, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deliserdang.

Kepala Kantor SAR Medan Budiawan yang turun langsung dalam operasi pencarian, mengatakan, penyisiran yang dilakukan berada di dua koordinat dengan 42 personel.

Ikut serta dalam pencarian itu keluarga korban, yakni adik kandung dan adik ipar Klaus.

Seperti diberitakan sebelumnya, Klaus dikabarkan hilang oleh pihak Hotel Sibayak kepada Polisi Sektor Berastagi, Kabupaten Karo.

Saat dilakukan pengecekan di pos redistribusi pendakian Gunung Sibayak di Desa Jaranguda, Kecamatan Merdeka, nama Klaus terdaftar di buku register pendakian.

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Dra Rina Sari Ginting, mengatakan, jenazah korban berhasil di evakuasi Tim SAR Gabungan pada Jumat (30/6) pukul 15.20 WIB.

Selanjutnya, jenazah diperlihatkan kepada pihak keluarga Klaus untuk memastikan bahwa mayat itu adalah Klaus Wolter.

Rencana pihak keluarga, jenazah akan dikremasi dan abunya dibawa ke Jerman. (LMC-04)




Layanan Data Indosat Ooredoo Naik Selama Lebaran

Indosat Ooredoo Network Operation Center (i-NOC) beroperasi 24 jam dalam tujuh hari. (Foto: LintasMedan/ist)

Medan, 30/6 (LintasMedan) – Layanan data Indosat Ooredoo mengalami kenaikan signifikan pada Idul Fitri 1438 Hijriah, yakni sebesar 113,60 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2016.

“Kenaikan akses data yang sangat signifikan itu tidak terlepas dari upaya peningkatan kapasitas jaringan Indosat Ooredoo,” kata Group Head Network Operations Indosat Ooredoo Umar Hadi dalam siaran pers Indosat Ooredoo yang diterima lintasmedan.com, Jumat.

Ia memaparkan, Indosat Ooredoo telah meningkatkan kapasitas layanan data menjadi 7.344 terabyte per hari, kapasitas layanan suara 37,5 juta Erlang/hari, dan untuk kapasitas SMS 1,9 miliar/hari.

Peningkatan kapasitas ini disiapkan untuk 95,6 juta pelanggan Indosat Ooredoo di seluruh Indonesia yang dikendalikan dari Indosat Ooredoo Network Operation Center (i-NOC) sebagai Command Centre.

Command Center beroperasi beberapa hari sebelum dan sesudah Lebaran untuk mengidentifikasi secara proaktif melalui tim Performance Monitoring sebelum sebuah gangguan berimbas bagi pelanggan.

Pusat layanan itu secara reaktif menyiagakan tim customer service, sehingga bila ada kendala dapat diselesaikan sesegera mungkin.

Umar menambahkan, Indosat Ooredoo pada Lebaran 2017 atau pada 25 Juni 2017 berhasil melayani pelanggan dengan baik selama masa-masa mudik dan Lebaran 2017.

“Bila dibandingkan dengan trafik harian reguler, trafik data pada hari Lebaran meningkat sebesar 39.52 persen,” ujarnya.

Peningkatan trafik data tertinggi selama masa mudik Lebaran 2017 terjadi pada hari puncak mudik Lebaran atau H-3 Lebaran, dimana trafik data di hari H-3 Lebaran meningkat menjadi sekitar 3102.10 terabyte/hari, atau naik 53.85 persen dibandingkan trafik data reguler pada hari biasa.

Peningkatan trafik data tersebut sejalan dengan tren penggunaan sosial media di masyarakat, terutama aktifitas komunikasi menggunakan berbagai aplikasi dalam berkomunikasi dan bersilaturrahmi selama masa Lebaran.

Berbeda dengan layanan data, trafik layanan suara dan SMS cenderung turun selama Lebaran 2017.

Bila dibandingkan dengan trafik reguler harian biasa, trafik voice pada hari Lebaran 2017 mengalami penurunan menjadi sekitar 286.52 juta menit, atau turun sekitar 14.45 persen dan trafik SMS turun menjadi sekitar 321.12 juta SMS, atau turun 31.40 persen.

Sementara keberhasilan kirim antar pelanggan Indosat Ooredoo lebih dari 94.18 persen yang berarti tidak ada permasalahan yang signifikan dalam pengiriman SMS internal jaringan Indosat Ooredoo.

