Home / Headline / Danau Toba Masih Berpeluang Masuk Geopark Dunia

Danau Toba Masih Berpeluang Masuk Geopark Dunia

Ilustrasi – Wisatawan dengan menggunakan perahu, menikmati panorama Danau Toba,. (Foto: LintasMedan/ist)

Samosir, 14/7 (LintasMedan) – Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Utara (Sumut) Nurhajizah Marpaung, menegaskan Danau Toba dengan beragam potensi geologi, ekologi hayati maupun kebudayaan masyarakat sekitarnya, masih sangat berpeluang masuk dalam program Geopark Global Network atau Taman Bumi Dunia.

“Kalau semua pihak mendukung dan bekerja dengan hati, sungguh-sungguh dan kompak, saya yakin cita-cita untuk menjadikan Danau Toba masuk dalam program geopark dunia bakal terwujud,” katanya, di Kecamatan Sianjur Mula-mula, Kabupaten Samosir, Jumat.

Wagub Sumut menyatakan hal itu pada rapat koordinasi tindak lanjut lima rekomendasi
Badan Pendidikan, Keilmuan dan Budaya Perserikatan Bangsa-bangsa (UNESCO), terkait usulan Geopark Kaldera Toba.

Dalam rapat yang dihadiri para pejabat terkait dari Kabupaten Samosir, Dairi dan Humbang Hasundutan itu, ia mengemukakan geopark adalah taman bumi yang menggunakan konsep pengembangan kawasan secara berkelanjutan.

Konsep geopark tersebut memadukan keragaman geologi, keragaman hayati (biodiversity), budaya (culture diversity) yang dimanfaatkan untuk pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.

Untuk menjadikan Danau Toba sebagai salah satu taman bumi dunia, lanjutnya, sangat realistis karena kawasan Danau Toba yang merupakan warisan geologi dan keunggulan tujuan wisata yang juga memadukan potensi alam dengan kekayaan budaya.

Untuk memantapkan eksistensi Geopark Kaldera Toba, Pemprov Sumut telah menjalin komitmen dengan tujuh kepala daerah di kawasan Danau Toba dalam meningkatkan potensi kepariwisataan di kawasan strategis nasional itu.

Nurhajizah memastikan banyak manfaat yang akan diraih jika kelak UNESCO menetapkan kawasan Danau Toba masuk dalam program taman bumi dunia.

Manfaat itu, diantaranya UNESCO akan ikut terlibat secara langsung dalam program pelestarian ekosistem Danau Toba.

Selain itu, dengan masuknya Geopark Kaldera Toba ke dalam program UNESCO, diharapkan keberadaan berbagai peninggalan akibat letusan gunung api maha dahsyat itu semakin dikenal di dunia internasional dan jumlah wisatawan mancanegara yang datang ke objek wisata itu dipastikan meningkat.

Oleh sebab itu, Wagub mengajak pemerintah daerah, masyarakat dan segenap pemangku kepentingan di tujuh kabupaten se kawasan Danau Toba segera memantapkan koordinasi dan kompak untuk menindaklanjut lima rekomendasi UNESCO terkait Geopark Kaldera Toba.

“Selain kompak, kita semua harus bekerja cepat, tepat dan benar,” ucap Nurhajizah.

Sebagaimana diketahui, usulan memasukkan kawasan Danau Toba dalam program geopark dunia pada tahun 2015 oleh UNESCO dinilai belum memenuhi persyaratan, sehingga badan PBB itu memberikan lima rekomendasi. (LMC-05)

About Lintas Medan

Comments are closed.

Scroll To Top