Home / Medan / Warga Diimbau Intensifkan Siskamling Cegah Begal

Warga Diimbau Intensifkan Siskamling Cegah Begal

Walikota Medan, H.T Dzulmi Eldin. (Foto: LintasMedan/ist)

Medan, 13/10 (LintasMedan) – Walikota Medan, H.T Dzulmi Eldin mengimbau masyarakat agar lebih mengintensifkan sistem keamanan lingkungan (Siskamling) untuk mencegah tindak kejahatan pencurian dengan kekerasan (begal) yang akhir-akhir semakin meresahkan masyarakat.

“Salah satu cara mudah untuk mencegah terjadinya kejahatan di malam hari seperti begal adalah dengan mengoptimalkan sistem keamanan lingkungan,” kata Eldin, di Medan, Jumat (13/10).

Selain mengaktifkan siskamling, Walikota juga minta kepada seluruh camat agar berkoordinasi dengan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkompimcam) untuk menggerakkan Babinsa dan Babinkantimbas.

Sinergitas itu, lanjutnya, harus terus ditingkatkan guna memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat.

“Tindakan para begal bekalangan ini sudah tidak dapat ditolerir lagi. Mereka tidak segan-segan melukai, bahkan menghilangkan nyawa korbannya,” ujar Walikota didampingi Wakil Walikota Medan, Akhyar Nasution.

Diakuinya, belakangan ini tindakan kawanan pelaku begal sudah semakin menakutkan dan mencekam warga.

Apalagi korban yang dibegal sampai meninggal dunia, kondisi ini membuat masyarakat mulai was-was keluar rumah di malam hari.

Eldin menilai, tindakan yang dilakukan para begal di ibu kota Provinsi Sumut itu bukan lagi masuk kategori kriminalitas biasa.

Guna memberikan rasa aman bagi warga dari begal, Walikota menginstruksikan kepada seluruh camat dan lurah untuk mengaktifkan sismkaling kembali dengan melibatkan seluruh kepala lingkungan yang berjumlah 2001 orang.

“Seluruh lingkungan harus memiliki siskamling untuk mempersempit ruang gerak pelaku “street crime” tersebut,” ucap dia.

Sementara itu, Wakil Walikota Medan, Akhyar Nasution, mengatakan, mengatasi begal saat ini dibutuhkan kebersamaan dari semua pihak, termasuk seluruh lapisan masyarakat.

Sebab, upaya mencegah kejahatan tidak bisa hanya mengandalkan aparat kepolisian yang diketahui terbatas jumlah personelnya.

“Artinya diperlukan semangat kebersamaan, terutama dari seluruh masyarakat. Aksi kejahatan jalanan itu terjadi karena sikap apatis kita, sehingga para pelaku tindak kejahatan, terutama begal semakin leluasa melakukan aksinya,” ujar dia.

Menyikapi hal itu, Akhyar mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk ikut terlibat aktif bersama TNI dan Polri melakukan perlawanan terhadap pelaku tindak kejahatan jalanan tersebut. (LMC-02)

About Lintas Medan

Comments are closed.

Scroll To Top