Sedangkan tingkat keberhasilan pengiriman SMS ke antar operator mencapai sekitar 89.21 persen walau terjadi kepadatan alur pengiriman antaroperator. (LMC-04/rel)




Korban Tenggelam di Danau Toba Ditemukan Tewas

Foto: Ilustrasi

Simalungun, 30/6 (LintasMedan) – Muhammad Ridwan alias Dion (18), salah satu pengunjung objek wisata Danau Toba, yang sempat dikabarkan hilang saat berenang pada Rabu (28/6) sore, akhirnya ditemukan dalam keadaan tewas atau meninggal dunia pada Jumat.

Informasi yang dihimpun lintasmedan.com, jasad Muhammad Ridwan ditemukan oleh beberapa orang warga pada pukul 07.00 WIB di pinggiran Danau Toba tepatnya di depan mess PTPN II, Parapat, Kabupaten Simalungun.

Beberapa saat kemudian, petugas dari kepolisian dan anggota SAR tiba di lokasi kejadian untuk melakukan evakuasi.

“Jasad korban ditemukan oleh beberapa orang warga dalam posisi mengambang,” kata Vira Pohan, salah seorang wisatawan yang ikut menyaksikan proses evakuasi jenazah Muhammad Ridwan.

Sebelumnya, Kasubag Humas Polres Simalungun AKP J Sinaga membenarkan telah menerima laporan dari Polsek Parapat tentang hilangnya Muhammad Ridwan di perairan Danau Toba.

Muhammad Ridwan yang merupakan warga Jalan Setia Budi No 64, Kota Medan, tiba di kawasan wisata itu bersama rombongan Julius Simanjuntak dengan menggunakan mobil jenis Hyundai datang dari arah Medan menuju Parapat pada Rabu sekitar pukul 12.00 WIB.

Korban menginap di mess PTPN II dan beberapa jam kemudian berenang ke arah pinggiran Hotel Inna Parapat.

Selanjutnya, rekan korban tidak melihat lagi keberadaan Muhammad dan diduga kuat tenggelam di danau tersebut. (LMC-03)




Tiga Tersangka Penyerang Mapolda Sumut Dibawa ke Jakarta

Personel Brimob berjaga di dekat pos polisi Mapolda Sumut pasca peristiwa penyerangan, di Medan, Minggu (25/6). (Foto: LintasMedan/ist)

Medan, 28/6 (LintasMedan) – Sebanyak tiga tersangka yang diduga terlibat dalam aksi penyerangan pos jaga Mapolda Sumatera Utara (Sumut) dibawa ke Mabes Polri di Jakarta.

Menurut Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Rina Sari Ginting, di Medan, Rabu, tiga tersangka yang dibawa itu adalah Syawaluddin Pakpahan, Hendry Pratama alias Boboy dan Firmansyah Putra Yudi.

“Sekitar pukul 14.00 WIB, aparat Densus 88 telah membawa tiga tersangka beserta seluruh barang bukti ke Jakarta dengan menggunakan pesawat udara melalui Bandara Kuala Namu,” ujarnya.

Ia menjelaskan, ketiga tersangka dibawa ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan yang lebih intensif mengenai aksi penyerangan yang diduga terindikasi jaringan ISIS itu.

Dalam penyelidikan atas kasus yang terjadi pada Minggu (25/6) dini hari tersebut, Polri telah menetapkan empat tersangka.

Selain Syawaluddin Pakpahan, Hendry Pratama, Firmansyah Putra Yudi, tersangka lain adalah Ardial Ramadhani yang melakukan langsung penyerangan ke pos jaga Mapolda Sumut tersebut.

Namun Ardial Ramadhani tewas tertembak personel Satuan Brimob Polda Sumut yang memberikan bantuan ketika penyerangan pos jaga itu berlangsung.

“Tersangka yang meninggal dunia atas nama Ardial Ramadhani sudah diserahkan kepada orang tuanya untuk dimakamkan,” kata Rina.

Sedangkan saksi-saksi yang telah diperiksa dikembalikan kepada keluarganya setelah diketahui tidak terlibat berdasarkan hasil pemeriksaan.

Sebelumnya, pada Minggu (25/6) sekitar pukul 03.00 WIB, terjadi penyerangan terhadap personel Yanma Polda Sumut Aiptu Martua Sigalinggung yang bertugas di pos jaga pintu keluar Mapolda Sumut.

Akibat penyerangan yang belakangan diketahui pelakunya bernama Ardial Ramadhana tersebut, Aiptu Martua Sigalingging meninggal dunia karena mengalami luka yang cukup parah di dada, tangan, dan lehernya.

Namun, pelaku yang berjumlah dua orang itu berhasil dilumpuhkan personel Satuan Brimob yang berjaga di pintu masuk Mapolda Sumut.

