Home / Medan / FKUB Kutuk Serangan Teror di Mapolda Sumut

FKUB Kutuk Serangan Teror di Mapolda Sumut

Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Medan H. Palit Muda Harahap (kedua kanan),didampingi beberapa unsur pengurus FKUB lainnya, memberikan keterangan kepada pers di Medan, Senin. (26/6). FKUB mengutuk dengan keras aksi teror yang mengakibatikan satu orang petugas pelayanan markas Polda Sumut meninggal dunia. (Foto: LintasMedan/ist)

Medan, 26/6 (LintasMedan) – Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Medan mengutuk serangan teror pada Minggu (25/6) dinihari di markas Polda (Mapolda) Sumatera Utara, sehingga menewaskan satu orang petugas pelayanan markas Aiptu Martua Sigalingging.

“Kami dari Forum Kerukunan Umat Beragama turut merasakan apa yang menimpa salah satu personel Polri di Mapolda Sumut yang menjadi korban kebiadaban aksi teror,” kata Ketua FKUB Kota Medan H. Palit Muda Harahap kepada pers di Medan, Senin.

Sebagaimana diinformasikan, petugas pelayanan markas (Yanma) Pold Sumut Aiptu Martua Sigalinggung yang bertugas di pos jaga pintu keluar Mapolda Sumut, pada Minggu sekitar pukul 03.00 WIB diserang dua orang tidak dikenal sehingga meninggal dunia karena mengalami luka yang cukup parah di dada, tangan, dan lehernya.

Menurut Palit, serangan terhadap personel Polri tersebut sangat tidak berperikemanusiaan dan bertentangan dengan agama Islam, apalagi dilaksanakan saat umat Islam hendak merayakan Idul Fitri.

Agama Islam, lanjut dia, tidak pernah mengajarkan kekerasan apalagi membunuh sesama manusia.
Umat muslim juga harus mengakhiri tindakan kekerasan yang justru bertentangan dengan nilai-nilai Islam seperti yang dilakukan oleh kelompok Alqaidah dan ISIS.

“Jangan memperalat agama sebagai tameng untuk berjuang demi agama. Kita harus menjaga persatuan dan kesatuan bangsa dan negara, bukan malah ikut-ikutan paham yang tidak kita mengerti atau memang menyalahi norma-norma agama dan hukum di Indonesia,” ucapnya.

Karena itu, pihaknya meminta Polri untuk menyelidiki kasus tersebut hingga tuntas, serta mengumpulkan semua bukti, termasuk keterlibatan orang-orang di balik layar.

“Kami meminta Polri segera mengungkap pelakunya sampai ke akar-akarnya,” ujarnya didampingi Sekretaris FKUB Kota Medan Pendeta DR. L. Karo Sekali, Wakil Sekretaris Pastor Guido Situmorang, OFM.Cap. dan Ketua I Sutopo.

FKUB juga berharap kepada segenap umat beragama di Kota Medan agar tidak terpancing dengan isu dan informasi yang menyesatkan atau memprovokasi kerukukan umat beragama.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Rina Sari Ginting di Medan, Senin, mengatakan, tim gabungan Densus Antiteror Mabes Polri dan Polda Sumut hingga Minggu malam sudah mengamankan 12 orang saksi.

Seluruh saksi yang diamankan itu, hingga saat ini masih menjalani pemeriksaan secara intensif di Mako Satuan Brimob Polda Sumut.

“Dari 12 orang itu, ada lima orang yang perlu dilakukan pendalaman,” katanya

Menurut dia, dari saksi yang sedang dilakukan pendalaman tersebut, pihak kepolisian ingin mendalami dan mengetahui mengenai peranan dan kaitannya dengan peristiwa penyerangan itu. (LMC-05)

About Lintas Medan

Comments are closed.

Scroll To Top