Home / Medan / DPRD Medan Minta Polisi Turun Tangan Soal Dugaan Praktik Cuci Rapor

DPRD Medan Minta Polisi Turun Tangan Soal Dugaan Praktik Cuci Rapor

Deni Maulana Lubis (Foto:lintasmedan/ist)

Medan, 23/1 (LintasMedan) -Tingginya minat siswa masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) lolos melalui jalur undangan memicu adanya praktik “cuci rapor” (mendongkrak nilai) bagi siswa/i SMA sederajat Kelas XII. Praktik ini dinilai mencederai citra pendidikan dan perampasan hak bagi murid berprestasi.

Untuk itu kepada aparat hukum diminta turun ke sekolah melakukan pengawasan. Serta menindak oknum guru yang melakukan kecurangan. “Kita minta aparat kepolisian turun ke sekolah mengawasi praktik jahat tersebut, “ujar anggota Komisi B DPRD Medan Deni Maulana Lubis SE kepada wartawan, Selasa, menyikapi dugaan praktik cuci rapor menjelang penerimaan mahasiswa baru jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) yang berlangsung saat ini.

Dikatakan Deni, praktik cuci rapor tidak boleh dibiarkan. Sebab, dengan adanya kecurangan praktik cuci rapor dipastikan merugikan siswa yang berprestasi karena kehilangan peluang masuk PTN jalur undangan. Padahal, jalur undangan yang disediakan pemerintah maupun pihak Perguruan Tinggi adalah merekrut siswa berprestasi dimasa SMA sederajat.

Diharapkan, jalur tersebut supaya benar benar dinikmati siswa berprestasi apalagi bagi siswa kurang mampu. “Jika ada oknum guru yang terbukti melakukan cuci rapor supaya ditindak tegas,” katanya.

Deni Maulana Lubis anggota dewan yang membidangi pendidikan asal Partai Nasdem ini mengaku miris terkait dugaan prakrik cuci rapor hal di kota Medan. Seyogianya program itu mewujudkan cita cita luhur pendidikan tapi dinodai segelintir oknum.

Terkait dugaan praktik cuci rapor, Deni berharap semua pihak tidak lepas tanggungjawab. Dinas Pendidikan dan inspektorat supaya menindak oknum oknum guru bila ada yang melakukan praktik kecurangan. Dalam hal ini dibutuhkan pengawasan yang serius.(LMC-02)

About Lintas Medan

Comments are closed.

Scroll To Top