Home / Politik / Djarot Yakin Mesin Politik PPP Bergerak

Djarot Yakin Mesin Politik PPP Bergerak

Ketua DPW Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Sumut Yulizar Parlagutan Lubis (ketiga kanan) didampingi sejumlah pengurus parpol tersebut menggelar unjuk rasa menolak keputusan DPP PPP mengusung bakal pasangan cagub dan cawagub Sumut 2018 Djarot Syaiful Hidayat-Sihar Sitorus, di Medan, belum lama ini. (Foto: LintasMedan/Irma Yuni)

Medan, 20/1 (LintasMedan) – Bakal calon gubernur Sumatera Utara (Sumut), Djarot Syaiful Hidayat menyatakan yakin mesin politik PDI Perjuangan (PDI-P) dan PPP akan bergerak memenangkannya bersama Sihar Sitorus di pemilihan gubernur (Pilgub) Sumut 2018.

“Kami yakin pengurus kedua partai (PDI-P dan PPP) yang telah berkoalisi dapat bekerja maksimal dalam memenangkan Pilgub Sumut 2018,” katanya kepada pers, di sela acara mengikuti rapat kerja daerah khusus (Rakerdasus) PDI-P Sumut, di Medan, Sabtu.

Bahkan, lanjut Djarot, hubungan antarsesama jajaran pengurus PDI-P dengan PPP, baik di tingkat pusat maupun Sumut, hingga saat ini juga berjalan baik.

Dalam konteks Pilgub Sumut 2018, ia juga menyatakan optimistis koalisi PDI-P dan PPP tetap solid dan mampu bersinergi membangun tekad yang sama untuk memenangkan pasangan calon gubernur (cagub) dan calon wakil gubernur (cawagub) Sumut Djarot-Sihar.

Terkait dengan pernyataan sejumlah fungsionaris, kader dan simpatisan PPP di Sumut yang menolak mengusung bakal pasangan cagub dan cawagub Sumut yang telah disepakati DPP PDI-P dan PPP, ia menilai PPP mempunyai sejarah perpolitikan yang cukup teruji sehingga mampu mengatasi berbagai krisis internal.

Sebagaimana diinformasikan, Ketua DPP PDI-P, Andreas Hugo Pareira memastikan PPP sepakat mengusung Djarot Saiful Hidayat-Sihar Sitorus di Pilkada Sumut 2018.

“Iya PDI Perjuangan tetap dengan PPP,” kata Andreas, di Jakarta, Rabu (10/1).

Kepastian soal itu juga disampaikan Sekjen PPP Arsul Sani. Ia mengatakan, PPP sepakat mengusung Djarot sebagai bakal calon gubernur meski kadernya tidak diusung sebagai bakal calon wakil gubernur.

Menurut Arsul, hal itu merupakan bentuk komitmen PPP dan PDI-P di Sumut yang harus dijalani.

“Kami diminta mendukung paslon PDI-P di Pilkada Sumut, Djarot dan Sihar. Itu bagian dari kesepakatan,” ujarnya.

Arsul mengatakan, awalnya kader PPP di Sumut menolak pencalonan Djarot-Sihar karena tak mengusung kadernya.

Sejumlah pengurus, kader dan massa simpatisan PPP di Sumut juga sempat menggelar unjuk rasa menolak rencana mengusung Djarot-Sihar.

“Kami sudah sampaikan keputusan teman-teman di Sumut bahwa PPP mempertimbangkan prinsip menerima, memberi dukungan, maka kami melengkapi pasangan Djarot-Sihar di Sumut,” ujar Asrul. (LMC-02)

About Lintas Medan

Comments are closed.

Scroll To Top