Ardial Ramadhana tewas, sedangkan seorang lagi bernama Syawaluddin Pakpahan luka tertembak. (LMC-06)




Walikota Minta Camat Tanggap Keamanan Lingkungan

H.T Dzulmi Eldin

Medan, 25/6 (LintasMedan) – Walikota Medan H.T Dzulmi Eldin minta seluruh camat di wilayahnya harus tetap tanggap dengan kondisi keamanan di lingkungannya masing-masing.

“Saya minta seluruh camat dan lurah termasuk kepala lingkungan harus peduli dan cepat tanggap mengenai kondisi keamanan di lingkungannya, salah satunya dengan mengaktifikan kembali sistem keamanan lingkungan,” katanya di sela menggelar open house dalam rangka Lebaran 2017, di rumah dinas walikota Medan, Minggu (25/6).

Tuntutan keterlibatan camat, lurah dan kepala lingkungan (Kepling) untuk tanggap kondisi keamanan lingkungan, kata Eldin, dalam rangka memberikan rasa aman dan nyaman bagi seluruh masyarakat yang bermukim di Kota Medan.

Selain mengaktifkan kembali sistem keamanan lingkungan, Walikota juga minta kepada apraturnya yang bersentuhan langsung dengan masyarakat agar terus bersinergi dengan Babinsa dan Babinkantimbas.

Sinergitas tersebut, menurut dia, harus terus dibangun guna meminimalisir kemungkinan terjadinya tingkat kejahatan di tengah masyarakat.

“Saya yakin jika sinergitas ini terbangun dengan baik, insya Allah Kota Medan akan lebih aman. Apalagi jika seluruh lapisan masyarakat ikut mendukung,” katanya.

Partisipasi masyarakat tersebut, kata dia, dapat diwujudkan dalam bentuk memberikan informasi, termasuk segera melaporkan orang tidak dikenal dengan tindak-tanduk maupun gelagat mencurigakan di sekitar tempat tinggalnya masing-masing.

“Dengan demikian aparat keamanan dapat melakukan tindakan preventif secepatnya,” ujar Eldin.

Dikatakannya, Pemko Medan bersama seluruh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) setempat akan terus berupaya memberikan pelayanan keamanan terbaik bagi seluruh warga di ibu kota Provinsi Sumut itu. (LMC-03)




Arus Balik Bandara Kuala Namu Padat

Ilustrasi -Penumpang memadati ruang tunggu Bandara Internasional Kuala Namu, Kabupaten Deli Serdang. (Foto: LintasMedan/ist)

Deli Serdang, 28/6 (LintasMedan) – Arus balik di Bandar Udara Internasional Kuala Namu, Kabupaten Deli Serdang, Sumut memasuki H+4 Lebaran 2017 atau Rabu (28/6), suasananya lebih padat dibandingkan sehari sebelumnya.

Dari pantauan di lokasi, para penumpang terlihat memadati sebagian besar area terminal keberangkatan dan kedatangan domestik.

Berdasarkan data Posko Terpadu Angkutan Lebaran di Bandara Kuala Namu, pergerakan penumpang arus balik pada H+4 mencapai 32.413 orang, atau meningkat dibanding jumlah penumpang arus balik pada H+4 Lebaran 2016.

Branch Communication and Legal Manager Bandara Kualanamu Wisnu Budi Setianto, membenarkan, peningkatan penumpang arus balik terjadi sejak hari pertama arus balik atau hari ketiga lebaran (27/6).

“Pada H+3, pergerakan penumpang arus balik tercatat sebanyak 30.050 penumpang atau naik enam persen dibanding H+3 Lebaran 2016,” paparnya.

Wisnu memperkirakan puncak arus balik Lebaran 2017 akan terjadi pada H+7 atau H+8.

Seperti tahun sebelumnya, PT Angkasa Pura II (Persero) Kantor Cabang Bandara Internasional Kuala Namu sejak 15 Juni 2017 telah mengoperasikan Posko Terpadu di terminal kedatangan bandara tersebut.

Pengoperasian Posko itu direncanakan berlangsung hingga 11 Juli 2017.

Sementara itu, Kasubbid Penmas Polda Sumut AKBP Mangantar P Nainggolan, mengimbau kepada pengguna angkutan lebaran agar selalu waspada dan mengikuti arahan petugas dalam perjalanan.

“Kami juga meminta masyarakat pengguna angkutan umum agar senantiasa menjaga barang bawaan,” ujarnya. (LMC-04)




Kapolda Sumut Instruksikan Peningkatan Pengamanan Markas

Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel

Medan, 27/6 (LintasMedan) – Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sumatera Utara (Sumut) Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel menginstruksikan Kapolres/Kapolresta, serta jajaran satuan Polda agar meningkatkan pengamanan atau maximum security markas, pascaperistiwa penyerangan terhadap aparat kepolisian saat melaksanakan tugas piket di Mapolda Sumut, Minggu 26/6) dinihari.

