Home / Bisnis / Pemprov Sumut Targetkan Pengangguran Turun 4,9 Persen

Pemprov Sumut Targetkan Pengangguran Turun 4,9 Persen

Wakil Gubernur Sumut Nurhajizah Marpaung (kiri) menyampaikan paparan pada acara Out Export 2018 yang digelar dalam rangkaian Munas Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI), di gedung Bank Indonesia Jalan Balai Kota Medan, Jumat (8/12). (Foto: LintasMedan/ist)

Medan, 8/12 (LintasMedan) – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Sumut) menargetkan tingkat pengangguran terbuka di daerah itu dapat terus turun hingga menjadi 4,93 persen pada tahun 2018.

“Sasaran utama pembangunan Provinsi Sumatera Utara pada tahun 2018, yaitu menurunkan tingkat pengangguran menjadi 4,93 persen dan meningkatkan pertumbuhan ekomomi sebesar 6,62 persen,” kata Wakil Gubernur (Wagub) Sumut, Nurhajizah Marpaung pada acara Out Export 2018 yang digelar dalam rangkaian Munas Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI), di gedung Bank Indonesia Jalan Balai Kota Medan, Jumat.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tingkat pengangguran terbuka di Sumut pada Agustus 2017 sebesar 5,60 persen atau mencapai 377 ribu orang, atau turun 0,24 poin dibanding Agustus 2016.

Wagub memperkirakan secara umum selama tahun 2018 akan terjadi peningkatan kondisi ketenagakerjaan di Sumut, antara lain meningkatnya jumlah penduduk bekerja dan menurunnya tingkat pengangguran terbuka.

Perkiraan penurunan angka pengangguran di Sumut tahun 2018, menurut dia, berkaitan erat dengan peningkatan pertumbuhan ekonomi daerah ini.

Untuk memenuhi target tersebut, lanjutnya, mutlak diperlukan peran serta dan kerja sama aktif semua pihak baik pemerintah, swasta, dan masyarakat.

Disebutkannya, prioritas pembangunan Sumut tahun 2018 dilaksanakan melalui beberapa bidang diantaranya pengembangan dunia usaha dengan masih memprioritaskan pada pengembangan kawasan ekonomi khusus (KEK) Sei Mangkei, Pelabuhan Kuala Tanjung, pembangunan jalan tol, pengembangan kawasan Danau Toba, perbaikan iklim investasi dan penciptaan lapangan kerja serta peningkatan ekspor barang dan jasa.

Sedangkan prioritas pembangunan Sumatera untuk tahun 2018 dilaksanakan melalui beberapa bidang diantaranya pengembangan dunia usaha dengan masih memprioritaskan pada pengembangan kawasan ekonomi khusus (KEK) Sei Mangkei, Pelabuhan Kuala Tanjung, Pembangunan Jalan Tol, pengembangan kawasan Danau Toba, perbaikan iklim investasi dan penciptaan lapangan kerja serta peningkatan ekspor barang dan jasa bernilai tambah tinggi.

Disebutkannya, salah satu roda kegiatan ekonomi yang menjalankan pertumbuhan ekonomi nasional dan daerah adalah kegiatan ekspor.

“Saya berharap Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia di Sumut dapat hadir dan menjelma sebagai agen pelopor dan perubahan dalam peningkatan ekspor Indonesia yang berdaya saing global, mendorong peningkatan usaha kecil menengah dan ekonomi nasional melalui pelatihan dan promosi yang efektif dan efisien,” ujar Nurhajizah. (LMC-03)

About Lintas Medan

Comments are closed.

Scroll To Top