Home / Sports / Medan Juara Umum Kejurda Bulutangkis Piala Gubernur Sumut

Medan Juara Umum Kejurda Bulutangkis Piala Gubernur Sumut

Pelantikan 5 Pengcab PBSSI se Sumatera Utara disela kejuaraan daerah bulutangkis Piala Gubernur Sumut, Sabtu (12/8).(Foto:LintasMedan/irma)

Medan, 12/8 (LintasMedan) – Kontingen Pengurus Cabang (Pengcab) PBSI kota Medan tampil sebagai juara umum pada kejuaraan daerah bulutangkis, yang berakhir di GOR PBSI Sumatera Utara, jalan Willem Iskandar Medan Estate, Sabtu sore. Dengan demikian Medan berhak memboyong piala bergilir Gubsu usai mengemas 17 emas, 13 perak, 25 perunggu.

Sedangkan runner up menjadi milik Asahan dengan 2 emas, 2 perak perak, 3 perunggu. Posisi ketiga Labura dengan 1 emas, 3 perak, 5 perunggu. Deliserdang 1 perak, 2 perunggu. Pematangsiantar 1 perak, 1 perunggu. Serta Sergai dan Tebing Tinggi masing – masing 2 perunggu.

Ketua Pengcab PBSI Medan, Thamrin mengatakan ini merupakan gelar perdana sejak dirinya memimpin Pengcav PBSI Medan. Menurutnya, ini menjadi motivasi bagi seluruh jajaran atlet, pelatih, dan klub se Kota Medan untuk terus bisa mempertahankan predikat terbaik, sekaligus lumbungnya pebulutangkis bagi Sumut. “Terima kasih atas perjuangan seluruh pemain yang telah mempersembahkan juara umum. Pengcab PBSI Medan ke depan tetap konsisten membina mereka melalui klub, sehingga bisa meraih prestasi tertinggi di even nasional,” ucapnya.

Sebelumnya, Gubernur melalui Kadispora Sumut berharap seluruh pemerintah kabupaten/kota melaksanakan kompetisi berjenjang untuk memantau atlet – atlet yang memiliki potensi sejak sini. Gubsu juga meminta seluruh Pengcab bulutangkis kiranya pembinaan atlet dibarengi dengan peningkatan Sumber Daya Manusia melalui kepelatihan wasit dan pelatih. “Kejurda ini semoga nanti dijadikan evaluasi bagi pelatih untuk melihat sejauh mana program latihan yang diberikan kepada atlet bisa berjalan efektif. Selain itu, kejurda ini juga untuk menambah jam terbang bagi mereka sekaligus melihat kemampuan lawannya.” pesan Gubernur.

Ketua umum pengprov PBSI Sumut Johannes IW mengatakan, usai kejurda ini, bagi atlet taruna yang meraih juara kemudian dipersiapkan menuju kejurnas. Namun mereka kembali akan diseleksi lagi bersama atlet Sumut lain yang berada di pelatnas dan klub di Jawa. “Jika kita ingin berbicara lebih banyak di tingkat nasional, kita tentu akan seleksi pemain yang terbaik. Begitu juga dengan atlet pelajar, saya memohon untuk terus giat berlatih di daerah, agar harapannya bisa tampil di kejuaraan nasional dan internasional.” paparnya.

Sebelumnya, Pengprov PBSI Sumut juga secara resmi melantik lima pengcab/pengkot yang baru, yakni Deliserdang, Tapanuli Utara, Sibolga, Simalungun, dan Pematangsiantar. Bagi kepengurusan pengkab/pengkot yang baru dilantik, Johannes juga berpesan untuk tetap menjaga keutuhan bulutangkis Sumut, terutama menjalankan program ke depan dalam pembinaan terhadap atlet usia muda.

Wakil ketua KONI Sumut Sakiruddin mengatakan, even ini diharapkan bisa berjalan tiap tahun, agar bisa ditetapkan menjadi kalender resmi PBSI Sumut. Sehingga setiap tahun diharapkan partisipan seluruh Pengcab kabupaten/kota bisa meningkat, agar kualitas dan kuantitas kejuaraan lebih baik ke depan. Melalui kejurda ini pula merupakan sasaran untuk mengevaluasi tiap atlet sebelum berlaga di kejurnas dan even yang lebih tinggi. “Mereka ini juga cikal bakal atlet Sumut di PON 2020. Harapannya memang KONI Sumut pada tahun 2019 bisa meloloskan banyak cabor ke PON. Termasuk PBSI terus lakukan pembinaan dengan baik, agar bisa meloloskan pebulutangkis lebih banyak di PON 2020 Papua.” harapnya.

Hadir pada acara penutupan mantan pebulutangkis Sumut era 80 an yakni Nasrul, mantan pemain PON Sumut tahun 1969, Tuti Ris, serta Sugiarti dan H Ahmad Thamrin mendapatkan reward dari Pengprov PBSI Sumut berupa raket dan piagam penghargaan yang diserahkan langsung oleh ketus umum Johannes IW. (LMC/rel)

About Lintas Medan

Comments are closed.

Scroll To Top