Home / Headline / KPU Sumut Sinkronisasi Data Pemilih Pilkada 2018

KPU Sumut Sinkronisasi Data Pemilih Pilkada 2018

Foto: Ilustrasi

Medan, 11/12 (LintasMedan) – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumut melalui Forum Koordinasi Data Pemilih Terintegrasi mulai melakukan sinkronisasi data pemilih dengan delapan KPU kabupaten/kota yang akan menggelar pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak tahun 2018 di provinsi tersebut.

“Kegiatan itu bertujuan untuk memperoleh data lebih baik dari seluruh pemangku kepentingan,” kata anggota KPU Sumut, Nazir Salim Manik kepada pers, di sela melakukan rapat koordinasi dengan para pimpinan dan anggota KPU delapan kabupaten/kota, di Medan, Senin.

Ia menuturkan, forum tersebut juga untuk menyatukan pendapat tentang keberadaan data pemilih, sehingga memepermudah tugas-tugas penyelenggara pilkada dalam memverifikasi data pemilih.

KPU, lanjutnya, juga berkeinginan untuk menata keberadaan warga yang masuk dalam daftar pemilih tetap (DPT) namun berada atas situasi tertentu.

Ia mencontohkan keberadaan warga yang menjadi tahanan tetapi berada dalam lapas di daerah lain atau masyarakat yang menjalani rawat inap di RS yang berlokasi di daerah lain.

Kemudian, kata Nazir Salim, dalam forum tersebut, pihakya juga mengingatkan KPU kabupaten/kota guna mengawasi kinerja Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP).

“Ingatkan PPDP agar `door to door`. Jangan mau `coklit` (pencocokan dan penelitian) di warung-warung,” ujarnya.

Dalam rapat tersebut, KPU Sumut juga menghadirkan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Dinas Kependudukan, Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) dan kelompok mahasiswa peduli Pemilu.

Sebelumnya diinformasikan bahwa KPU telah pula menyiapkan “Forum Warga Pemilih” di berbagai kabupaten/kota untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menggunakan hak pilih pada pemilihan gubernur tahun 2018.

“Keberadaan forum tersebut bertujuan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pemilihan gubernur 2018,” kata anggota KPU Sumut, Benget Manahan Silitonga.

Keinginan membentuk “Forum Warga Pemilih”, menurut dia, didasarkan setelah mencermati rendahnya partisipasi pemilih dalam pemilihan gubernur tahun 2013, yakni hanya sekitar 48 persen dari total pemilih.

Karena itu, salah satu program prioritas untuk meningkatkan partisipasi memilih itu adalah membentuk Forum Warga Pemilih sebagai wadah untuk berdialog langsung denganw arga tanpa perantara.

Melalui forum tersebut, warga dapat mendengarkan langsung informasi mengenai pemilihan gubernur, manfaat pengunaan hak suara, serta berdialog mengenai berbagai masalah kepemiluan dengan penyelenggara yang turun ke lapangan. (LMC-02)

About Lintas Medan

Comments are closed.

Scroll To Top