Home / Medan / Harga Stand PRSU ‘Mencekik Leher’

Harga Stand PRSU ‘Mencekik Leher’

Ilustrasi – PRSU

Medan, 18/2 (LintasMedan) – Harga stand di Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) 2018 dinilai ‘mencekik leher’. Pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) Sumut pun resah.

“Sebagai event yang digelar Yayasan PRSU, yayasan yang kita tahu di bawah naungan Pemprov Sumut, kami pikir, ini kebijakan yang sangat-sangat tidak bijaksana,” ujar Ketua UKM Prima Sumatera Utara Said Arqam Daulay didampingi Ketua Himpunan Usaha Kecil Menengah Indonesia (HUKMI) Mandiri Sumut Suryadi di Medan, kemarin.

Dijelaskan Said Arqam yang akrab disapa Jef ini, seyogianya, sebagai even tahunan yang digelar Sumut, PRSU benar-benar tidak hanya untuk ajang promosi daerah, atraksi budaya dan hiburan, tapi juga untuk pemberdayaan pelaku UKM di daerah ini seperti tahun-tahun sebelumnya.

“Kenyataannya, teman-teman pelaku UKM yang mau ikut ambil bagian di PRSU 2018 pada 16 Maret-16 April harus membayar Rp20,5 juta untuk lapak 3×3 meter, dengan fasilitas yang kita dengar hanya pakai tenda sponsor. Ini, kan, menurut kami, sangat kelewatan,” ujar Jef, yang biasa mengikuti even di berbagai daerah termasuk di Pekan Raya Jakarta dan Penang Fair.

Dia mencontohkan, tahun 2017, harga stand 3×3 meter di PRSU dengan tenda sarnaville hanya Rp8-Rp10 juta.

“Jadi, kalaupun ada kawan-kawan yang mendaftar sebagai peserta pameran di PRSU 2018 dengan harga yang demikian mahal, itu lebih cenderung karena ikatan batin sangat kuat antara pelaku UKM dengan PRSU yang sudah berlangsung bertahun-tahun. Ada rasa memiliki,” katanya.

Jef mendapat informasi, pelaksanaan PRSU 2018 dikelola event organizer PT Malik Ghonniyu Razaak dari Jakarta sebagai promotor.

Pelaku UKM Sumut pun berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak promotor, apalagi setelah mendapat informasi, ada stand 3×3 meter yang dijual promotor Rp11,5 juta bersebelahan dengan stand lainnya dengan ukuran sama yang dibandrol Rp20,5 juta. Ketika ini ditanyakan ke pihak promotor, jawaban yang diperoleh justru tidak mengenakkan.

“Untuk harga stand hak prerogative promotor. Mengenai harga, pasti ada kebijakan dari kami, dan tidak berlaku umum. Jadi, harga stand 89 tetap Kak, sesuai harga awal,” ujar Dewi Rosariyanti Syam, Presiden Direktur PT Malik Ghonniyu Razaak kepada salahseorang pegawai Yayasan PRSU yang diminta pelaku UKM melakukan konfirmasi ke promotor. Artinya, stand 89 harganya Rp20,5 juta, tapi stand 88 persis di sebelahnya dengan ukuran sama dijual promotor hanya Rp11,5 juta.

Selain itu, stand khusus untuk UKM yang sebelumnya Rp7 juta, tahun ini melambung menjadi Rp12 juta. Pelaku UKM pun resah dan sebagian besar hanya jadi penonton karena tidak mampu bayar sewa stand yang sangat mahal.

Terkait persoalan ini pelaku UKM Sumut mengharap perlindungan Gubernur Sumut agar pelaksanaan PRSU 2018 berpihak kepada pemberdayakan ekonomi kerakyatan, dengan mengedepankan prinsip keadilan. ”Kami mohon perlindungan, Pak Gubernur. Karena kami tahu, Yayasan PRSU berada di bawah naungan Pemprovsu. Dan, mohon maaf Pak Gub, haruskah even Pekan Raya Sumatera Utara dikelola pihak swasta dari Jakarta. Tak ada lagikah EO yang dinilai mampu di Sumatera Utara?,” ujar Jef didampingi Suryadi dan sejumlah pelaku UKM Sumut.(LMC/rel)

 

About Lintas Medan

Comments are closed.

Scroll To Top