Home / Kuliner / Anyang Pakis, Kuliner Khas Asahan Digemari Saat Ramadhan

Anyang Pakis, Kuliner Khas Asahan Digemari Saat Ramadhan

Ilustrasi – Anyang Pakis.

Kisaran, 3/6 (LintasMedan) – Anyang Pakis merupakan salah satu kuliner khas di Kabupaten Asahan yang banyak dijajakan saat bulan Ramadhan.

Makanan ini dinilai sangat lezat disantap begitu saja tanpa nasi, karena memang bukan tergolong jenis sayur. Hanya saja Anyang Pakis menggunakan bumbu kelapa yang disangrai seperti serundeng.

Bumbu dasarnya juga mirip seperti bumbu urap, yaitu bawang merah, serai, daun jeruk, ketumbar dan air jeruk nipis, semuanya dihaluskan lalu disangrai bersama kelapa.

Saat ini Anyang Pakis menjadi menu yang sangat mudah dijumpai.Tetapi,seiring jalannya waktu,Anyang Pakis kini tinggalah makanan musiman.

Kita hanya akan menjumpai Anyang Pakis pada saat musim Bulan Puasa maupun pada acara acara tertentu seperti hajatan pernikahan, sangat jarang atau bahkan sangat sulit kita menemukan Anyang Pakis selain di Bulan Ramadhan.

Jika Bulan Puasa tiba,pusat jajanan Ramadhan di Kota Kisaran pasti menjadikan Anyang Pakis sebagai salah satu menu khas dan dapat kita temukan di pusat jajanan Ramadhan seperti di Jalan Imam Bonjol depan Masjid Raya Kisaran, Jalan Sisingamangaraja arah ke Stadion Mutiara dan Simpang Enam.

Potensi Anyang Pakis untuk dikembangkan sebagai salah satu kuliner khas Asahan sangat lah besar. Karena,pakis sangat mudah diperoleh di tengah-tengah hamparan kebun karet atau kelapa sawit yang tersebar luas di Kabupaten Asahan.

Kelapa sebagai bumbu pendukung utama Anyang Pakis juga sangat mudah diperoleh, karena Asahan termasuk salah satu sentral penghasil kelapa di Sumatera Utara.

Tetapi tampaknya potensi ini belum cukup digali oleh Pemkab Asahan.Padahal, ini bisa menjadi salah satu sumber pendapatan bagi ibu-ibu rumah tangga yang mau mengembangkan keahlian meracik Anyang Pakis. Hal ini dapat dibuktikan dengan tingginya peminat jajanan Anyang Pakis.

Menurut Nova,salah seorang pedagang mengakui mampu menjual hingga 50 puluh porsi anyang pakis dengan harga per porsinya Rp 5.000. Dalam hitungan waktu berdagang hanya tiga jam di bulan Ramadhan ini.

“Sepertinya Pemkab setempat perlu memberi sosialisai bagi masayarakat nya untuk mengubah pakis dari tumbuhan liar menjadi oleh-oleh khas Asahan. Sehingga makanan Anyang Pakis nantinya tidak lagi hanya menjadi makanan musiman yang akan dilupakan dan tergerus zaman,” harap Nova.

Sementara itu, salah seorang pembeli Kirana menjelaskan bahwa dirinya sangat menyukai masakan anyang pakis tersebut. “Saya beserta keluarga sangat suka sama anyang pakis ini, sehingga selama Ramadhan, saya tidak pernah absen untuk membelinya, ” ujarnya.(LMC-C/DS)

About Lintas Medan

Comments are closed.

Scroll To Top