Home / Sumut / Kasatpol PP : Tidak Jamannya Lagi Demo-Demo di Sumut

Kasatpol PP : Tidak Jamannya Lagi Demo-Demo di Sumut

Medan, 23/10 (LintasMedan) – Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kastpol- PP) Sumatera Utara Asren Nasution mengimbau masyarakat di provinsi ini untuk benar-benar memanfaatkan keterbukaan informasi dalam upaya membangun komunikasi yang baik dengan pemerintah.

“Sudah tidak jamannya lagi sekarang menyampaikan aspirasi di Sumut dengan cara berdemo, karena Gubernur sudah sangat terbuka di era demokrasi saat ini. Jadi manfaatkan itu tidak dengan cara berunjukrasa,” kata Asren saat menjelaskan sejumlah tugas dan fungsi institusi yang dipimpinnya itu dalam konfrensi pers di Kantor Gubernur Sumut, Selasa.

Dia menekankan bahwa pengawalan unjukrasa bukan merupakan tugas utama Satpol PP di tengah keterbatasan personil sebagai Praja Wibawa Sumut. Karena sebut dia ada sejumlah tugas yang sesungguhnya cukup berat.

Tugas Satpol PP yang terpenting itu, kata Asren adalah mengamankan sejumlah potensi Pendapatan Asli Daerah yang tidak mampu tergali. Salah satunya, kata dia yakni mengamankan sejumlah aset milik Pemprov Sumut yang hampir beralih kepada pihak ke tiga, seperti Mes Pemprov Sumut di Bandung Jawa Barat, pengamanan aset Pemprov berbentuk tanah yang dikuasai masyarakat serta pengosongan sejumlah rumah dinas mantan pejabat.

Asren juga mengaku kerap mengimbau personilnya untuk jangan sampai beradu fisik langsung dengan masyarakat.

Dia mengaku sangat mengapresiasi sejumlah masukan terutama dari kalangan pers yang dianggap banyak mengetahui dan sangat memahami tentang adanya pelanggaran Perda. Termasuk imbauan kepada personil Satpol PP untuk melakukan test urine.

“Wah kalau soal test urine sangat saya apresiasi bukan hanya untuk kalangan personil Satpol PP. Namun kepada siapa saja karena narkoba ini berpotensi mengancam masa depan,” ucapnya.

Test urine, kata Asren bahkan langsung di bawah komandonya sebagai pimpinan SKPD itu pada saat terjadi bentrok salah seorang anggota Satpol PP dengan sejumlah wartawan kantor Gubernur Sumut beberapa waktu lalu.

Keterbatasan

Pada kesempatan itu, Asren memaparkan tentang keterbatasan jumlah personil Satpol PP Sumut, yakni terdiri dari 72 orang organik (Aparatul Sipil Negara) dan 144 non organik.

Sedangkan dari jumlah 72 ASN tersebut 40 orang di antaranya merupakan rekrutan dari para penjaga malam. “Hanya selebihnya yang benar-benar hasil rekrutan melalui ujian C-PNS,” ujarnya.

Namun meski dengan jumlah yang minim Asren mengaku yakin personilnya itu memiliki militansi yang cukup kuat dalam menjalankan urusan wajib pelayanan pemerintah serta perlindungan kepada masyarakat. (LMC-02)

 

 

About Lintas Medan

Comments are closed.

Scroll To Top