“Sistem pertahanan maximum security dilakukan saat personel di lapangan. Selain itu, peningkatan pengamanan juga diberlakukan di Mapolda, markas-markas kepolisian, pos-pos polisi, serta asrama polisi,” kata Kapolda Sumut kepada pers, di Medan, Selasa.

Hal tersebut, menurut dia, dilakukan sebagai antisipasi jika ada aksi lanjutan dari kelompok radikal seperti terjadi pada akhir pekan lalu yang mengakibatkan petugas pelayanan markas (Yanma) Polda Sumut Aiptu Martua Sigalingging meninggal dunia akibat luka tusukan pada beberapa bagian tubuhnya.

Apalagi, pihaknya mensinyalir para pelaku teror tersebut diduga kuat menjadikan personel dan markas kepolisian sebagai sasaran utama.

Untuk mengantisipasi kejadian serupa, Rycko memerintahkan seluruh jajaran untuk meningkatkan kewaspadaan dengan memperketat pengamanan markas.

Dikatakannya, peningkatan pengamanan markas polisi di wilayah hukum Polda Sumut berlangsung sampai batas waktu yang belum ditentukan.

“Kita juga akan melakukan evaluasi, supervisi sistem keamanan yang ada di Polda Sumut,” tambahnya.

Sebagaimana diinformasikan, petugas Yanma Polda Sumut Aiptu Martua Sigalinggung yang bertugas di pos jaga pintu keluar Mapolda Sumut, pada Minggu sekitar pukul 03.00 WIB diserang dua orang tidak dikenal sehingga meninggal dunia karena mengalami luka yang cukup parah di dada, tangan, dan lehernya.

Dalam peristiwa, dua orang terduga teroris dapat dilumpuhkan, salah seorang pelaku Ardial Ramadhan berhasil ditembak mati.

Sementara pelaku lain, yakni Syawaludin Pakpahan ditembak pada bagian paha oleh petugas kepolisian yang sedang melakukan penjagaan di Mapolda Sumut dan tersangka hingga saat ini masih dalam perawatan di Rumah Sakit Bhayangkara Medan. (LMC-03)




FKUB Kutuk Serangan Teror di Mapolda Sumut

Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Medan H. Palit Muda Harahap (kedua kanan),didampingi beberapa unsur pengurus FKUB lainnya, memberikan keterangan kepada pers di Medan, Senin. (26/6). FKUB mengutuk dengan keras aksi teror yang mengakibatikan satu orang petugas pelayanan markas Polda Sumut meninggal dunia. (Foto: LintasMedan/ist)

Medan, 26/6 (LintasMedan) – Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Medan mengutuk serangan teror pada Minggu (25/6) dinihari di markas Polda (Mapolda) Sumatera Utara, sehingga menewaskan satu orang petugas pelayanan markas Aiptu Martua Sigalingging.

“Kami dari Forum Kerukunan Umat Beragama turut merasakan apa yang menimpa salah satu personel Polri di Mapolda Sumut yang menjadi korban kebiadaban aksi teror,” kata Ketua FKUB Kota Medan H. Palit Muda Harahap kepada pers di Medan, Senin.

Sebagaimana diinformasikan, petugas pelayanan markas (Yanma) Pold Sumut Aiptu Martua Sigalinggung yang bertugas di pos jaga pintu keluar Mapolda Sumut, pada Minggu sekitar pukul 03.00 WIB diserang dua orang tidak dikenal sehingga meninggal dunia karena mengalami luka yang cukup parah di dada, tangan, dan lehernya.

Menurut Palit, serangan terhadap personel Polri tersebut sangat tidak berperikemanusiaan dan bertentangan dengan agama Islam, apalagi dilaksanakan saat umat Islam hendak merayakan Idul Fitri.

Agama Islam, lanjut dia, tidak pernah mengajarkan kekerasan apalagi membunuh sesama manusia.
Umat muslim juga harus mengakhiri tindakan kekerasan yang justru bertentangan dengan nilai-nilai Islam seperti yang dilakukan oleh kelompok Alqaidah dan ISIS.

“Jangan memperalat agama sebagai tameng untuk berjuang demi agama. Kita harus menjaga persatuan dan kesatuan bangsa dan negara, bukan malah ikut-ikutan paham yang tidak kita mengerti atau memang menyalahi norma-norma agama dan hukum di Indonesia,” ucapnya.

