Home / Headline / Festival Danau Toba 2017 Disemarakkan Pemilihan Ucok-Butet Geopark

Festival Danau Toba 2017 Disemarakkan Pemilihan Ucok-Butet Geopark

Medan, 4/12 (LintasMedan) – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara melalui Dinas Pariwisata setempat menggelar pemilihan Ucok-Butet Geopark dalam rangka menyemarakkan Festival Danau Toba (FDT) 2017 yang dipusatkan di Sipinsur, Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), 6-9 Desember.

“Dalam rangka lebih menyemarakkan Festival Danau Toba 2017, kita juga akan menggelar lomba Ucok-Butet geopark yang akan diikuti generasi muda se kawasan Danau Toba dan Sumut,” kata Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sumut, Elisa Marbun, di Medan, Senin.

Ia menjelaskan, pemilihan Ucok-Butet Geopark yang baru pertama kali digelar dalam rangkaian acara FDT tersebut bertujuan mencari duta geopark yang diharapkan mampu mensosialisasikan wisata dan budaya kawasan Geopark Kaldera Toba.

Sebagaimana diketahui, Danau Toba hingga saat ini masih diperjuangkan oleh Pemerintah RI agar masuk menjadi salah satu jaringan taman bumi atau Geopark Global Network dari UNESCO, karena dianggap memiliki beragam potensi, baik dari sisi geologi, ekologi hayati maupun kebudayaan masyarakat sekitarnya.

Menurut Elisa, lokasi penyelenggaraan FDT tahun 2017 memang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.

“Sipinsur dipilih sebagai lokasi penyelenggaraan FDT 2017 agar pengunjung dapat melihat panorama Danau Toba dari sisi yang lain. Kawasan ini masuk menjadi salah satu geosite dari geoarea Kaldera Toba, sehingga penyelenggaraan FDT kali ini benar-benar berbasis geopark,” paparnya.

Elisa menambahkan, event tahunan yang direncanakan dibuka Menteri Pariwisata RI, Arief Yahya dan Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi tersebut ditargetkan akan dapat mendatangkan 5.000 wisatawan nusantara maupun mancanegara.

“Dari even FDT tahun ini kami targetkan jumlah wisatawan yang hadir itu nantinya mencapai sekitar 5.000 lebih, diantaranya wisatawan mancanegara yang akan didatangkan oleh Badan Otorita Pengelolaan Kawasan Danau Tob, melalui paket perjalanan wisata selama dua hingga empat hari dari Singapura ke Bandara Silangit,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Panitia FDT 2017, Unggul memaparkan, pada 6 Desember 2017 akan digelar Seminar Festival Danau Toba yang berlokasi di pendopo kantor bupati Humbahas.

“Seminar ini diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi untuk kebijakan pengelolaan kepariwisataan dan kebudayaan di kawasan Danau Toba pada masa yang akan datang,” katanya.

Selain itu, FDT turut pula dimeriahkan dengan lomba vocal grup yang digelar di panggung terbuka Sipinsur, Kecamatan Paranginan.

Peserta lomba ini terdiri dari utusan dari kabupaten/kota se kawasan Danau Toba dan Sumut.

Selanjutnya, pada malam harinya akan digelar pentas seni budaya dari Kabupn Pakpak Bharat, Simalungun, Sibolga, Kota Medan dan penampilan artis dari Sumut.

Pada hari kedua FDT 2017, pihaknya akan menggelar lomba lari lintas alam dengan menempuh jarak 9,2 Km.

Lomba lari lintas alam ini juga akan diikuti peserta dari luar Sumut, antara lain Provinsi Jawa Barat dan Bali.

“Kita juga akan menggelar lomba Ucok-Butet geopark yang akan diikuti generasi muda se kawasan Danau Toba dan Sumut. Lomba ini akan digelar di Sipinsur, tujuannya untuk mencari duta geopark yang diharapkan mampu mensosialisasikan wisata dan budaya kawasan geopark kaldera toba,” terang Unggul.

Pada 7 Desember, lanjut dia, akan digelar pembukaan di kompleks wisata Sipinsur. Dalam acara pembukaan ini akan digelar parade kontingen, pagelaran ‘Menghunti Tandok’ oleh seribu Tandok dari kaum ibu yang ada di kabupaten Humbahas. Dilanjutkan dengan tarian massal 5 puak di Sumut.

“Sebelum acara pembukaan akan dipagelarkan penyambutan tamu menuju Sipinsur dengan ulos terpanjang yang telah mendapatkan rekor MURI dan dikenakan oleh siswa siswi, dengan tujuan untuk mensosialisasikan penggunaan ulos,” kata Unggul.

Pada hari ketiga, akan digelar berbagai lomba, seperti lomba paduan suara, lomba seruling, lomba renang yang digelar di perairan Danau Toba kecamatan Bakti Raja, lomba dragon boat di pantai Bebas Bakara.

Sedangkan malam hari digelar hiburan rakyat yang menampilkan band dari Medan dan Jakarta serta dimeriahkan dengan penampilan budaya dari Dairi, Samosir, Deli Serdang, Langkat dan Humbahas. (LMC-02)

About Lintas Medan

Comments are closed.

Scroll To Top