Home / Peristiwa / PVMBG: Potensi Banjir Lahar Sinabung Masih Tinggi

PVMBG: Potensi Banjir Lahar Sinabung Masih Tinggi

Ilustrasi – Awan panas disertai material vulkanik menyembur dari puncak Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumut. (Foto: LintasMedan/ist)

Medan, 25/10 (LintasMedan) – Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengingatkan masyarakat yang sering beraktivitas di sekitar daerah aliran Sungai Laborus, Kabupaten Karo, Sumut untuk meningkatkan kewaspadaan karena selama beberapa hari terakhir potensi terjadinya banjir lahar dingin dari Gunung Sinabung masih cukup tinggi.

Keterangan yang dihimpun lintasmedan.com dari situs Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Rabu, menyebutkan di Sungai Laborus telah terbentuk bendungan yang terdiri dari material vulkanik Gunung Sinabung, sehingga berpotensi menyebabkan terjadi banjir lahar atau banjir bandang jika bendungan tersebut jebol.

Terkait peristiwa fenomena alam itu, pihak PVMBG mengimbau penduduk yang bermukim di hilir di sekitar daerah aliran Sungai Laborus agar tetap menjaga kewaspadaan karena bendungan ini sewaktu waktu dapat jebol akibat tidak kuat menahan volume air sehingga mengakibatkan lahar/banjir bandang ke hilir.

Selain itu, masyarakat/pengunjung juga diingatkan agar agar tidak melakukan aktivitas di dalam radius 3 km dari puncak Gunung Sinabung, dan secara sektoral dari puncak dalam jarak 7 km ke selatan-tenggara, 6 km ke tenggara-timur dan 4 km timur-utara.

Melalui rekaman seismograf dan visual PVMBG, Gunung Sinabung pada Selasa (24/10) tercatat mengalami erupsi/letusan sebanyak dua kali.

Kolom letusan terpantau berwarna kelabu setinggi 500 meter di atas puncak condong ke arah selatan.

Pada hari yang sama terjadi pula sebanyak 151 kali guguran lava sejauh 500-2500 meter ke arah timur, tenggara dan selatan.

Pihak PVMBG mengungkapkan bahwa aktivitas vulkanik Gunung Sinabung masih tinggi dan fluktuatif.

Sebagaimana diketahui, Sinabung merupakan gunung api strato tipe B. Merujuk sejarahnya, Gunung Sinabung tidak meletus sejak 1600-an, melainkan sekitar 400 tahun kemudian meletus.

Letusan Gunung Sinabung setelah “tidur panjang” pertama kali terjadi pada 27 Agustus 2010. Saat itu, letusan Sinabung dikategorikan tipe freatik yang diikuti jatuhan abu vulkanik yang menyebar ke arah timur-tenggara.

Abu vulkanik ini menutupi Desa Sukameriah, Gungpitu, Sigarang-garang, Sukadebi, dan Desa Susuk yang berada di Karo.

Sejak tahun 2013 hingga saat ini, kurang lebih 2.314 kali Gunung Sinabung mengalami erupsi dan trcatat 28 jiwa meninggal dunia akibat terkena awan panas.

Erupsi tertinggi kolom abu mencapai 11 kilometer yang terjadi pada tahun 2013. (LMC-03)

About Lintas Medan

Comments are closed.

Scroll To Top