Karena itu, pihaknya meminta Polri untuk menyelidiki kasus tersebut hingga tuntas, serta mengumpulkan semua bukti, termasuk keterlibatan orang-orang di balik layar.

“Kami meminta Polri segera mengungkap pelakunya sampai ke akar-akarnya,” ujarnya didampingi Sekretaris FKUB Kota Medan Pendeta DR. L. Karo Sekali, Wakil Sekretaris Pastor Guido Situmorang, OFM.Cap. dan Ketua I Sutopo.

FKUB juga berharap kepada segenap umat beragama di Kota Medan agar tidak terpancing dengan isu dan informasi yang menyesatkan atau memprovokasi kerukukan umat beragama.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Rina Sari Ginting di Medan, Senin, mengatakan, tim gabungan Densus Antiteror Mabes Polri dan Polda Sumut hingga Minggu malam sudah mengamankan 12 orang saksi.

Seluruh saksi yang diamankan itu, hingga saat ini masih menjalani pemeriksaan secara intensif di Mako Satuan Brimob Polda Sumut.

“Dari 12 orang itu, ada lima orang yang perlu dilakukan pendalaman,” katanya

Menurut dia, dari saksi yang sedang dilakukan pendalaman tersebut, pihak kepolisian ingin mendalami dan mengetahui mengenai peranan dan kaitannya dengan peristiwa penyerangan itu. (LMC-05)




Kapolda Lepas Jenazah Aiptu Martua Sigalingging

Kapolda Sumut Irjen Pol. Rycko Amelza Dahniel (ketiga kanan) didampingi sejumlah pejabat utama Polda Sumut, memimpin upacara pelepasan jenazah Aiptu Martua Sigalingging, di Rumah Sakit Bhayangkara Medan, Minggu (25/6) sore.  Aiptu Martua Sigalingging gugur dalam tugas setelah diserang dua orang tidak dikenal pada Minggu dinihari.(Foto: LintasMedan/ist)

Medan, 25/6 (LintasMedan) – Kapolda Sumut Irjen Pol. Rycko Amelza Dahniel didampingi Wakapolda Brigjen Pol. Agus Andrianto, melepas jenazah jenazah Aiptu Martua Sigalingging yang gugur akibat diserang anggota jaringan teroris saat melaksanakan tugas penjagaan di markas polda (Mapolda) setempat, pada Minggu (26/6) sekitar pukul 03.00 WIB.

Rycko beserta sejumlah para utama Polda Sumut memberikan penghormatan terakhir sebelum melepas keberangkatan jenazah Aiptu Martua Sigalingging dari RS Bhayangkara Medan, Minggu sore, untuk selanjutnya dikebumikan di kampung halamannya di Kabupaten Batu Bara, Sumut.

Kapolda mengaku sangat berduka atas wafatnya personel Yanma Polda Sumut ketika sedang menjalankan tugas penjagaan markas tersebut.

Pihaknya menilai peristiwa penyerangan yang dilakukan orang yang terindikasi anggota jaringan ISI terhadap personel Polri tersebut sebagai kejadian yang luar biasa.

“Kejadian ini sungguh merusak hari yang fitri ini. Dan saya sangat berduka atas gugurnya anggota Polda Sumut,” Irjen Rycko.

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol. Rina Sari Ginting, menjelaskan, jenazah Aiptu Martua Sigalingging akan dikebumikan di Batu Bara pada hari Selasa (27/6)..

Selama bertugas di bagian Yanma Polda Sumut, menurut dia, Martua Sigalingiing tinggal di sebuah rumah kontrakan di Medan.

Sedangkan anak dan istrinya masih tinggal di Padang Sidempuan, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel).

Dikatakannya, korban yang sebelumnya bertugas di Polres Tapsel ini adalah sosok pria yang humoris.

M. Sigalingging selaku petugas Yanma, menurut dia, memiliki tugas yang penting yakni menjaga keamanan mapolda, kebersihan serta pelayanan lainnya.

“Polda Sumatera Utara mengucapkan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya. Semoga amal ibadah almarhum diterima di sisi Tuhan Yang Maha Esa serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan,” ujarnya.

Sebagaimana diinformasikan,  pada Minggu dinihari sekitar pukul 03.00 WIB, dua orang tidak dikenal menyerang personel Yanma Polda Sumut Aiptu Martua Sigalinggung yang bertugas di pos jaga pintu keluar Mapolda Sumut.

Akibat penyerangan tersebut, Aiptu Martua Sigalingging meninggal dunia karena mengalami luka yang cukup parah di dada, tangan, dan lehernya.  (LMC-06)